Video ini telah beredar di laporan tentang kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines di tahun 1996

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton puluhan juta kali di Facebook, YouTube dan TikTok dengan klaim yang menyatakan video itu menunjukkan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada tanggal 9 Januari 2021. Klaim itu salah: video tersebut telah beredar secara daring di berbagai laporan tentang kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ke Samudera Hindia pada tahun 1996 setelah dibajak. 

Rekaman video berdurasi 32 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 10 Januari 2021 dan telah ditonton lebih dari 34.000 kali. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 12 Januari 2021

Status unggahan itu berbunyi: “Vidio amatur dari ponsel nelayan jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182.”  

Teks yang ditempel di video berbunyi: “vidio amatir dari ponsel nelayan. Innalillahiwainnailaihi rooji’uun. Pesawat jatuh”. 

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang membawa 62 orang, jatuh ke laut pada tanggal 9 Januari 2021, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, AFP melaporkan di sini

Rekaman video yang sama dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 26 juta kali di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; di YouTube di sini dan di sini; serta di TikTok di sini.

Rekaman video yang sama dengan klaim dalam bahasa Burma juga dibagikan di Facebook di sini dan di sini

Klaim itu salah.

Pencarian gambar terbalik di Google dengan keyframe video menemukan video ini yang diunggah di saluran YouTube Naked Science pada tanggal 18 Agustus 2014. Video ini melaporkan tentang pembajakan pesawat Ethiopian Airlines penerbangan 961 pada tahun 1996.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “Pesawat yang Dibajak - Pendaratan di Air”.

Keterangan video berbunyi: “Boeing 767-200ER dibajak pada tanggal 23 November 1996 dalam perjalanan dari Addis Ababa ke Nairobi dengan layanan Bombay – Addis Ababa – Nairobi – Brazzaville – Lagos – Abidjan, oleh tiga warga Ethiopia yang mencari suaka di Australia. Pesawat tersebut jatuh di Samudera Hindia dekat Komoro Besar, Kepulauan Komoro, karena kehabisan bahan bakar; 125 dari 175 penumpang dan awak pesawat tewas, bersama dengan para pembajak; sisa orang di atas pesawat selamat dengan luka-luka.”

Video di postingan yang menyesatkan telah dibalik secara horizontal dari video aslinya. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Naked Science (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Naked Science (kanan)

Kecelakaan tahun 1996 itu dirinci di sini di situs web Jaringan Keselamatan Penerbangan.

Pada tanggal 26 November 1996, CNN menerbitkan laporan mengenai video tersebut di sini.

Sebagian laporan itu berbunyi: “Rekaman video dramatis dirilis pada hari Selasa yang menunjukkan kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Penerbangan 961 yang dibajak hingga ke Samudra Hindia pada hari Sabtu, saat penyelidik memperdebatkan apakah dua pria yang ditahan termasuk di antara para pembajak.”

Laporan CNN itu selanjutnya menyatakan video kecelakaan tersebut diambil oleh “pasangan Afrika Selatan yang menyaksikan kecelakaan itu saat mereka berjemur di pantai hotel saat berbulan madu di Komoro.”

Sriwijaya Air crash