Video ini direkam saat festival agama Hindu sebelum Covid-19 muncul di India pada tahun 2020

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton jutaan kali di berbagai unggahan di Facebook, YouTube dan TikTok dengan klaim rekaman video itu menunjukkan warga India membuang patung dewa ke sungai di tengah pandemi karena dianggap gagal melindungi mereka dari Covid-19. Klaim itu salah: video tersebut direkam saat festival tahunan agama Hindu bertahun-tahun sebelum kasus Covid-19 pertama dideteksi di India di bulan Januari 2020. 

Rekaman video berdurasi empat menit dan 36 detik itu diunggah pada tanggal 4 Mei 2021 di Facebook di sini dan telah ditonton 2.400 kali. 

Video itu memperlihatkan beberapa pria mengenakan rompi pengaman naik ke atas truk yang berisi patung-patung berukuran besar dan kemudian melemparkannya satu persatu dari atas jembatan ke sungai di bawahnya. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 17 Juni 2021

Status unggahan dan teks yang ditempel di video berbunyi: “Geger

Warga India buang patung Dewa ke sungai di tengah wabah corona”. 

Rekaman video dengan klaim serupa, bahwa warga India membuang patung dewa mereka karena dianggap gagal melindungi mereka dari pandemi, telah ditonton lebih dari 2,4 juta kali setelah muncul di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di YouTube di sini dan di sini.

Video itu juga dibagikan dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia dan bahasa Inggris

Video TikTok ini, yang diunggah pada tanggal 4 Mei 2021 dengan klaim serupa, menggabungkan klip di atas dengan klip yang menunjukkan seorang perempuan dengan pecahan patung di atas tanah. Video itu telah ditonton lebih dari 2,7 juta kali.

Tangkapan layar unggahan TikTok, diambil pada tanggal 22 Juni 2021

India mencatat rekor global dengan lebih dari 6.000 kematian akibat Covid-19 dalam waktu 24 jam pada tanggal 10 Juni 2021 dan total kematian mencapai 360.000 jiwa yang merupakan tertinggi ketiga di dunia, AFP melaporkan di sini

India mengonfirmasi pasien Covid-19 pertamanya pada tanggal 30 Januari 2020, seperti yang dilaporkan di sini dan di sini

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Video pertama

Pencarian gambar terbalik dengan InVid-WeVerifiy menemukan video yang sama telah dibagikan di media sosial setidaknya sejak tahun 2015. 

Rekaman video tersebut bisa dilihat di unggahan Facebook ini yang dibagikan pada tanggal 29 September 2015. Keterangan video itu menyebutkan “Ganesha” dan “pembenaman”. 

Ganesha, juga disebut sebagai Ganesh atau Ganapati, adalah dewa dalam agama Hindu yang berbadan manusia dan berkepala gajah. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video yang dibagikan di Facebook di tahun 2015 (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video yang dibagikan di Facebook di tahun 2015 (kanan)

Video yang sama juga dibagikan pada tanggal 24 September 2015 di Facebook di sini dengan keterangan dalam bahasa Telugu, yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Ini adalah cara polisi Telangana membuang Ganapati di Jembatan Sungai Krishna di sepanjang Jalan Raya Nasional 44, Distrik Mahbubnagar di negara bagian Telangana.” 

Hasil pencarian di Google Maps menemukan jembatan yang melintasi sungai Krishna di kota Beechupally. Saat dihubungi oleh AFP, kepala polisi Telangana, Rema Rajeshwari, mengonfirmasi video tersebut memang direkam di Beechupally. 

Lokasi jembatan tersebut bisa dilihat di Google Maps di sini

Setiap tahun di bulan Agustus atau September, penganut agama Hindu di India merayakan festival Ganesh Chaturthi selama 10 hari untuk memperingati kelahiran Ganesha. Salah satu ritualnya yaitu merendam patung Ganesha ke dalam sungai. 

Pada tahun 2015, festival itu berlangsung dari tanggal 17 sampai 27 September. 

Pada bulan September 2020, AFP menerbitkan video ini yang menunjukkan perayaan festival Ganesh Chaturthi di masa pandemi. 

Video kedua

Rekaman video kedua, yang menunjukkan seorang wanita dengan pecahan patung dewa, telah beredar secara daring setidaknya sejak bulan Februari 2018 di sini di YouTube.

Orang-orang di dalam video tersebut berbicara bahasa Bhojpuri, yang digunakan di beberapa daerah di negara bagian Bihar, India.

Seorang jurnalis AFP di Delhi mengatakan video itu memperlihatkan perselisihan mengenai tanah sebab perempuan di video mengatakan patung-patung dewa Hindu secara paksa diletakkan di tanah milik mereka.

Suara seorang pria terdengar di video itu dan berkata: “Hei, berhenti, atau kamu akan mati.”

Salah satu perempuan di video tersebut membalas dengan berkata: “Tidak ada tempat tinggal bagi manusia, tetapi mereka telah memasang patung Hanuman di sini. Lakukan apa yang kamu inginkan.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara adegan kedua di video TikTok (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara adegan kedua di video TikTok (kiri) dan video di YouTube (kanan)
COVID-19