
Ini video Putin berbicara tentang capres AS 2024, bukan 'menyatakan mendukung Prabowo'
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 20/03/2024 pukul 03:16
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"PUTIN BLAK BLAKAN DUKUNG PRABOWO !" tulis keterangan di unggahan TikTok yang dibagikan pada 16 Februari 2024, yang telah ditonton lebih dari 936.000 kali.
Video berdurasi 15 detik itu menampilkan Putin berbicara berbahasa Rusia saat ia diwawancara, disertai takarir berbahasa Indonesia.
Takarir itu menerjemahkan ucapan Putin: "Prabowo adalah teman saya. Saya dan Prabowo akan bekerja sama untuk kedamaian negara dan melawan ketidak Adilan dunia ini. Kita akan bekerja sama!"

Video itu beredar hanya selang dua hari setelah hari pemungutan suara Pilpres 2024.
Walaupun hasil resmi, atau real count, baru akan diumumkan KPU pada 20 Maret 2024, penghitungan suara sementara menunjukkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto unggul jauh di atas dua lawannya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Putin adalah salah satu pemimpin yang pertama memberikan selamat kepada Prabowo atas hasil sementara ini. Ucapan selamat Putin itu disampaikan pada 16 Februari 2024, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Antara dan kantor berita Rusia TASS (tautan arsip ini dan ini).
Video yang sama telah ditonton lebih dari 9.800 kali selepas juga dibagikan di postingan TikTok ini, ini dan ini, serta unggahan SnackVideo ini dan ini.
Namun, klaim itu salah. Putin sebenarnya berbicara tentang Presiden AS Joe Biden, bukan Prabowo.
Pilpres AS 2024
Video di unggahan yang salah menunjukkan logo The Guardian, surat kabar Inggris, di pojok kanan atas.
Pencarian gambar terbalik di Google, diikuti pencarian kata kunci di YouTube, menemukan bahwa potongan klip itu sesuai dengan video yang diunggah The Guardian pada 15 Februari 2024 (tautan arsip).
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: "'Lebih bisa ditebak: Vladimir Putin mengatakan ia lebih memilih Joe Biden daripada Donald Trump."
Menurut keterangan video, tayangan berdurasi 35 detik itu menunjukkan Putin tengah menjawab pertanyaan jurnalis Rusia Pavel Zarubin tentang siapa capres Amerika Serikat yang menurutnya lebih baik untuk Rusia.
Video itu menampilkan takarir berbahasa Inggris.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli dari The Guardian (kanan):

Bagian yang dipakai dalam video sesat cocok dengan detik ke-32 di video asli The Guardian.
Takarir potongan video itu, bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, berbunyi: "Kalau kita bicara tentang momen saat kepalanya terbentur helikopter saat ia sedang melakukan kunjungan, coba tunjukan siapa yang kepalanya tidak pernah terbentur sesuatu."
Putin saat itu bicara tentang insiden kepala Biden terbentur pintu helikopter saat akan terbang kembali ke Gedung Putih pada bulan Juni 2023.
Selebihnya, Putin membicarakan bagaimana ia menganggap Presiden AS Biden lebih berpengalaman dan lebih bisa diprediksi ketimbang mantan presiden Trump yang akan mencalonkan diri kedua kalinya dalam pilpres AS di bulan November 2024.
Nama Prabowo tidak disebutkan dalam wawancara Putin.
Video wawancara yang sama juga diunggah AFP di YouTube pada 15 Februari 2024 dengan takarir yang sama, yakni pembicaraan Putin tentang Biden, bukan Prabowo (tautan arsip).
Sama halnya dengan transkrip wawancara Putin di situs web Kremlin, bahwa tak ada obrolan tentang Prabowo (tautan arsip).
AFP telah menyanggah hoaks lain seputar Pemilu 2024 di sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami