Video 'penangkapan warga negara India di Tehran atas tuduhan spionase' adalah rekaan AI
- Diterbitkan pada hari 08/04/2026 pukul 09:03
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Eyamin SAJID, AFP Bangladesh
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Otoritas Iran telah menangkap ratusan orang atas tuduhan aksi spionase untuk Israel dan Amerika Serikat (AS). Namun, sebuah video yang diklaim di media sosial menunjukkan seorang warga negara India yang ditangkap di Tehran atas tuduhan sejenis sebenarnya adalah konten kecerdasan buatan (AI). Video itu menampilkan kejanggalan visual yang mengindikasikan hasil rekaan AI dan teridentifikasi oleh alat deteksi AI sebagai konten sintetik.
"Otoritas keamanan Iran dikabarkan telah menangkap seorang warga negara India di Teheran atas tuduhan melakukan kegiatan spionase. Penangkapan ini terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan tersebut," tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada 11 Maret 2026.
Video berdurasi 13 detik itu memperlihatkan beberapa orang berseragam sedang mencoba menahan seorang pria di tengah jalanan yang ramai.
"Lepaskan aku, aku tidak melakukan apapun," kata pria dalam video tersebut.
Berdasar laporan media setempat, Iran telah menahan ratusan orang yang dicurigai telah menjalin kerja sama dengan Israel dan AS (tautan arsip).
Pada 18 Maret, Menteri Luar Negeri Swedia mengatakan bahwa Iran telah mengeksekusi seorang warga negara Swedia karena telah menjadi mata-mata untuk Israel -- kejadian pertama sejak perang Timur Tengah pecah pada Februari 2026.
Sebelumnya, seorang warga Swedia-Iran, Ahmadreza Djalali, telah dipenjara di Iran selama hampir 10 tahun. Ia divonis bersalah pada tahun 2017 karena berkolaborasi dengan badan intelijen Israel, Mossad.
Video serupa juga beredar di TikTok dan Instagram dengan klaim salah.
Namun, analisis mendalam pada video menemukan adanya cacat dan inkonsistensi visual, yang sekaligus mengindikasikan bahwa rekaman itu telah dibuat dengan AI. Misalnya, gerakan pria yang terlihat aneh dan bingkai pintu mobil yang menghilang dalam satu cuplikan.
Kejanggalan lainnya adalah mobil berwarna putih yang melintas di bagian latar video juga dapat terlihat meskipun terhalang oleh mobil hitam di bagian depan.
Kemudian, analisis video menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation, memperlihatkan bahwa kemungkinan besar rekaman tersebut merupakan hasil rekaan.
Hingga 8 April 2026, AFP tidak menemukan laporan kredibel yang menunjukkan adanya penahanan terhadap warga negara India atas tuduhan mata-mata di Tehran.
Artikel AFP lainnya yang menyanggah misinformasi terkait perang di Timur Tengah bisa dibaca di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami