Rekaman lama kampanye presiden 2024 dibagikan seolah-olah video baru
- Diterbitkan pada hari 17/02/2026 pukul 09:57
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Video dua tahun lalu, memperlihatkan jalanan yang dipenuhi pendukung dari calon presiden Anies Baswedan kembali beredar dalam sebuah postingan dengan narasi sesat yang menunjukkan politikus tersebut masih populer. Rekaman itu sebelumnya dibagikan pada Februari 2024, ketika mantan Gubernur Jakarta tersebut berkampanye untuk menjadi presiden d pemilu tahun 2024 --di mana ia kalah melawan Prabowo Subianto.
Video yang memperlihatkan kerumunan orang yang membawa berbagai bendera dan spanduk dibagikan di TikTok pada 6 Februari 2026.
"Pak Anies lihat pendukungmu di Medan," bunyi sebagian teks yang ditempelkan pada video.
"Belum jadi presiden, rakyat membelamu. Anies the best buat rakyat cerdas... 2/2/2026," lanjut tulisan tersebut. "Yang didukung rakyat sama didukung penipu dan kebohongan serta para penjilat emang beda kelas. Pak Anies selalu dicintai."
Rekaman itu juga dibagikan di TikTok.
"Medan itu cerdas, bro. Makanya pilih Pak Anies," kata salah satu pengguna.
"Rakyat Indonesia gak sabar ingin segera mengganti membersihkan boneka2 nya Jokodot yang masih bercokol di kabinet Merah Putih," kata pengguna lainnya menyindir mantan presiden Joko Widodo. Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ikut dalam kontestasi pemilu 2024 lalu mendampingi Prabowo sebagai wakil presiden.
Pemerintahan Prabowo mendapat banyak kritik dalam beberapa bulan belakangan, salah satunya dalam laporan The Jakarta Post yang menuliskan bahwa pemerintahannya dicerca karena pengurangan anggaran daerah dan mendapat kecaman atas partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat (tautan arsip).
Sebelumnya, pemerintah juga mendapat kritik karena mengabaikan tekanan untuk menyatakan bencana nasional atas banjir dan tanah longsor dahsyat di Sumatra pada Desember 2025 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 240.000 orang mengungsi (tautan arsip).
Namun, video yang beredar di media sosial itu tidak memperlihatkan Anies mengunjungi Medan pada Februari 2026 seperti yang diklaim pada postingan tersebut.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan gambar dari video sesat itu mengarahkan kepada rekaman sama yang dibagikan di TikTok pada 2 Februari 2024 (tautan arsip).
Video tersebut dibagikan dengan tanda pagar "presiden2024" dan "01", yang menandakan nomor urut capres Anies pada pemilu presiden 2024 lalu.
Acara kampanye itu juga diliput oleh berbagai media, seperti laporan video dari Tribun Sumsel Barat yang diunggah di YouTube pada hari yang sama dengan unggahan video TikTok (tautan arsip).
Kerumunan massa itu juga bisa terlihat pada video dan foto yang diunggah di Google Maps pada Februari 2024 (tautan arsip di sini dan sini).
AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait Anies sebelumnya.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami