Rakitan alat ini tidak memproduksi oksigen yang cukup untuk pasien Covid-19, menurut para pakar

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang memperlihatkan cara merakit alat penghasil oksigen dari pompa udara akuarium telah dilihat ribuan kali di Twitter, Instagram dan Facebook setelah beredar dengan klaim bahwa alat tersebut dapat digunakan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Klaim itu salah. Menurut para pakar, alat rakitan tersebut tidak bisa memproduksi oksigen yang cukup untuk pasien yang kesulitan bernapas.

Bagian pertama dari klip tersebut diunggah pada tanggal 1 Juli 2021 di sini di Twitter, di mana ia telah ditonton lebih dari 5.100 kali.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 13 Juli 2021

Tweet tersebut bertuliskan: "Untuk teman2 yang sedang isoma atau ada keluarga yg sedang isoma dirumah mungkin cara ini bisa dicoba untuk mengatasi langka dan mahalnya O2 saat ini. Tips Cara membuat alat penghasil oksigen sendiri untuk membantu orang yg sesak nafas hanya dengan 120rb rupiah.."

Cuitan itu bersambung dengan video bagian kedua di sini dan bagian ketiga di sini.

Lonjakan jumlah kasus Covid-19 berimbas kepada banyak pasien tak bisa dirawat di rumah sakit, sehingga tak sedikit orang mencari tabung oksigen untuk dipakai anggota keluarga yang sakit maupun sekarat di rumah, AFP melaporkan di sini.

Per tanggal 14 Juli 2021, Indonesia telah melaporkan lebih dari 2,6 juta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dengan lebih dari 69.000 kematian, menurut data pemerintah di sini.

Video tersebut telah disaksikan lebih dari 2.500 kali setelah muncul dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini; serta di Instagram di sini.

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Para pakar medis menilai konsentrasi oksigen yang dihasilkan dari rakitan alat tersebut tidaklah cukup untuk para pasien Covid-19 yang menderita kesulitan bernapas.

Pompa udara akuarium hanya memproduksi gelembung udara di dalam air dan tidak meningkatkan level konsentrasi oksigen yang dibutuhkan para pasien Covid-19, ujar Profesor Tatacipta Dirgantara, dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara di Institut Teknologi Bandung, kepada AFP pada tanggal 8 Juli 2021.

"Selain mengandung air, kadar oksigennya sama dengan oksigen udara 21%. Padahal untuk sesak konsentrasi yang dibutuhkan jauh lebih tinggi," kata Dr Erlina Burhan, dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan di Jakarta, kepada AFP pada tanggal 8 Juli 2021.

Level oksigen yang dihasilkan rakitan alat oksigen tersebut "terlalu rendah" bagi pasien Covid-19, ujar Dr Rino Mukti, ilmuwan di Institut Teknologi Bandung, pada tanggal 8 Juli 2021.

Merespons pertanyaan AFP, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkata pada tanggal 8 Juli 2021: "Terkait alat yang Anda kirimkan dalam situs (pompa udara dengan botol plastik), mohon diperhatikan bahwa ini bukan alat medis maupun konsentrator oksigen (yang tidak memisahkan dan mengompres oksigen dari udara)."

Panduan perawatan WHO untuk pasien Covid-19 di rumah, yang mencakup terapi oksigen, telah diunggah di situs mereka di sini dan di sini.

COVID-19