Video lama memperlihatkan drone Iran dihancurkan oleh Israel, bukan militer AS

  • Diterbitkan pada hari 18/02/2026 pukul 07:36
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Setelah pesawat tempur Amerika Serikat menghancurkan drone Iran yang terbang dekat kapal induk AS, sebuah video beredar di media sosial dengan klaim salah bahwa rekaman itu memperlihatkan pesawat nirawak Iran ditembak jatuh di Laut Arab. Video itu sebenarnya telah beredar delapan bulan lalu dan menunjukkan drone Iran dihancurkan oleh sistem pertahanan Kubah Besi Israel.

"Jet tempur F-35 AS tembak jatuh drone 'Shahed 139' Iran di dekat kapal induk," tulis keterangan pada teks yang ditempelkan pada video TikTok tertanggal 5 Februari 2026.

Video itu memperlihatkan sebuah drone yang tengah melintas di udara sebelum akhirnya dihantam dari atas oleh sebuah proyektil dan meledak di udara.

Klip itu dibagikan beberapa hari setelah militer AS mengatakan bahwa jet tempur siluman F-35C menembak jatuh drone Iran yang "secara agresif" mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln pada tanggal 3 Februari (tautan arsip).

Kapal perang AS masih bersiaga di sana, sementara para pejabat AS dan Iran mengadakan pembicaraan tentang upaya untuk membatasi kemampuan Teheran dalam membuat senjata nuklir --sebuah ambisi yang selalu disangkal oleh negara republik Islam tersebut (tautan arsip).

Para pejabat terkait mengatakan pembicaraan masih akan berlanjut, bahkan setelah drone tersebut dihancurkan. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Donald Trump tetap membuka kemungkinan tindakan militer terhadap Iran.

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 12 Februari 2026, dengan tanda X merah ditambahkan oleh AFP

Video yang sama juga dibagikan di postingan TikTok dan Facebook.

"Kok bisa? Katanya drone Iran tercanggih di dunia," kata salah satu pengguna. 

"Itu hanya pancingan iran, mau melihat sejauh mana kekuatan mereka," tulis komentar lainnya.

Namun, video tersebut sebenarnya beredar sejak Juni 2025.

Pencarian gambar terbalik dan kata kunci tertentu di Google mengarahkan kepada video serupa yang diunggah oleh akun Instagram resmi berbahasa Spanyol milik Israel pada 14 Juni 2025 (tautan arsip).

Unggahan paling awal yang bisa AFP temukan di media sosial merupakan video dari pengguna Instagram bernama Tomer Nagli yang akunnya berbasis di Israel (tautan arsip).

AFP telah menghubungi Nagli, tetapi belum mendapatkan jawaban sampai artike ini dipublikasikan.

Rekaman itu juga diunggah di saluran YouTube Nagli dengan deskripsi: "Sebuah drone Shahed 136 dihantam oleh Kubah Besi Israel" (tautan arsip).

Teks yang ditempelkan pada video tersebut juga menyatakan bahwa rekaman itu diambil pada 14 Juni 2025 di daerah Galilea Atas. 

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video salah (kiri) dan video YouTube Tomer Nagli (kanan)

Pada saat itu, kedua negara saling melancarkan serangan udara besar-besaran menyusul serangan mendadak Israel terhadap Iran pada 13 Juni yang menghantam situs militer dan nuklir, serta daerah pemukiman warga (tautan arsip).

Serangan itu memicu konflik selama 12 hari di mana Iran membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel. Amerika Serikat turut bergabung dengan Israel dalam menyerang situs-situs nuklir Iran.

Konflik tersebut menjadi konfrontasi paling intens dan merusak antara Iran dan Israel hingga saat ini sebelum akhirnya mencapai gencatan senjata pada 24 Juni.

Angka dari otoritas setempat menyebutkan, setidaknya lebih dari 1.000 warga Iran meninggal dunia. Serangan balasan Iran juga mengakibatkan 29 orang meninggal dari pihak Israel. 

AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait konflik di Timur Tengah.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami