Pemandangan udara yang diambil pada tanggal 9 Agustus 2020, menunjukkan pemandangan umum pelabuhan Beirut, silo biji-bijian yang rusak dan kawah yang disebabkan oleh ledakan kolosal dari tumpukan besar amonium nitrat (AFP / STR)

Video yang telah disunting diklaim menunjukkan rudal menghantam pelabuhan Beirut

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video yang telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai unggahan di Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube dipakai untuk mengklaim video itu direkam dengan kamera “inframerah” dan menunjukkan serangan rudal yang menyebabkan ledakan di kota Beirut di bulan Agustus 2020. Klaim itu salah: video itu telah disunting dengan memasukkan rudal yang menghujam dari langit serta filter ditambahkan untuk memberikan ilusi pencitraan inframerah. 

Rekaman video berdurasi satu menit itu dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 7 Agustus 2020 dan telah ditonton lebih dari 1.500 kali. 

Sebagian status unggahan itu berbunyi: “Ledakan di LEBANON Pemicu nya Adalah RUDAL dari ISRAEL LAKNATULLAH.
Bukan Dr PETASAN

“NAMPAK REKAMAN KAMERA INFRA RED MENUNJUKKAN ADANYA SERANGAN RUDAL DARI LANGIT, DIDUGA PELAKU NYA ADALAH ISR43L...( LAKNATULLAH ’ALAIHIM AJMA’IN )
WALLAHU A’LAM.” 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 11 Agustus 2020

Video itu juga muncul di sini dan di sini di Facebook, di sini di Twitter dan di sini di Instagram, dan telah ditonton sedikitnya 7,900 kali. 

Video itu juga telah ditonton lebih dari 66.000 kali setelah diunggah dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris di sini dan di sini di Facebook, di sini di YouTube, di sini di Twitter dan di sini di Instagram. 

Rekaman video itu telah dibagikan dengan klaim dalam bahasa Prancis dan bahasa Arab.

Video itu memperlihatkan gumpalan besar asap membumbung di atas pelabuhan Beirut dan, sekitar enam detik kemudian, terlihat sebuah rudal menghantam pelabuhan dan menyebabkan ledakan besar.

Bagi pengguna media sosial yang membagikan video tersebut, itu merupakan bukti nyata bahwa ledakan di Beirut pada tanggal 4 Agustus 2020, yang menewaskan sedikitnya 160 orang dan melukai ribuan lainnya, diakibatkan oleh serangan rudal.

Presiden Lebanon Michel Aoun pada tanggal 7 Agustus 2020 telah mengatakan “kelalaian” atau sebuah “rudal atau bom” telah memicu meledaknya 2.750 ton amonium nitrat – zat yang sangat mudah meledak – yang disimpan di pelabuhan, tetapi penyebab pasti ledakan tersebut masih belum jelas. 

Ledakan itu memicu aksi protes di mana para demonstran menyatakan bencana itu tidak mungkin terjadi tanpa korupsi dan ketidakmampuan pemerintah Lebanon. 

Video asli

Dengan menggunakan InVid-WeVerify untuk mendapatkan frame video, AFP melakukan pencarian gambar terbalik. 

Versi pertama video tersebut bisa dilihat di situs web CNN Arabic, tertanggal 4 Agustus 2020. Diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “Lebanon ... Ledakan besar di dekat pelabuhan Beirut mengakibatkan cedera, kerusakan parah dan kekacauan di pusat ibu kota.”  

Tangkapan layar video CNN Arabic, diambil pada tanggal 7 Agustus 2020 (kiri) dan terjemahan Google judul video CNN Arabic, diambil pada tanggal 7 Agustus 2020 

Video yang sama dengan yang dibagikan di media sosial muncul pada detik ke-11 dalam video CNN, meskipun tidak ada rudal yang terlihat dan tidak ada filter negatif yang memberikan ilusi pencitraan inframerah. 

Tangkapan layar video asli, diambil pada tanggal 7 Agustus 2020 (kiri) dan video yang disunting, diambil pada tanggal 7 Agustus 2020 (kanan)

Video ledakan lainnya, yang diambil oleh banyak orang dan dari berbagai sudut, tidak menunjukkan rudal atau bom apapun sebelum ledakan.

Video mudah untuk disunting

Pengguna Twitter membuat video modifikasi mereka sendiri, menambahkan rudal, untuk menunjukkan betapa mudahnya video dapat disunting.

Pengguna ini menambahkan rudal palsu ke video ledakan lainnya dan menambah filter negatif. 

Video rekayasa serupa yang diklaim bahwa rudal adalah penyebab ledakan di Beirut juga tersebar di media sosial dan diperiksa oleh AFP dalam bahasa Portugis di sini.  

Sementara klaim-klaim menyesatkan lainnya tentang ledakan di Beirut, termasuk yang menyatakan itu adalah ledakan nuklir, telah diperiksa oleh AFP dan dapat dilihat di sini.

Beirut explosion