
Ini video perancah gedung runtuh di Jepang, bukan gempa Turki bulan Februari 2023
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 15/02/2023 pukul 11:09
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Tomás VIOLA, AFP Argentina, AFP Amerika Serikat, AFP Indonesia
- Terjemahan dan adaptasi Bill MCCARTHY
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video yang memperlihatkan bagian sebuah bangunan ambruk diunggah di kanal YouTube milik iNews di sini pada tanggal 6 Februari 2023.
"Video Amatir Rekam Detik-Detik Gedung di Turki Ambruk akibat Gempa," tulis judul video itu.
"Beginilah video amatir yang memperlihatkan detik-detik gedung-gedung di Turki hancur," tulis keterangan video.
Tayangan klip berdurasi 32 detik itu telah ditonton lebih dari 376.000 kali.

Video itu juga dibagikan dengan klaim serupa oleh Okezone.com di sini, serta juga dalam postingan YouTube lainnya seperti ini, ini dan ini; juga unggahan Facebook ini.
Klip video itu juga beredar dengan narasi serupa dalam bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Spanyol dan bahasa Portugis.
Lebih dari 35.000 orang tewas akibat gempa berkekuatan 7,8 magnitudo yang melanda Turki dan Suriah pada tanggal 6 Februari 2023, seperti dilansir AFP pada tanggal 14 Februari 2023. Lebih dari 12.000 bangunan hancur atau rusak berat di Turki, menurut pihak berwajib.
Video dari Jepang
Gabungan pencarian gambar terbalik di Google menggunakan tangkapan layar dari video dan pencarian kata kunci di YouTube menemukan rekaman yang sama diunggah di platform medsos itu di sini pada tanggal 17 April 2016.
Judul video berbahasa Inggris itu berbunyi: "Ambruknya bangunan Jepang."
Foto yang sepadan dengan video tersebut dimuat dalam laporan media daring Jepang, Net Labo, yang menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 April 2016 di sebuah bangunan berlantai sembilan, yang terletak dekat Stasiun Seiseki-Sakuragaoka di kota Tama, Tokyo bagian barat.
Seperti dilansir Net Labo: "perancah dan panel yang menutupi permukaan gedung roboh karena angin kencang. Untungnya, tak ada yang terluka, tetapi lalu lintas terkena dampak karena jalanan sekitar ditutup gara-gara kecelakaan tersebut."
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan sesat (kiri atas), video asli di YouTube (kanan atas) dan gambar di laporan Net Labo (bawah). AFP telah menandai foto yang paling mirip dengan video dengan warna merah.

Kejadian itu juga diliput oleh stasiun TV All-Nippon News Network (ANN) dan kantor berita Kyodo pada hari yang sama.
Berbagai foto dan video robohnya perancah gedung di Tama diunggah pengguna medsos Jepang di sini, di sini dan di sini pada tanggal yang sama, dan juga diterbitkan oleh situs blog berita dari Jepang dan luar negeri.
Penelusuran Stasiun Seiseki-Sakuragaoka di Google Street View menemukan gambar dari tahun 2015, yang menunjukkan bangunan yang sama di video unggahan menyesatkan -- meskipun tanpa perancah -- serta toko bercat merah yang sama yang berada di depan bangunan itu.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan Google Street View (kanan):

Dalam gambar Google Street View yang diambil di lokasi yang sama pada tahun 2017 terlihat bangunan tersebut tampaknya telah dirobohkan.
AFP telah menerbitkan laporan yang membongkar hoaks seputar gempa di Turki, seperti ini dan ini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami