Foto-foto ini diambil saat festival agama Hindu di India sebelum pandemi Covid-19

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Empat foto dibagikan di berbagai unggahan di Facebook dan Twitter dengan klaim foto-foto tersebut menunjukkan orang India membuang patung-patung dewa mereka karena dianggap gagal menangkal pandemi Covid-19. Klaim itu salah. Semua foto tersebut telah beredar secara daring tentang berbagai festival agama Hindu sebelum kasus Covid-19 dideteksi di India pada akhir bulan Januari 2020.

Kolase foto itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 13 Juni 2021.

Foto pertama di bagian atas menunjukkan patung dewa dewi mengapung di air, foto kedua di kanan bawah memperlihatkan jalanan yang yang dipenuhi patung-patung dan foto ketiga di kiri bawah menunjukkan patung dewi yang mengambang.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 30 Juni 2021

Status unggahan itu berbunyi: “Orang India membuang ribuan berhala ke jalan karena ketidakmampuan mereka melindungi masyarakat dari virus Corona...

“Kala para Dewa yang mereka sembah menjawab permohonan untuk tidak menyembuhkan mereka dari Covid-19, lantas mau apa... !?”

Kolase foto yang sama dengan klaim yang mirip juga dibagikan di Facebook dan di Twitter.

Sebuah unggahan dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia membagikan ketiga foto tersebut dan satu foto lainnya pada tanggal 21 Mei 2020 di sini.

Status unggahan itu berbunyi: “Ratusan penganut Hindu di India membuang berhala mereka setelah tidak dapat melindungi mereka dari virus Corona”.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan kedua, diambil pada tanggal 29 Juni 2021

Foto-foto tersebut juga beredar dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris di sini dan di sini; dalam bahasa Vietnam di sini, di sini dan di sini; bahasa Mandarin di sini dan sini; bahasa Khmer di sini; dan bahasa Tagalog di sini.

Foto-foto tersebut dibagikan di media sosial saat India sedang kewalahan menghadapi varian Delta, varian mutasi baru virus corona, yang mengakibatkan jumlah kasus Covid-19 melesat di negara tersebut, AFP melaporkan.

India mengonfirmasi kasus Covid-19 pertamanya pada tanggal 30 Januari 2020.

Akan tetapi, klaim itu salah.

Pencarian gambar terbalik, diikuti dengan pencarian kata kunci, menemukan keempat foto tersebut diambil sebelum pandemi virus corona dan telah beredar di berbagai laporan tentang festival agama Hindu sebelum kasus Covid-19 dideteksi di India.

Foto pertama

Foto pertama yang memperlihatkan patung dewa-dewi mengapung di air diambil oleh fotografer AFP pada bulan September 2017 dan bisa dilihat di sini di situs web AFP Forum.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan fotonya berbunyi: “Patung Dewi Hindu Durga mengapung di sungai Brahmaputra setelah dibenamkan saat Festival Dusshera di Guwahati pada tanggal 30 September 2017, di hari terakhir Durga Puja. Durga Puja, festival Hindu tahunan yang melibatkan pemujaan terhadap dewi Durga yang melambangkan kekuatan dan kemenangan kebaikan atas kejahatan dalam mitologi Hindu, berpuncak pada pembenaman berhala di air.”

Durga Puja adalah festival tahunan yang berlangsung selama 10 hari untuk merayakan kemenangan Dewi Durga atas raja iblis Mahishasura.

Guwahati adalah kota di negara bagian Assam, India.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan)

Foto kedua

Foto kedua yang menunjukan jalanan yang dipenuhi patung-patung diambil dari cuitan Vijay Nehra, mantan komisaris kotamadya Ahmedabad, di negara bagian Gujarat, India, tertanggal 11 Agustus 2019.

Cuitan Nehra berbunyi: “Para warga telah memutuskan untuk menjaga sungai #Sabarmati tetap bersih. Alih-alih membenamkan berhala Dashama di sungai, mereka dengan hormat meninggalkannya di tepi sungai!! Ribuan dan Ribuan dari mereka. Perubahan yang luar biasa.”

Festival Dashama, yang dirayakan setiap tahun untuk menghormati Dewi Dashama, berlangsung selama 10 hari dan diakhiri dengan merendam atau menempatkan patung-patungnya di dekat Sungai Sabarmati. Pada tahun 2019, festival tersebut dimulai pada tanggal 1 Agustus.

Sabarmati adalah sungai yang mengalir di Ahmedabad, kota di negara bagian Gujarat.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di cuitan Nehra (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di cuitan Nehra (kanan)

Foto ketiga

Foto ketiga yang memperlihatkan patung dewi mengambang di air diterbitkan di laporan India Times ini pada tanggal 3 Oktober 2019, dengan judul: “Tidak Ada Lagi Perendaman Berhala di Sungai Gangga dan Anak-Anak Sungainya, Kata Pemerintah; Pelanggar Akan Didenda 50.000 Rupee.”

Sebagian laporan itu berbunyi: “Pembenaman berhala dan bahan-bahan untuk puja termasuk bunga di sungai telah menjadi bagian integral dari berbagai festival Hindu selama berabad-abad.

“Tetapi selama musim festival mendatang, pemerintah pusat telah melarang perendaman berhala di Sungai Gangga, sungai suci agama Hindu, dan anak-anak sungainya.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di laporan India Times (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di laporan India Times (kanan)

Foto keempat

Foto keempat yang menunjukkan patung-patung di bantaran sungai dipublikasikan di sini di laporan New Indian Express tertanggal 6 Februari 2019 dengan judul: “‘Kekuatan Selebriti Dapat Menolong Yamuna’”.

Keterangan foto itu berbunyi: “Berhala, bunga, dan sampah kertas dibuang di tepi Sungai Yamuna setelah Ganesh Chaturthi berakhir.”

Paragraf pertama dari laporan tersebut berbunyi: “Untuk menurunkan polusi di Yamuna pasca pembenaman berhala, sebuah komite yang ditunjuk oleh National Green Tribunal (NGT) telah mengarahkan pemerintah Delhi untuk mengajak aktor film dan TV untuk menyebarkan pesan bahwa pembenaman berhala mengarah ke ‘tingkat toksisitas yang sangat tinggi’.”

Yamuna, yang melewati kota Delhi, adalah sungai besar di India bagian utara dan salah satu sungai paling suci di negara tersebut.

Ganesh Chaturthi adalah festival agama Hindu yang berlangsung selama 10 hari untuk merayakan kelahiran Ganesha, dewa berkepala gajah yang juga dianggap sebagai dewa kemakmuran dan pengetahuan.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di laporan New Indian Express (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di laporan New Indian Express (kanan)

AFP sebelumnya menerbitkan laporan periksa fakta ini, yang membongkar video yang dikatakan menunjukkan warga India membuang patung dewa mereka karena gagal melindungi mereka dari Covid-19.

COVID-19