Klaim salah 'Anies Baswedan ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi' beredar di awal tahun 2023

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 14/02/2023 pukul 10:56
  • Diperbarui pada hari 09/02/2024 pukul 08:41
  • Waktu baca 5 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Klaim salah yang menyebut KPK telah menetapkan mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai tersangka korupsi telah menyebar dalam video di Facebook dan YouTube dan telah ditonton ratusan ribu kali. Namun, hingga tanggal 14 Februari 2023, KPK belum menetapkan tersangka dalam dua kasus korupsi yang disebut dalam video itu. Seorang jubir KPK mengatakan kepada AFP bahwa kedua kasus tersebut masih dalam penyelidikan, yang merupakan tahap untuk menentukan apakah perkara yang dilaporkan layak dilanjutkan. Video dalam unggahan tersebut berisi foto editan dan klip yang tidak berkaitan dengan klaim.  

Klaim salah dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 31 Januari 2023 dan telah ditonton lebih dari 18.000 kali.

Teks dalam video itu tertulis: "Breaking News. Anies resmi jadi tersangka. PJ Heru serahkan bukti akurat korupsi kepada KPK".

Keluku (thumbnail) video memperlihatkan mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan dikelilingi sejumlah orang.

Status unggahan Facebook itu tertulis: "Anies Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Formula E & Bansos, PJ Heru Budi Serahkan Bukti Ini Ke KPK".

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 9 Februari 2023

Anies dituduh oleh lawan politiknya terlibat korupsi terkait penyelenggaraan Formula E tahun 2022 dan penyaluran bansos Covid-19 saat ia masih menjadi gubernur. Namun, pendukung Anies mengatakan tuduhan tersebut dimaksudkan untuk menjegal Anies maju dalam Pilpres 2024.

Pada tanggal 7 September 2022, KPK memanggil dan memeriksa Anies selama 11 jam sebagai bagian dari penyelidikan dugaan korupsi Formula E, sebagaimana diberitakan berbagai media, seperti di sini, di sini dan di sini.

Video serupa yang mengklaim Anies telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut telah ditonton lebih dari 320.000 kali di Facebook di sini, di sini dan di sini; dan di YouTube di sini dan di sini.

Unggahan YouTube lainnya --seperti di sini, di sini dan di sini -- yang mengklaim KPK sedang menyelidiki Anies atas kasus korupsi juga menggunakan keluku video yang sama, seakan menarasikan Anies telah menjadi tahanan KPK. Video itu meraup total jumlah tontonan lebih dari 105.000 kali sejak diunggah di akhir Januari dan awal Februari 2023. 

Namun, klaim tersebut salah. 

"Kasus tersebut masih dalam penyelidikan," kata jubir KPK, Ali Fikti, kepada AFP pada tanggal 6 Februari 2023 saat ditanya apakah KPK telah menetapkan tersangka.

Menurut KUHAP, penyelidikan dilakukan untuk menentukan apakah sebuah perkara yang dilaporkan kepada KPK layak dilanjutkan. Tersangka biasanya diumumkan pada tahapan selanjutnya, yakni penyidikan, dan biasanya dilakukan di depan jurnalis.

Hingga tanggal 14 Februari 2023, AFP tidak menemukan pengumuman di situs web KPK yang menyebut Anies sebagai tersangka kasus korupsi.

Foto editan

Keluku video di unggahan menyesatkan itu adalah gambar hasil suntingan menggunakan foto-foto yang tidak berkaitan dengan klaim Anies sebagai tersangka korupsi.

Gambar Anies dengan rompi tahanan KPK itu telah disunting dengan menggabungkan dua foto.

Foto kepala Anies pada gambar itu diambil dari laporan Detikcom tentang PSBB di Jakarta pada bulan Mei 2020.

Foto ini telah disisipkan secara digital pada gambar mantan Mensos Juliari Batubara, yang ditangkap KPK pada bulan Desember 2020 atas dugaan korupsi penggunaan dana bansos di Jabodetabek. Foto Juliari yang dimuat media lokal Liputan6 diambil setelah menjalani pemeriksaan KPK pada tanggal 6 Desember 2020.

Berikut perbandingan tangkapan layar gambar keluku video yang telah disunting (tengah) dan foto Anies (kiri) dan foto Juliari (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar gambar keluku video yang telah disunting (tengah) dan foto Anies (kiri) dan foto Juliari (kanan)

Foto-foto lain di keluku video diambil dari berbagai pemberitaan media.

Foto pejabat gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebelumnya dimuat dalam laporan Okezone.com ini, tentang kunjungan Heru ke Jakarta Utara untuk meninjau pompa Waduk Pluit pada bulan Oktober 2022.

Gambar keluku itu juga menampilkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Foto Basuki itu dimuat oleh Liputan6.com dalam laporan tentang peninjauan proyek jalanan di Bali pada bulan Oktober 2018.

Gambar pria yang mengenakan rompi KPK berwarna krim dan putih pernah dimuat dalam laporan Aktual Borneo tahun 2020 tentang investigasi KPK terkait proyek infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur.

Berikut perbandingan tangkapan layar foto-foto di gambar suntingan (tengah) dan foto-foto asli (atas, kiri bawah dan kanan bawah) -- AFP telah menandai bagian-bagian foto yang sepadan.

Image
Perbandingan tangkapan layar foto-foto di gambar suntingan (tengah) dan foto-foto asli (atas, kiri bawah dan kanan bawah)

Klip tak berkaitan

AFP telah memeriksa video di unggahan menyesatkan dan tidak menemukan satupun dari cuplikan video yang menyebut Anies telah dijadikan tersangka kasus korupsi.

Cuplikan pada detik ketujuh di video itu menunjukkan Anies sedang berbicara di hadapan para jurnalis saat dia diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada bulan September 2021 terkait dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur.

Pada detik ke-14, merupakan cuplikan video YouTube, yang diunggah pada bulan Januari 2023, yang menunjukkan seorang YouTuber membahas dugaan korupsi terkait distribusi bansos Covid-19 di DKI Jakarta. Pria itu tidak mengatakan Anies telah dijadikan tersangka korupsi.

Tayangan pada detik ke-22 menunjukkan Anies sedang berpidato dalam musyawarah nasional KAHMI di Palu pada bulan November 2022.

Klip lain di video itu menunjukkan Anies saat berkunjung ke Bandung pada bulan Januari 2023, video yang memperlihatkan beras yang membusuk di sebuah gudang di Jakarta, dan tayangan yang diambil saat Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjawab pertanyaan wartawan tentang pengusutan dugaan korupsi Formula E pada bulan Oktober 2022.

AFP sebelumnya telah membongkar hoaks lain tentang Anies, seperti di sini, di sini dan di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami