Video ini menunjukkan temuan barang dan jenazah korban pesawat Lion Air yang jatuh di tahun 2018

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton ribuan kali di Facebook, TikTok dan YouTube dengan klaim yang menyatakan video tersebut memperlihatkan serpihan tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada tahun 2021. Klaim itu salah: rekaman video tersebut beredar di tahun 2018 dan memperlihatkan temuan barang dan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. 

Salah satu rekaman video itu dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 10 Januari 2021 dan telah ditonton lebih dari 4.800 kali. 

Video berdurasi 24 detik tersebut memperlihatkan beberapa barang di atas kapal dan laut yang dipenuhi serpihan-serpihan yang mengambang di permukaan air. Suara seorang pria terdengar menyebutkan temuan yang disusun di atas kapal, “Sepatu adik kecil, tas dan dompet.” Dia selanjutnya berkata, “Lihat ini daging semua.”  

Status unggahannya berbunyi: “Serpihan tubuh korban dari pesawat sriwijaya SJ 182”. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 2 Februari 2021

Unggahan ini muncul sehari setelah pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182 jatuh ke laut, empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 9 Januari 2021, seperti dilansir AFP di sini

Rekaman video yang sama dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 5.500 kali Facebook di sini, di sini dan di sini; di TikTok di sini; serta di YouTube di sini

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Pencarian gambar terbalik di Yandex dengan keyframe video yang diekstrak dengan alat verifikasi digital InVID-WeVerify menemukan video dengan durasi lebih panjang diunggah di YouTube di sini pada tanggal 1 November 2018, berjudul: “Selamat Jalan Adik Kecil [Korban pesawat Lion Air JT-610 / PK-LQP] - Tugboat AS JAYA 11”. 

Sebagian keterangan video itu berbunyi: “Kapal Tug Boat AS JAYA 11 yang berlayar dari Kabupaten Pulang Pisau provinsi Kalimantan Tengah menuju ke Marunda  merupakan kapal yang pertama kali mendekat ke puing-puing pesawat Lion Air JT-610 dan menjadi saksi terjatuhnya pesawat tersebut.” 

Pada tanggal 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air JT 610 jatuh ke laut setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, menewaskan seluruh 189 orang penumpang dan kru pesawat, AFP melaporkan di sini

Berikut perbandingan tangkapan layar antara rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Metro TV dan tvOne menerbitkan reportase video, seperti ini, ini dan ini, yang melaporkan awak kapal AS Jaya II menyaksikan jatuhnya pesawat Lion Air dan membantu tim SAR mencari puing dan jenazah korban Lion Air. 

Di menit ke-3:49 video yang diunggah di saluran YouTube Kumparan pada tanggal 30 Oktober 2018, bisa terlihat wartawan media tersebut memegang sepatu anak kecil berwarna merah seperti yang terlihat di rekaman video di unggahan menyesatkan. 

Kumpulan laporan periksa fakta AFP mengenai berbagai rekaman video yang dibagikan dengan klaim yang salah yang menyatakan video-video itu memperlihatkan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182 bisa dibaca di sini

CRASH SRIWIJAYA