Varian virus corona tidak dirilis sebagai bagian dari pandemi yang direncanakan

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah tabel yang diklaim menunjukkan jadwal peluncuran berbagai varian virus corona telah dibagikan di berbagai unggahan media sosial sebagai bukti teori konspirasi bahwa pandemi adalah hasil rancangan. Akan tetapi, para pakar menyatakan mutasi virus tak bisa diduga. Beberapa varian virus corona telah terdeteksi sebelum waktu yang tertulis di tabel itu. Organisasi Kesehatan Dunia dan organisasi lain yang logonya muncul di unggahan menyesatkan itu mengatakan kepada AFP bahwa gambar tersebut tak berasal dari mereka.

"JADWAL VIRUS VARIAN VARIAN BARU YG BAKAL DI SEBAR EL GLO - ILLUMINA," demikian bunyi klaim sebuah unggahan di Facebook pada tanggal 25 Juli 2021.

Status unggahan itu berlanjut: "Mereka sengaja sebar virus di tambah menggunakan propaganda ketakutan media.. sampe kita semua mau suntik pakcin yg sebener nya bukan pakcin.. tapi senjata bio kimia.

"- keren.. udah kaya film bioskop, udah ada jadwal kapan mulai tayang nya -".

Tangkapan layar dari unggahan yang menyesatkan, diambil pada tanggal 13 Agustus 2021

Unggahan tersebut membagikan sebuah gambar tabel dalam bahasa Spanyol dengan daftar nama varian dan tanggal peluncuran.

Unggahan tersebut memuat logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Forum Ekonomi Dunia (WEF), Universitas Johns Hopkins dan Yayasan Bill dan Melinda Gates.

Gambar serupa juga dibagikan dengan klaim serupa di Twitter di sini.

Di YouTube, seperti di sini, di sini dan di sini, gambar itu muncul dengan video pidato Presiden Joko Widodo kepada para kepala daerah pada tanggal 19 Juli 2021.

Gambar tersebut juga beredar dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Romania dan bahasa Jerman.

Ketika dihubungi AFP perihal jadwal tersebut, baik WHO maupun WEF mengatakan bahwa tabel tersebut tidak berasal dari mereka.

"Ini bukan dokumen WHO," ujar juru bicara WHO, Tarik Jasarevic dalam surelnya pada tanggal 2 Agustus 2021.

Chloe Laluc, ketua divisi keterlibatan publik di WEF, mengatakan kepada AFP pada tanggal 28 Juli 2021: "Kami sebelumnya tak pernah melihat foto tersebut dan tidak terlibat dalam pembuatannya."

Kantor pers Yayasan Bill dan Melinda Gates mengatakan klaim bahwa varian virus corona telah direncanakan sebelumnya adalah "salah".

Hingga diterbitkannya artikel ini, Universitas Johns Hopkins belum merespons pertanyaan AFP.

Jadwal tidak akurat

Selain penggunaan logo resmi yang menyesatkan, tanggal yang dicantumkan di foto itu juga tidak sepadan dengan linimasa ketika varian SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, terdeteksi.

Dalam daftar varian resmi SARS-CoV-2 dari WHO, kini disebut empat varian yang diwaspadai (variant of concern atau VOC), yakni Alpha, Beta, Gamma dan Delta, dan empat varian yang diperhatikan (variant of interest atau VOI), yakni Eta, Iota, Kappa dan Lambda.

Menurut tabel di unggahan menyesatkan, varian Delta "diluncurkan" pada bulan Juni 2021.

Namun seperti diperlihatkan di tabel WHO, varian Delta, yang merupakan salah satu varian yang paling menular, pertama kali dideteksi di India pada bulan Oktober 2020.

Tangkapan layar daftar varian yang diwaspadai dari situs WHO, diambil pada tanggal 9 Agustus 2021

Delta disebut sebagai varian yang diperhatikan (VOI) pada bulan April 2021 dan menjadi varian yang diwaspadai (VOC) sebulan kemudian.

Alpha, Beta dan Gamma tidak disebutkan dalam unggahan menyesatkan

Jadwal di unggahan menyesatkan juga mengklaim bahwa varian Eta akan diluncurkan pada bulan September 2021, Iota pada bulan November 2021, diikuti oleh Kappa dan kemudian Lambda dalam dua bulan setelahnya.

Akan tetapi, varian-varian ini telah terdeteksi di akhir tahun 2020. Eta dan Iota mendapat label varian yang diperhatikan pada bulan Maret 2021, sedangkan Kappa ditambahkan ke dalam daftar ini pada bulan April 2021 dan Lambda di bulan Juni 2021.

Tangkapan layar daftar varian yang diperhatikan dari situs WHO, diambil pada tanggal 9 Agustus 2021

Varian-varian muncul secara acak

Virus rutin bermutasi dan tidak ada bukti pandemi telah dirancang dari munculnya varian-varian SARS-CoV-2.

Seperti yang dijelaskan dalam videografis AFP ini, varian muncul secara acak melalui peredaran aktif virus saat ia bereplikasi di dalam tubuh manusia.

Para ilmuwan menggunakan pengurutan genom untuk mengidentifikasi varian baru dan mempelajari bagaimana dampaknya terhadap kesehatan.

Catherine Hill, epidemiolog di Institut Gustave Roussy di Prancis, mengonfirmasi perihal acak alami mutasi virus.

"Virus bermutasi tanpa tujuan dan ada sistem seleksi, yang berarti jika sebuah varian memiliki keunggulan — khususnya apabila ia lebih menular — ia akan berhasil," ujarnya pada tanggal 14 Juli 2021.

Menurut para spesialis yang dihubungi AFP, vaksinasi merupakan cara terbaik untuk meredam peredaran virus dan mengurangi risiko munculnya varian yang lebih kebal atau lebih menular.

"Semakin menyebarnya (virus), semakin banyak kesempatan yang virus miliki untuk mendapatkan solusi atas masalah seperti vaksinasi atau imunitas alami," kata Crepey Pascal, epidemiolog dan ahli biostatistik Prancis, pada pertengahan bulan Februari.

AFP juga telah membongkar klaim salah yang menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 massal akan berujung pada varian yang tidak terkendali, dan juga bahwa virus corona telah direncanakan sebelumnya.

Video Jokowi

Video di unggahan menyesatkan juga mencuplik pidato pengarahan Jokowi kepada para kepala daerah se-Indonesia pada tanggal 19 Juli 2021.

Saat itu, Jokowi menyatakan: "Akhir dari pandemi ini belum bisa diprediksi. Setelah varian pertama, kemudian datang varian Delta.

"Tiga hari yang lalu, WHO menyampaikan diperkirakan akan muncul lagi varian baru, varian baru lagi dan ini akan menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan. Artinya, kita butuh ketahanan napas yang panjang."

Komentar Jokowi itu terkait dengan peringatan WHO pada tanggal 15 Juli 2021 tentang adanya kemungkinan kuat kemunculan dan penyebaran varian Covid-19 "yang baru dan yang lebih berbahaya", seperti dilaporkan AFP.

Pernyataan Jokowi maupun WHO tak ada hubungannya dengan "jadwal peluncuran" varian virus corona.

COVID-19