Video Perang Teluk tahun 1991 dinarasikan sebagai rekaman pilot AS yang ditangkap di Iran

Militer Amerika Serikat (AS) melakukan misi beresiko tinggi untuk menyelamatkan dua kru jet tempur F-15 yang jatuh di wilayah Iran setelah ditembak oleh pasukan republik Islam pada 3 April lalu. Namun, sebuah video yang beredar daring dan memperlihatkan seorang tentara AS tengah diinterogasi bukanlah pilot dari jet yang ditembak di Iran seperti diklaim postingan media sosial. Tayangan tersebut berasal dari rekaman lama pilot AS yang ditahan di Irak pada 1991. Meskipun Iran menyatakan bahwa operasi AS tersebut "gagal total", namun Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kedua kru berhasil diselamatkan.

"Iran tembak jatuh pesawat tempur canggih AS F15E Strike Eagle. Sang pilot kini di bawah penahanan Iran," tulis keterangan video yang diunggah di TikTok pada 5 April 2026. 

"Sebelumnya, AS telah mengkonfirmasi jatuhnya pesawat tempur seharga 1,5 Triliun ini akibat tembakan sistem pertahanan udara Iran," lanjut keterangan pada unggahan yang telah dilihat lebih dari 665.000 kali tersebut. 

Dalam tayangan video, seorang tentara yang diidentifikasi bernama Kolonel David William Eberly menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh seorang pria di belakang kamera. Teks yang tersemat pada video bertuliskan, "Pilot pesawat temput F-15E Amerika yang Ditahan Iran."

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 8 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Pada 3 April, pasukan Iran menembak jatuh jet tempur F-15 milik AS, memaksa kedua kru pesawat -- satu pilot dan satu orang operator sistem persenjataan -- keluar dan mendarat di lokasi berbeda di wilayah Iran (tautan arsip). Perisitiwa ini mendorong AS untuk melakukan upaya penyelamatan yang penuh risiko.

Sementara itu, Iran mengeklaim bahwa operasi AS tersebut "gagal total", sementara pasukan Garda Revolusi Iran(IRGC) mengunggah sebuah foto yang menunjukkan "tengkorak tentara Amerika di antara puing-puing pesawat yang hancur" (tautan arsip di sini dan sini).

IRGC tidak memberikan keterangan lanjutan selain menyebut "bukti lebih lanjut atas kekalahan memalukan si pembohong Trump."

Klip yang sama juga beredar di platform lain seperti Instagram dan Facebook, serta diunggah oleh akun yang berasal dari India, Prancis dan Pakistan.

Namun, video tersebut tidak terkait dengan perang di Iran. Sang pilot jet berhasil diselamatkan oleh helikopter penyelamat, sementara kru yang bertugas sebagai operator sistem persenjataan berhasil menghindari pasukan Iran, melintasi medan berat, mengobati lukanya sendiri dan menghubungi pasukan AS untuk memberitahu lokasinya, menurut keterangan Trump. 

Identitas kedua kru itu sendiri belum diberitahukan ke publik.

Pencarian gambar terbalik menemukan postingan Instagram tanggal 5 April yang memuat video yang sama (tautan arsip). 

Keterangan video di postingan Instagram tersebut menyebutkan, "Mengenang kembali Perang Teluk 1991 ketika Kolonel Angkatan Udara AS David William Eberly ditembak jatuh di wilayah Irak dalam Operasi Badai Gurun. Setelah berupaya untuk menghindari penangkapan selama beberapa hari, ia akhirnya ditahan oleh pasukan Irak dan muncul dalam sebuah video interogasi.

"Eberly menjadi tawanan perang hingga akhirnya dibebaskan pada Maret 1991, menandai risiko yang dihadapi para pilot ketika konflik berlangsung."

Image
Perbandingan antara video di postingan salah (kiri) dan video asli yang diunggah di Instagram (kanan)

Pencarian kata kunci di Google juga mendapati informasi terkait Eberly di situs khusus warga AS yang pernah menjadi tahanan perang (tautan arsip).

Menurut situs tersebut, Eberly ditahan di Baghdad pada Perang Teluk 1991, di mana AS memimpin koalisi beranggotakan 35 negara dalam merespons invasi dan aneksasi Kuwait oleh Irak (tautan arsip). 

Situs tersebut juga mendata buku tulisan Eberly yang berjudul "Faith Beyond Belief", di mana ia menceritakan pengalamannya saat ditangkap di Irak pada 1991 (tautan arsip). 

Penelusuran lebih lanjut menemukan rekaman wawancara Eberly dan istrinya saat mereka berbicara tentang penangkapan tersebut. Rekaman tersebut diunggah ke YouTube pada 15 Juli 2010 (tautan arsip).

AFP telah menyanggah misinformasi lain yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami