Video lama insiden di Tel Aviv diberi narasi salah terkait perang Iran melawan AS-Israel
- Diterbitkan pada hari 11/03/2026 pukul 05:56
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Sachin BAGHEL, AFP India
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Perang yang berkecamuk di Timur Tengah telah memicu arus misinformasi yang melibatkan konten visual, salah satunya sebuah video yang dibagikan di media sosial dengan klaim rekaman kepanikan di Tel Aviv setelah serangan balasan Iran. Video tersebut faktanya adalah rekaman tahun 2025 yang menunjukkan kepanikan warga Tel Aviv saat terjadi sebuah insiden yang awalnya diduga sebagai aksi teror.
"Warga panik saat rudal Iran menghantam Tel AViv, Minggu (1/3/2026) dini hari," tulis postingan Instagram yang dibagikan pada 2 Maret 2026.
Video pada postingan menunjukkan segerombolan orang berlarian di tengah lapangan terbuka.
Klaim serupa juga beredar dalam bahasa Inggris dan India menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu perang di Timur Tengah (tautan arsip). Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamanei dan beberapa petinggi militer Iran tewas dalam serangan itu.
Tehran membalas dengan menyerang Israel dan meluncurkan misil ke negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Di Israel, serangan rudal Iran menewaskan setidaknya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya di pusat kota Beit Shemesh pada 1 Maret, setelah sehari sebelumnya satu orang dilaporkan tewas di Tel Aviv (tautan arsip).
Tiga orang juga terluka di salah satu jalan utama di Yerusalem.
Perang regional itu juga telah menimbulkan korban di Lebanon, di mana Hezbollah, organisasi bersenjata yang didukung Tehran, meluncurkan drone dan roket ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan Khamenei.
Namun, video yang beredar di media sosial tersebut tidak ada kaitannya dengan perang yang sedang berlangsung.
Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan gambar dari video yang beredar menemukan video mirip yang diunggah oleh kanal berita Israel ILTV pada 30 April 2025 (tautan arsip).
"Sebuah penangkapan yang dilakukan oleh polisi di Alun-Alun Habima disalahartikan sebagai serangan teror, membuat kerumunan orang berlarian panik," tulis keterangan dalam postingan Instagram, merujuk pada sebuah ruang terbuka publik di Tel Aviv.
Postingan itu juga menyebut bahwa 21 orang dirawat karena syok dan luka ringan.
"Tidak ada tembakan yang dilepaskan — insiden tersebut merupakan tindak kriminal, bukan terkait teror."
Pencarian dengan kata kunci di Google menemukan sebuah laporan yang memberitakan bahwa peristiwa itu terjadi saat berlangsungnya sebuah acara peringatan di Tel Aviv (tautan arsip).
Menurut koran Times of Israel, keributan itu bermula ketika seorang pria ditangkap karena diduga menyerang polisi, namun orang-orang mengira hal itu adalah sebuah serangan teror (tautan arsip).
Sebelumnya, AFP telah menyanggah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami