Penumpang kapal pesiar Diamond Princess, yang dikarantina untuk menghindari infeksi virus corona jenis baru COVID-19, melihat dari dek kapal yang bersandar di Terminal Pelabuhan Kapal Pesiar Daikaku di Yokohama pada tanggal 16 Februari 2020. (AFP/Behrouz Mehri) (AFP / Behrouz Mehri)

Cerita pasangan Australia memesan anggur menggunakan drone di tengah-tengah karantina virus corona di kapal pesiar hanyalah ‘prank’

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sejumlah berita dan unggahan media sosial di bulan Februari 2020 mengklaim sepasang suami-istri asal Australia yang sedang menjalani karantina di kapal pesiar di perairan Jepang telah memesan anggur menggunakan drone. Klaim tersebut salah: pasangan dari Australia itu mengatakan pada sebuah stasiun radio Australia bahwa unggahan di media sosial mereka tentang pengiriman anggur menggunakan drone hanyalah “prank”.

Berita tentang aksi pesan anggur menggunakan drone itu telah tersebar dimuat di berbagai negara, termasuk di Indonesia di sini di berita tanggal 10 Februari 2020.

Judul berita portal “Kabar Penumpang” itu berjudul: “Terjebak Karantina Virus Corona di Kapal Pesiar, Pasangan ini Pesan Anggur via Drone”.

Dua paragraf awal di artikel berita itu tertulis: 
“Meski berada di atas kapal pesiar nan mewah, namun bila dalam status dikarantina tentu ini bukan sesuatu yang menyenangkan. Saat ini ribuan penumpang dan awak kapal pesiar Diamond Princess tengah dikarantina di lepas pantai Yokohama, lantaran ada penumpang asal Wuhan, Cina yang diduga terinfeksi virus corona. Rupanya di tengah masa karantina 14 hari di lautan, ada kejadian unik yang patut diwartakan.

“Seprti dikutip dari dronedj.com (9/2/2020), disebutkan pasangan turis asal Australia dikabarkan sukses mengorder anggur lewat wahana drone copter. Pasangan tajir ini diketahui merasa terjebak di atas kapal pesiar, sementara kesulitan untuk memesan makanan dan minuman ke daratan. Pasangan yang tak disebutkan namanya itu kemudian menghubungi The Naked Wine Club.”

Berikut tangkapan layar laporan menyesatkan itu:

Tangkapan layar laporan menyesatkan

Pasangan asal Australia itu – belakangan diketahui bernama Jan Binskin dan Dave Binskin – menjalani karantina di kapal pesiar Diamond Princess di perairan Jepang pada saat itu.

Hingga tanggal 19 Februari 2020, setidaknya 542 orang di kapal itu telah positif terinfeksi virus corona baru, atau COVID-19, walau para penumpang telah dikurung di dalam kamar mereka selama 14 hari masa karantina, AFP melaporkan di sini.

Berita dengan klaim yang sama juga dimuat oleh Suara.com di sini, Liputan6.com di sini, dan media online lainnya seperti iniini dan di ini.

Tautan berita tentang pemesanan anggur menggunakan drone itu juga dibagikan di Facebook di sini dan di sini; dan di Twitter di sini dan di sini.

Kabar tentang pemesanan anggur itu juga telah dimuat dalam berbagai berita berbahasa Inggris, misalnya Mail Online, situs harian Inggris The Daily Mail, di sini dan The New York Post di sini.

Klaim tersebut salah; pasangan Australia itu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan sebuah radio Australia kalau cerita tentang pemesanan anggur menggunakan drone itu hanyalah candaan.

Dalam sebuah wawancara yang dimuat di sini oleh stasiun radio Australia, ABC Radio National, pada tanggal 17 Februari 2020, Jan Binskin mengatakan kalau cerita tersebut hanyalah “prank bernada optimistis dan positif” dan pasangan itu hanya meminum anggur yang telah disiapkan di kapal pesiar itu.

“Kami mendapatkannya dari petugas kabin kami,” Jan Binskin terdengar mengatakan di menit ke-11 di klip wawancara itu, setelah dia ditanya tentang pemesanan anggur itu.

“Kami tidak bisa percaya akan hal itu. Karena orang-orang tidak memeriksanya, dan tiba-tiba kami dengar beritanya sudah tersebar dalam berita. Informasi itu cuma berasal dari Facebook pribadi kami. Hal tersebut hanyalah prank bernada optimistis dan positif ... ini seperti ‘kena kau!’”

Pasangan itu mengunggah foto botol anggur dan dua gelas di Facebook pada tanggal 9 Februari 2020.

Status Facebook di foto tersebut jika diterjemahkan artinya: “Apakah orang-orang masih percaya cerita-cerita dongeng ini?😆😆😆😂😂😂🤣🤣🍷🍷🍷🍷🍷🚢🚢🚢🚢”.

Kebingungan soal pemesanan anggur itu bermula saat pasangan itu mengunggah gambar anggur ini di akun Facebook pribadi mereka pada tanggal 7 Februari 2020. Status Facebook tersebut artinya: “Naked Wine Club anda luar biasa. Baru saja mendapatkan First Drop. Terima kasih Tuhan atas dronenya. Petugas pantai Jepang tidak tahu apa yang sedang terjadi.”