Tayangan menunjukkan simulasi video gim, bukan jatuhnya jet tempur AS di Iran

Menyusul laporan bahwa sebuah jet tempur F-15 milik Amerika Serikat (AS) jatuh di Iran pada 3 April 2026, beredar di media sosial video yang diklaim menunjukkan detik-detik saat pesawat tersebut ditembak jatuh oleh Garda Revolusi Iran. Faktanya, klip tersebut pertama kali diunggah di media sosial pada 28 Februari 2026 oleh akun yang menyebut tayangan itu berasal dari gim simulasi militer.

"Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah menembak jatuh sebuah jet tempur Amerika Serikat jenis F-15 di wilayah Pulau Qeshm. Insiden tersebut diklaim terjadi dalam operasi militer terbaru di kawasan Teluk," tulis keterangan video yang diunggah di TikTok pada 3 April 2026. 

"Menurut pernyataan resmi IRGC, pesawat tersebut berhasil dilumpuhkan setelah memasuki wilayah yang dianggap sensitif oleh pihak Iran. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim tersebut," lanjut keterangan pada unggahan yang telah dilihat lebih dari 83.000 kali itu. 

Video tersebut menunjukkan sebuah jet tempur bermanuver untuk menghindari rudal tapi akhirnya hancur dan pilotnya terlontar keluar dengan menggunakan parasut.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 7 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan dengan klaim serupa juga beredar di postingan TikTok lainnya dan juga Instagram, serta muncul dalam Bahasa Inggris

Video tersebut beredar di saat sejumlah media AS termasuk CBS News melaporkan pada 3 April bahwa pasukan AS telah berhasil menyelamatkan satu dari dua kru pesawat tempur yang dilaporkan oleh media Iran jatuh ditembak oleh sistem pertahanan udara republik Islam tersebut (tautan arsip di sini dan sini).

Otoritas Iran secara terpisah menurunkan pasukan untuk mencari kru pesawat termpur AS tersebut dan menawarkan hadiah bagi yang dapat menemukannya, serta menyerukan warga yang tinggal di daerah barat daya yang terjal untuk membantu pencarian (tautan arsip di sini dan sini). 

Insiden tersebut sekaligus menjadi kasus pertama pesawat tempur AS jatuh di wilayah Iran sejak serangan AS-Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi republik Islam itu, pada 28 Februari. Tewasnya Khamenei memicu gelombang serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk.

Namun, video yang beredar di media sosial itu tidak berkaitan dengan perang di Timur Tengah. Video asli berasal dari video gim, terlihat dari bentuk pohon yang tidak alami dan efek suara dalam bahasa Inggris pada video.

Pencarian gambar terbalik menemukan video sama yang diunggah oleh seorang "kreator video gim" di Instagram pada 28 Februari (tautan arsip). Keterangan pada profil sang kreator menyebutkan: "Semua adegan yang dimunculkan diambil dari simulasi penerbangan digital. Tidak ada pesawat atau senjata asli yang terlibat".

Pencarian lanjutan dengan kata kunci menemukan video yang sama pernah diunggah ke YouTube oleh kanal "@IgniteFluxYT"(tautan arsip di sini dan sini). Di deskripsi kanal YouTube ini tertulis, "Destinasi Anda untuk gameplay simulasi militer yang menegangkan".

Image
Tangkapan layar dari postingan salah yang diambil pada 7 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP
Image
Tangkapan layar dari kanal YouTube @IgniteFluxYT yang diambil pada 3 April 2026
Image
Tangkapan layar dari postingan salah yang diambil pada 7 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP
Image
Tangkapan layar dari kanal YouTube @IgniteFluxYT yang diambil pada 3 April 2026

"Bergabunglah bersama kami untuk pengalaman aksi realistis, momen sinematik, dan simulasi epik," tulis keterangan akun tersebut, seraya menambahkan bahwa "semua video dalam akun ini dibuat dan dimiliki oleh Ignite Flux."

Keterangan yang disematkan pada video asli mengonfirmasi bahwa klip tersebut merupakan sebuah "simulasi" dan menyertakan tagar "flightism."

Judul video asli yang diunggah di YouTube mengidentifikasi pesawat tersebut sebagai tampilan dari  "F/A-18 Hornet" (tautan arsip). Berdasarkan laporan The New York Times dan CBS yang terbit pada 3 April, pesawat yang jatuh di wilayah Iran adalah jet tempur F-15E (tautan arsip di sini, sini dan sini).

Sejumlah komentar di media sosial juga menemukan kesamaan antara video yang beredar dengan "War Thunder," sebuah video gim militer gratis yang dapat dimainkan di komputer, PlayStation, dan konsol Xbox (tautan arsip).

Konstantin Govorun, kepala departemen hubungan masyarakat Gaijin Entertainment, perusahaan yang mengembangkan gim tersebut untuk wilayah Eropa, meninjau video yang beredar untuk AFP dan mengatakan dalam email yang dikirim pada 6 April: "Ini adalah War Thunder. Kami mengenali visual dan efek suara yang kami buat."

AFP sebelumnya telah menyanggah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami