
Video ini memperlihatkan gubernur Jakarta berbicara di KTT online mengenai penanganan pandemi
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 15/06/2020 pukul 07:35
- Diperbarui pada hari 16/06/2020 pukul 15:12
- Waktu baca 5 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Rekaman video berdurasi dua menit dan 20 detik itu muncul di Facebook di sini pada tanggal 10 Juni 2020 dan telah ditonton lebih dari 500 kali.
Status unggahan tersebut berbunyi: “Gubernur Jakarta ( Anies Baswedan ) mendapat penghargaan Internasional sebagai Gubernur terbaik menangani Pandemi Covid -19.”

Sampai dengan 14 Juni 2020, Indonesia telah mencatat lebih dari 38.000 kasus positif COVID-19 dan lebih dari 2.100 orang telah meninggal dunia, menurut data Kementerian Kesehatan di sini. Jakarta adalah provinsi dengan angka tertinggi, dengan jumlah pasien positif melebihi 8.800.
Video yang sama telah ditonton lebih dari 4.900 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini serta di YouTube di sini.
Klaim itu menyesatkan: rekaman video itu memperlihatkan Anies memperlihatkan Anies ambil bagian dalam pertemuan tingkat tinggi virtual tentang penanganan COVID-19 bersama sejumlah pemimpin kota lainnya.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video aslinya diunggah di sini di saluran YouTube pemerintah kota Seoul pada tanggal 2 Juni 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “CAC2020 | Pertemuan Walikota | KTT Global CAC (Kota Melawan COVID-19)”.
Sebagian keterangan video itu berbunyi: “Pertemuan Walikota Pada masa pandemi ini, kota-kota membutuhkan kerja sama global dan solidaritas untuk mengatasi krisis. Walikota/pejabat dari 40 kota di seluruh dunia berkumpul untuk menanggapi krisis COVID-19 bersama-sama!”
KTT Global CAC (Kota Melawan COVID-19) adalah acara online yang mengundang para ahli dan pemimpin dari berbagai negara untuk berbagi keahlian dan pengalaman mereka dalam menangani pandemi, menurut situs resmi KTT itu di sini.
Adegan dalam video yang menyesatkan dimulai di menit ke 49:01 di video asli.
Berikut perbandingan tangkapan layar antara adegan-adegan di video yang menyesatkan (kiri) dan di video asli (kanan):

Di video asli, dapat dilihat selain Anies Baswedan, pemimpin kota yang ikut pertemuan virtual tersebut adalah Walikota Seoul Park Woon-soon, Walikota London Sadiq Khan, Walikota Moskow Sergei Sobyanin, Walikota Kolombo Rosy Senanayake dan lain-lain.
Jadwal Pertemuan Walikota yang diadakan pada tanggal 2 Juni 2020, seperti terlihat di situs web resmi CAC 2020 di sini, cocok dengan acara yang terlihat dalam video; baik video maupun susunan acara tidak menyebutkan upacara penghargaan.
Anies juga mengunggah video pertemuan CAC 2020, dengan subtitle bahasa Indonesia yang juga terlihat di video di unggahan menyesatkan, di akun Instagramnya di sini pada tanggal 6 Juni 2020. Dia juga tidak menyebutkan upacara penghargaan apa pun di unggahan itu.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami