Masyarakat adat Baduy sedang menjalani upacara perayaan masa panen di Desa Cigugur, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 28 November 2010. ( AFP / Romeo Gacad)

Klaim salah bahwa masyarakat Baduy tidak pernah divaksin beredar di internet

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sejumlah unggahan media sosial menyebarkan klaim yang menyatakan bahwa masyarakat adat suku Baduy tidak pernah divaksin. Klaim tersebut salah. Masyarakat Baduy telah beberapa kali menerima imunisasi, dari mulai polio, difteri, hingga Covid-19, berdasarkan laporan media dan keterangan pemimpin komunitas tersebut.

Klaim tersebut diunggah ke Twitter di sini tanggal 1 Agustus 2021 dan telah dibagikan lebih dari 700 kali.

Cuitan itu berbunyi, "Bila Vaksin Dianggap Satu-Satunya Solusi Bahkan Untuk Semua Penyakit, Tolong Lihat dan Teliti Suku Baduy dan Sejenisnya Yang Mereka Tidak Pernah Divaksin Apapun Ratusan Tahun. Apakah Mereka Sekarang Musnah Diterjang Penyakit?, Pada Cacat Fisik Gegara Polio Gituh? Ngga kan."

Tangkapan layar unggahan menyesatkan yang diambil tanggal 10 Agustus 2021

Sejak pemerintah RI mendeteksi kasus pertama di bulan Maret 2020, masyarakat adat suku Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih tetap bebas kasus Covid-19, seperti dilaporkan di sini dan di sini.

Menurut data Kementerian Kesehatan pada tanggal 11 Agustus 2021, lebih dari 3,7 juta orang terkonfirmasi positif Covid-19 sedangkan angka kematian karena Covid-19 telah mencapai lebih dari 112.000 jiwa.

Klaim tersebut juga disebarkan di Facebook, contohnya di sini, di sini, di sini dan di sini.

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara pada bulan Maret 2010, balita Baduy menerima imunisasi untuk berbagai penyakit menular, seperti polio, tuberkulosis, difteri, hepatitis B dan campak.

BeritaSatu melaporkan pada bulan Oktober 2015 tentang kampanye imunisasi serupa pada masyarakat Baduy.

Dalam wawancara lewat telepon pada tanggal 10 Agustus 2021, Jaro Saija, pemimpin adat masyarakat Baduy dan kepala desa Kanekes, mengatakan kepada AFP bahwa ia dan sejumlah "perangkat desa" telah menerima vaksin Covid-19.

Jaro Saija juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada kasus positif Covid-19 di Kanekes.

Akan tetapi, beliau mengakui kesulitan melakukan "sosialisasi vaksin Covid-19" terhadap sejumlah warga Baduy di Kanekes lantaran masih tingginya penolakan dari "masyarakat yang masih kolot".

Angka nol kasus Covid-19 di masyarakat Baduy merupakan hasil dari kebijakan isolasi ketat dan protokol kesehatan lainnya, sebagaimana dilaporkan di sini dan sini.

COVID-19 VAKSIN