Seorang polisi Indonesia yang memakai helm bertema Covid-19 atau virus corona sedang berkampanye dan mendisinfeksi kendaraan pengendara kendaraan bermotor di Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 3 April 2020. (AFP / Juni Kriswanto)

Meluruskan mitos-mitos seputar COVID-19

Rumor, mitos dan misinformasi tentang virus corona telah menyebar secepat virus itu sendiri. AFP Periksa Fakta telah memverifikasi disinformasi yang muncul bersamaan dengan kasus-kasus virus corona baru di seluruh dunia.

Berikut daftar 73 artikel periksa fakta dalam bahasa Indonesia sampai saat ini, dimulai dari yang terbaru:  

(Diperbarui 30 Juni 2020) 

73. Unggahan menyesatkan mengklaim Bill Gates berencana membuat vaksin yang dilengkapi microchip

Berbagai unggahan di Facebook dan Twitter mengklaim Bill Gates berencana membuat vaksin COVID-19 yang dilengkapi dengan microchip dengan tujuan untuk mengontrol manusia. Klaim tersebut salah: seorang juru bicara Yayasan Bill & Melinda Gates, yang didirikan oleh Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates, telah membantah klaim itu.

30 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini.

72. Video ini telah beredar di laporan tentang prosesi pemakaman komandan militer di Iran di bulan Januari 2020

Sebuah rekaman video yang dimaksudkan untuk menunjukkan unjuk rasa di AS selama pandemi COVID-19 telah ditonton ratusan ribu kali di Facebook. Klaim itu salah: rekaman tersebut telah beredar di laporan media tentang ribuan orang di Iran yang menghadiri prosesi pemakaman pemimpin militer Qasem Soleimani di bulan Januari 2020.

26 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini

71. Ini adalah video acara karnaval di Brazil tahun 2018, bukan pesta di Italia

Sebuah video yang telah ditonton lebih dari sejuta kali di berbagai postingan di Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram diklaim menunjukkan pesta gay atau homoseksual di Italia beberapa saat sebelum negara itu terkena wabah virus corona baru. Klaim tersebut salah: tayangan video itu menunjukkan acara karnaval yang diselenggarakan di Brazil pada bulan Februari 2018, sekitar dua tahun sebelum Italia mencatat kasus COVID-19 pertama.

25 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini.

70. Memakai masker tidak menyebabkan hipoksia

Berbagai unggahan di Facebook membagikan klaim yang menyatakan penggunaan masker untuk waktu lama dapat mengakibatkan hipoksia, atau kekurangan oksigen di dalam tubuh. Namun, klaim itu salah. Selama masker dikenakan dengan benar, perlengkapan yang biasa digunakan sebagai pelindung diri tersebut tidak menghalangi jalur oksigen, kata para pakar. 

16 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini

69. Video ini memperlihatkan gubernur Jakarta berbicara di KTT online mengenai penanganan pandemi

Sebuah rekaman video telah ditonton ribuan kali di berbagai postingan Facebook dan YouTube dengan klaim yang menyatakan video itu menunjukkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan internasional sebagai “gubernur terbaik” dalam menangani pandemi virus corona baru. Klaim itu menyesatkan: klip tersebut memperlihatkan Anies ambil bagian dalam pertemuan tingkat tinggi virtual tentang penanganan COVID-19 bersama sejumlah pemimpin kota lainnya. 

15 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini.

68. Informasi menyesatkan menyebut Italia menemukan bahwa COVID-19 disebabkan oleh bakteri, bisa disembuhkan dengan paracetamol

Sejumlah unggahan di Facebook dan Twitter yang telah dibagikan ribuan kali mengklaim Kementerian Kesehatan Italia telah menemukan bahwa COVID-19 disebabkan oleh bakteri. Unggahan itu lebih jauh mengklaim COVID-19 diperparah dengan radiasi elektromagnetik jaringan 5G, dan penyakit itu dapat disembuhkan dengan meminum obat pereda nyeri seperti paracetamol. Klaim tersebut salah: Kementerian Kesehatan Italia menyebut unggahan itu “hoaks”; klaim itu juga telah dibantah ahli kesehatan internasional yang menemukan COVID-19 disebabkan oleh virus corona baru.

9 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini.

67. Video ini menunjukkan gereja di Amerika Serikat saat pelayanan Paskah secara daring di bulan April 2020

Sebuah video telah ditonton ribuan kali di berbagai postingan Facebook dan YouTube, dan diklaim menunjukkan sebuah gereja di Italia yang kosong setelah hampir semua jemaatnya telah meninggal dunia karena virus corona baru. Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan gereja di negara bagian Mississippi di Amerika Serikat  sewaktu pelayanan Paskah secara daring di bulan April 2020. 

3 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini

66. Video ini memperlihatkan salat Idul Fitri di Tiongkok bagian barat laut pada tahun 2015

Rekaman video yang telah ditonton ribuan kali di Facebook dan YouTube dengan klaim bahwa klip itu memperlihatkan warga Tiongkok masuk Islam karena virus corona baru. Klaim itu salah: rekaman video itu sebenarnya menunjukkan salat Idul Fitri di kota Xining, Tiongkok, pada tahun 2015, beberapa tahun sebelum pandemi. 

2 Juni 2020

Baca selengkapnya di sini

65. Ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti garam dapat mengobati COVID-19

Sebuah unggahan telah dibagikan ribuan kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim garam adalah obat mujarab untuk mengobati COVID-19. Klaim tersebut salah: ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti ilmiah bahwa garam dapat mengobati penyakit virus corona baru, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit tersebut.

29 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini.

64. Anak laki-laki ini berbicara bahasa Spanyol – videonya telah beredar online sebelum Italia melaporkan korban kematian COVID-19 pertama

Sebuah rekaman video telah ditonton lebih dari 11 juta kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihatkan seorang anak laki-laki dari Italia menatap langit malam sembari memanggil ibunya yang meninggal karena virus corona baru. Namun, klaim itu salah: anak di video tersebut berbicara bahasa Spanyol; klip itu juga telah beredar secara online sebelum Italia mencatat kematian pertama akibat COVID-19 pada bulan Februari 2020. 

27 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini

63. Video ini menggabungkan beberapa klip insiden berbeda yang terjadi sebelum April 2020

Sebuah video yang telah ditonton ratusan ribu kali di YouTube dan Facebook diklaim menunjukkan insiden anti-Tiongkok di Indonesia di bulan April 2020, saat pandemi COVID-19. Klaim tersebut menyesatkan: video itu telah menggabungkan klip yang telah beredar di beberapa laporan insiden berbeda yang terjadi antara bulan Juni 2011 dan Januari 2020. 

25 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini.

62. Video ini memperlihatkan kawanan burung hitam di Texas pada tahun 2016

Sebuah video telah ditonton ribuan kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter dan YouTube pada bulan Mei 2020 dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihaktan burung gagak “berdatangan di kota Texas” setelah “menyerang kota Wuhan, China”. Unggahan tersebut dibagikan saat negara-negara di seluruh dunia terus memerangi penyebaran virus corona baru, yang pertama kali dideteksi di Wuhan pada bulan Desember 2019. Klaim di unggahan itu salah: video tersebut menunjukkan burung hitam berkerumun di negara bagian Texas, AS, pada bulan Desember 2016; suara di video di beberapa unggahan telah dimanipulasi.

20 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini

61. Foto ini menunjukkan warga India yang pulang ke negaranya dari Singapura saat pandemi COVID-19

Sebuah foto yang menunjukkan barisan penumpang duduk memakai masker dan pelindung wajah di atas sebuah pesawat telah dibagikan berulang kali di Facebook dengan klaim foto itu diambil di Indonesia saat pandemi COVID-19. Klaim tersebut salah: foto itu menunjukkan warga India yang pulang ke negaranya dari Singapura menggunakan pesawat carteran pemerintah mereka saat pandemi.

20 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini

60. Video-video ini memperlihatkan korban kebocoran gas di pabrik kimia di India pada bulan Mei 2020

Empat video yang menunjukkan orang-orang tergeletak di jalan dan dimasukkan ke ambulans telah dibagikan berulang kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan itu adalah kondisi India dikarenakan COVID-19. Klaim itu salah: keempat video tersebut menunjukkan korban kebocoran gas di pabrik kimia di India pada bulan Mei 2020. 

15 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini.

59. Film ‘Plandemic’ menyebarkan klaim sesat tentang COVID-19

Film “Plandemic” – berisi rekaman wawancara berdurasi hampir 26 menit – telah dibagikan dalam berbagai unggahan media sosial. Namun video itu, yang YouTube dan Facebook berupaya hapus karena melanggar kebijakan konten mereka, berisi sejumlah klaim salah atau menyesatkan, termasuk klaim tentang virus corona baru, menurut berbagai pakar.

15 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini.

58. Video ini menunjukkan pelanggan wanita yang ditangkap karena mengganggu ketertiban di sebuah supermarket di Australia

Rekaman video yang memperlihatkan seorang wanita tengah diborgol oleh polisi telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok dengan klaim yang menyatakan dia ditangkap karena meludahi buah-buahan di sebuah supermarket di Australia padahal ia terinfeksi virus corona. Klaim itu salah: video itu telah beredar di berbagai laporan media tentang wanita yang ditangkap karena mengganggu ketertiban di sebuah supermarket di Sydney, Australia. 

14 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini

57. Foto ini telah disunting – foto yang asli telah beredar di laporan media tentang polisi Saudi yang salat di depan Ka’bah pada tahun 2020

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria duduk di dekat Ka’bah telah dibagikan berulang kali di Facebook, Instagram, Twitter dan blog dengan klaim yang menyatakan petugas kebersihan masjid adalah satu-satunya orang yang diperbolehkan duduk di sekitar Ka’bah saat karantina wilayah. Klaim itu salah: laporan media menunjukkan foto itu menampilkan seorang polisi Saudi yang tengah salat di Ka’bah; foto tersebut juga telah disunting untuk menghilangkan dua orang yang berdiri dekat pagar yang mengelilingi bangunan suci itu.

11 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini.

56. Video ini memperlihatkan perayaan di Dubai setelah otoritas setempat melonggarkan karantina wilayah

Rekaman video yang menunjukkan parade di jalanan telah ditonton lebih dari 160.000 kali di Facebook, Instagram, TikTok dan YouTube dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihatkan orang-orang merayakan berakhirnya karantina wilayah atau lockdown di Arab Saudi. Klaim itu salah: video itu direkam di Dubai dan cocok dengan laporan media tentang warga yang melakukan perayaan setelah otoritas Dubai melonggarkan lockdown 24 jam di dua distrik di kota itu. 

8 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini.

55. Video ini menunjukkan monyet berenang di sebuah apartemen di India saat lockdown COVID-19

Sebuah video monyet berenang di kolam renang telah ditonton hampir ratusan ribu kali di Twitter, Facebook, dan YouTube dan diklaim terjadi di sebuah hotel di Bali saat karantina wilayah (lockdown) COVID-19. Klaim tersebut salah: video sesungguhnya menunjukkan monyet berenang di sebuah kolam apartemen di India saat terjadi karantina wilayah akibat pandemi virus corona baru.

​4 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini

54. Video ini menunjukkan doa lintas agama di Italia untuk mengenang korban COVID-19 

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali di Twitter, Facebook dan YouTube dan diklaim menunjukkan acara pembacaan Alquran yang diselenggarakan pemerintah Italia untuk melawan pandemi virus corona. Klaim tersebut menyesatkan: klip tersebut menunjukkan acara doa lintas agama yang diselenggarakan Keuskupan Carpi, di bagian utara Italia, untuk mengenang korban COVID-19.

​1 Mei 2020

Baca selengkapnya di sini

53. Peraih Nobel Tasuku Honjo membantah kutipan ‘salah’ tentang virus corona baru yang mengatasnamakan dirinya

Berbagai unggahan di Facebook, Twitter dan beberapa situs web membagikan kutipan tentang virus corona baru yang mengatasnamakan Tasuko Honjo, dokter asal Jepang yang juga peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2018. Menurut unggahan yang telah dibagikan ratusan kali itu, Dr. Honjo konon mengatakan virus tersebut “tidak alami” dan “dibuat di Tiongkok” dan bahwa dia sebelumnya pernah bekerja di laboratorium di Wuhan, Tiongkok selama empat tahun. Klaim itu menyesatkan: Dr. Honjo mengatakan dia tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu dan unggahan-unggahan tersebut menyebarkan “informasi yang salah”. Biografi Dr. Honjo di situs web Universitas Kyoto menunjukkan dia tidak pernah memegang posisi apapun di laboratorium di Tiongkok maupun di negara tersebut. 

​29 April 2020

Baca selengkapnya di sini

52. Polisi setempat menyebut berita itu hoaks dan ceritanya berasal dari berita lama

Sejumlah laporan media dan unggahan media sosial di bulan Maret 2020 mengklaim 59 jemaat gereja di Afrika Selatan tewas setelah meminum cairan Dettol atas rekomendasi seorang pendeta di gereja itu untuk mencegah penyakit virus corona baru, atau COVID-19. Walau berdasarkan kisah nyata, klaim tersebut salah – polisi Afrika Selatan membantah sedang melakukan penyelidikan atas kejadian itu.

​29 April 2020

Baca selengkapnya di sini

51.Informasi tentang virus corona yang dikaitkan dengan Universitas Johns Hopkins adalah hoaks

Sejumlah akun media sosial dan portal berita mengunggah informasi berisi poin-poin tentang virus corona baru dan informasi itu dikaitkan dengan Universitas Johns Hopkins,  salah satu sumber informasi utama tentang COVID-19. Namun program kedokteran universitas di Amerika Serikat itu membantah informasi tersebut berasal dari mereka; dan meskipun sebagian poin dalam unggahan akurat, pakar kesehatan mengatakan sebagian lainnya berisi klaim yang salah atau menyesatkan.

29 April 2020

Baca selengkapnya di sini

50. Ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti bahwa makan makanan alkali dapat mencegah COVID-19

Sebuah klaim yang menyatakan bahwa makanan dengan tingkat pH di atas tingkat pH virus corona baru dapat mencegah COVID-19 telah dibagikan ratusan kali setelah muncul berulang kali di Facebook, Twitter dan YouTube. Klaim itu salah: ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung klaim tersebut; per April 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada “obat” untuk COVID-19 dan “tak ada data yang cukup” bahwa “diet alkali secara khusus dapat melindungi dari COVID-19”.

28 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

49. Video ini menunjukkan demo di Hamburg dan telah beredar online sejak bulan Januari 2020

Rekaman video yang diklaim menunjukkan orang-orang di Italia meneriakkan “Allahu Akbar” dan meminta “pertolongan dari Allah” saat pandemi virus corona telah ditonton lebih dari sejuta kali di Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok. Klaim itu salah: video itu direkam di Hamburg, Jerman, dan cocok dengan laporan tentang unjuk rasa di kota tersebut pada bulan Januari 2020 untuk menentang penindasan muslim Uighur di Tiongkok.

23 April 2020

Baca selengkapnya di sini

48. Video ini menunjukkan FBI menggrebek rumah tinggal seseorang, bukan sinagoge

Sebuah video telah ditonton puluhan ribuan kali di Twitter, Facebook dan YouTube dan diklaim menunjukkan penggerebekan sinagoge di Kota New York oleh anggota FBI karena digunakan untuk menimbun masker dan peralatan medis. Klaim tersebut menyesatkan: penggerebekan terjadi di sebuah rumah tinggal di Kota New York, bukan di sebuah sinagoge.

22 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

47. Video ini sebenarnya memperlihatkan orang-orang berdoa di Peru pada tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19

Rekaman video yang memperlihatkan puluhan orang sedang bersujud telah ditonton ribuan kali di Facebook dan YouTube dengan klaim yang menyatakan mereka adalah warga Italia yang tengah berdoa supaya wabah virus corona baru segera hilang. Klaim itu salah: video itu menunjukkan acara berdoa bersama di Peru pada bulan Desember 2019, beberapa minggu sebelum Italia melaporkan kasus pertama penyakit virus corona baru, atau COVID-19. 

17 April 2020

Baca selangkapnya di sini.

46. Video ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump menghadiri acara doa lintas agama di gereja pada tahun 2017

Sebuah video yang diunggah di Facebook dan YouTube di bulan Maret dan April 2020 telah ditonton ratusan ribu kali, dan diklaim menunjukkan pembacaan ayat Alquran dalam pembukaan sidang Senat Amerika Serikat yang dihadiri Presiden Donald Trump di tengah pandemi COVID-19. Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan acara doa lintas agama di sebuah gereja yang dihadiri Trump pada bulan Januari 2017, selepas pelantikan dirinya sebagai presiden.

17 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

45. Video ini menunjukkan aksi unjuk rasa di Kota New York pada tahun 2017

Rekaman video telah ditonton ribuan kali di Facebook dengan klaim video itu menunjukkan muslim di AS ramai-ramai salat di jalanan saat pandemi virus corona. Klaim itu salah. Video tersebut telah beredar di internet sejak bulan Februari 2017 dan juga cocok dengan klip lain di laporan media tentang unjuk rasa menentang larangan pendatang Muslim yang dikeluarkan Presiden Donald Trump.

17 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

44. Unggahan media sosial membuat klaim salah bahwa AS menangkap ilmuwan Harvard yang menjual virus corona ke Tiongkok

Sebuah video yang ditonton hampir dua juta kali di Twitter memperlihatkan pihak berwenang Amerika Serikat berbicara kepada jurnalis dengan klaim orang-orang di video sedang mengumumkan penangkapan seorang ilmuwan Universitas Harvard karena memproduksi dan menjual virus corona ke Tiongkok. Tetapi klaim tersebut salah: tayangan di video tidak ada hubungannya dengan COVID-19 dan para ilmuwan membantah bahwa virus corona jenis baru dibuat oleh manusia.

15 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

43. Foto-foto ini telah beredar di internet setidaknya sejak bulan Maret 2019, sebelum pandemi COVID-19

Dua foto yang menunjukkan uang berserakan di jalanan telah dibagikan puluhan ribu kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan itu adalah foto uang yang dibuang warga Italia karena uang tidak bisa melindungi mereka dari kematian. Klaim itu salah: foto-foto tersebut telah beredar secara online setidaknya sejak bulan Maret 2019 di dalam laporan tentang dua kejadian berbeda di Venezuela, yang dilanda krisis moneter.  

15 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

42. Video ini menunjukkan konser paduan suara di Turki pada tahun 2011

Rekaman video yang dikatakan memperlihatkan para musisi dari latar belakang agama yang berbeda melantunkan 99 nama Allah saat wabah virus corona di Selandia Baru telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook. Klaim itu salah; video itu telah beredar secara online tentang konser paduan suara yang diadakan di Turki pada tahun 2011. 

14 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

41. Video ini telah beredar di laporan tentang unjuk rasa anti pemerintah di Azerbaijan pada tahun 2019

Sebuah video yang diunggah di berbagai postingan media sosial pada bulan Maret dan April 2020 diklaim menunjukkan polisi Italia sedang menangkap para lansia karena tidak mematuhi larangan keluar rumah saat pandemi COVID-19. Klaim tersebut salah: video itu pernah dimuat dalam berita tentang unjuk rasa anti pemerintah pada bulan Oktober 2019.

9 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

40. Rekaman video diambil di Azerbaijan di bulan November 2019

Sebuah video ditonton ribuan kali di Facebook, YouTube dan Twitter dan diklaim menunjukkan azan pertama di Spanyol saat wabah virus corona setelah dilarang selama 500 tahun. Klaim tersebut salah: tayangan video itu diambil di Azerbaijan, di bulan November 2019, sebelum pandemi COVID-19. Tak ada larangan azan di Spanyol dalam beberapa waktu terakhir ini.  

9 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

39. Foto ini memperlihatkan peti-peti jenazah korban gempa bumi di Italia pada tahun 2009

Sebuah foto yang dimaksudkan untuk menunjukkan peti-peti jenazah korban virus corona di Italia telah dibagikan ratusan kali di Facebook. Klaim itu salah: foto tersebut telah beredar di laporan media di tahun 2009 tentang peti-peti jenazah korban gempa bumi yang menghantam kota L’Aquila, di Italia. 

8 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

38. Video ini memperlihatkan kerusuhan di London pada tahun 2011 – hampir sedekade sebelum wabah COVID-19

Rekaman video telah ditonton ribuan kali di Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube dengan klaim video itu menunjukkan kerusuhan dan penjarahan berbagai toko di Inggris saat karantina virus corona. Klaim itu salah: video tersebut telah beredar secara online sejak bulan Agustus 2011 tentang kerusuhan di Peckham, London. 

8 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

37. Video ini memperlihatkan latihan keamanan yang mensimulasikan penyanderaan di bandara di Dakar

Sebuah video yang dimaksudkan untuk menunjukkan penumpang asal Ethiopia yang panik akibat terinfeksi virus corona setelah kembali dari Italia telah ditonton ratusan kali di Facebook. Klaim itu salah: video tersebut telah digunakan dalam konteks yang menyesatkan karena sebenarnya memperlihatkan latihan keamanan yang mensimulasikan penyanderaan di sebuah bandara di Dakar, Senegal, pada bulan November 2019. 

3 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

36. Suara dalam video itu telah disunting – di rekaman asli Saddam Hussein tak membicarakan COVID-19

Video mantan presiden Irak, Saddam Hussein, telah dibagikan di sejumlah unggahan media sosial dan diklaim menunjukkan di hadapan kabinetnya di tahun 1990, ia berkata bahwa Amerika Serikat telah mengancam negaranya dengan virus corona baru. Klaim tersebut salah: suara dalam rekaman video telah disunting; tidak ada sebutan virus corona di dalam video aslinya yang berasal dari arsip video Associated Press.

3 April 2020

Baca selengkapnya di sini.

35. Ahli kesehatan tidak merekomendasikan menggunakan tisu antiseptik sebagai masker

Sebuah unggahan di Facebook yang telah ditonton ratusan ribu kali berisi video seorang wanita yang memperagakan cara membuat “masker pelindung virus corona” dari tisu antiseptik atau tisu basah. Perusahaan pembuat tisu basah di video itu mengatakan tisu basah tidak boleh digunakan sebagai masker; dan ahli kesehatan juga mengingatkan bahayanya bagi kesehatan.

2 April 2020

Baca selengkapnya di sini

34. Foto ini memperlihatkan presiden Brazil menangis saat pidato di tahun 2019, bukan presiden Italia

Sebuah foto telah dibagikan ribuan kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan itu adalah foto presiden Italia yang menangis karena epidemi virus corona yang telah merenggut ribuan nyawa di negaranya. Klaim itu salah: foto tersebut memperlihatkan Presiden Brazil Jair Bolsonaro menjadi emosional saat berpidato di acara Thanksgiving pada bulan Desember 2019. 

1 April 2020

Baca selengkapnya di sini

33. Foto singa ini diambil di Afrika Selatan pada tahun 2016 – tak ada hubungannya dengan pandemi virus corona

Tangkapan layar unggahan yang memperlihatkan seekor singa di tengah jalan kota dengan klaim yang menyatakan Rusia telah mengerahkan ratusan singa dan harimau untuk memaksa warga tinggal di rumah selama “lockdown” virus corona telah dibagikan ribuan kali di Facebook dan Twitter. Klaim itu salah: foto di unggahan tersebut diambil di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tahun 2016; Rusia juga tidak memberlakukan lockdown dalam skala besar sampai saat ini. 

31 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini.

32. Video itu telah ada di internet sejak tahun 2011 – beberapa tahun sebelum epidemi COVID-19

Sebuah video yang ditonton ratusan kali di media sosial diklaim menunjukkan warga Muslim Tiongkok sedang menunaikan ibadah salat Jumat secara berjamaah di sebuah masjid di tengah wabah COVID-19. Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan warga Muslim menunaikan shalat berjamaah di sebuah masjid di kota Xining, Tiongkok, pada tahun 2011, beberapa tahun sebelum terjadinya wabah virus corona baru.

30 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

31. Video ini telah beredar secara online tentang lelucon yang terjadi di Brazil pada tahun 2019

Sebuah video yang memperlihatkan drone menembakkan kembang api ke sebuah bangunan telah ditonton ratusan ribu kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan peristiwa tersebut terjadi di Kuala Lumpur saat karantina secara nasional akibat virus corona. Klaim itu salah: suara di video telah dimanipulasi; video tersebut sebenarnya menunjukkan lelucon yang dilakukan oleh seorang influencer asal Brazil di bulan Juli 2019. 

27 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

30. Belum ada kesepakatan yang menetapkan klorokuin sebagai obat COVID-19

Sejumlah unggahan di media sosial membagikan gambar obat antimalaria, klorokuin fosfat, dan diklaim sebagai obat penyakit virus corona jenis baru, atau COVID-19. Klaim tersebut menyesatkan: meskipun sebuah penelitian menemukan “terlihat kemanjuran” molekul obat dalam penanganan virus corona baru, uji klinik masih terus dilakukan. 

26 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

29. Produsen Dettol belum menguji keefektifan produk-produknya terhadap virus corona jenis baru

Dua foto antiseptik cair Dettol telah dibagikan ratusan kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan produk tersebut mampu melawan virus corona. Klaim itu menyesatkan: referensi produk tersebut mengenai “virus corona” menyatakan keefektifannya melindungi orang-orang dari kelompok virus secara umum, termasuk flu biasa; produsen Dettol mengatakan mereka belum menguji produk-produknya terhadap virus corona baru.

25 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini.

28. UNICEF bantah keluarkan pedoman pencegahan penyakit virus corona jenis baru

Sebuah pesan tentang cara mencegah penularan virus corona jenis baru telah dibagikan ribuan kali di sejumlah unggahan di Facebook, Twitter, Instagram dan pesan WhatsApp dan diklaim pesan tersebut berasal dari lembaga UNICEF, lembaga dana anak-anak milik Perserikatan Bangsa-Bangsa. Klaim tersebut salah: UNICEF mengatakan lembaga itu tidak pernah mengeluarkan informasi seperti itu; beberapa poin dalam pesan itu bertentangan dengan saran para ahli tentang virus corona. 

24 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

27. Pakar kesehatan membantah klaim menyesatkan bahwa mandi dengan air panas bisa mencegah COVID-19

Sejumlah postingan di Facebook mengklaim bahwa mandi dengan air panas adalah cara efektif untuk menghindarkan penyakit virus corona jenis baru, atau COVID-19. Klaim tersebut menyesatkan: pakar kesehatan mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi dengan air panas bisa menghindarkan diri dari tertular virus corona, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan mandi dengan air yang sangat panas bisa “berbahaya”.

24 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

26. Pakar kesehatan membantah klaim yang menyatakan COVID-19 cocok dengan pola penyebaran wabah virus setiap 100 tahun sekali

Klaim yang menyatakan virus corona baru atau COVID-19 cocok dengan pola penyebaran wabah akibat virus yang terjadi setiap 100 tahun sekali telah dibagikan ratusan kali di Facebook, Twitter dan YouTube. Klaim itu salah. Pernyataan menyesatkan itu berisi informasi yang tidak akurat secara historis dan mengabaikan wabah lain yang tidak sesuai dengan pola yang diasumsikan. Pakar kesehatan mengatakan kepada AFP beberapa virus tertentu bersifat musiman tetapi tidak ada dasar untuk klaim yang menyatakan wabah akibat virus terjadi setiap satu abad sekali. 

23 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

25. Klaim bahwa Cristiano Ronaldo mengalihfungsikan hotelnya menjadi rumah sakit untuk pasien COVID-19 adalah berita hoaks

Sebuah klaim bahwa bintang sepakbola Portugal, Cristiano Ronaldo, telah mengalihfungsikan hotel miliknya di Portugal menjadi rumah sakit bagi korban penyakit virus corona jenis baru telah dibagikan ribuan kali di sejumlah berita media dan unggahan media sosial dalam berbagai bahasa. Klaim tersebut salah. Seorang juru bicara hotel tersebut mengatakan klaim itu “tidak akurat”; dan Ronaldo belum pernah menyebut rencana seperti itu di akun media sosialnya.

20 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini 

24. Ahli kesehatan membantah wudhu bisa membunuh virus corona dan merekomendasikan mencuci tangan dengan air dan sabun

Sejumlah pemberitaan di media dan unggahan media sosial mengklaim bahwa air wudhu dapat menghancurkan virus corona jenis baru. Klaim itu salah: ahli kesehatan mengatakan air biasa tidak bisa membunuh virus, dan pedoman dari lembaga kesehatan merekomendasikan agar orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk dapat membunuh virus.

18 Maret 2020

 Baca selengkapnya di sini

23. WHO mengatakan merokok tidak mencegah infeksi virus corona baru, tapi justru meningkatkan risiko penyakit lebih parah

Beberapa unggahan di Facebook mengklaim bahwa WHO mengatakan merokok dapat mencegah seseorang terinfeksi virus corona jenis baru. Klaim itu salah: WHO mengatakan merokok tidak melindungi orang dari infeksi virus corona baru dan memperingatkan bahwa merokok justru dapat meningkatkan risiko penyakit virus corona yang lebih parah. 

16 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

22. Pakar kesehatan mengatakan minum air putih setiap 15 menit sekali tidak mencegah infeksi virus corona

Sejumlah unggahan di Facebook yang telah dibagikan ratusan kali mengklaim bahwa minum air putih setiap 15 menit sekali bisa mencegah infeksi virus corona serta ada tes sederhana untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus tersebut yaitu dengan menahan nafas selama lebih dari 10 detik. Klaim itu salah: pakar kesehatan mengatakan minum air putih setiap 15 menit sekali tidak mencegah infeksi virus corona, dan tidak ada referensi mengenai pengujian secara mandiri untuk mendeteksi infeksi virus tersebut di situs web WHO. 

13 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

21. Ini adalah foto tampilan dekat satu jenis kumbang

Sejumlah unggahan Facebook, YouTube dan Twitter membagikan sebuah foto dan diklaim menunjukkan bentuk virus corona setelah diperbesar 2.600 kali. Klaim tersebut salah; foto tersebut memperlihatkan tampilan dekat serangga yakni satu jenis kumbang. 

11 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

20. Sebuah gambar dari serial kartun The Simpsons telah disunting agar terlihat seperti meramalkan virus corona baru

Serangkaian tangkapan layar adegan dari kartun The Simpsons telah beredar secara online dengan klaim yang menyatakan serial kartun tersebut memprediksi wabah virus corona jenis baru. Klaim itu salah: potongan adegan kartun tersebut diambil dari dua episode yang berbeda, salah satunya telah disunting untuk menambahkan kata “corona virus” atau virus corona.

13 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

19. Kemlu mengatakan tak pernah menyediakan 1.000 tiket pulang gratis untuk WNI di luar negeri setelah wabah virus corona

Sejumlah unggahan Facebook mengklaim bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyediakan 1.000 tiket gratis bagi WNI di luar negeri yang ingin pulang ke Indonesia setelah terjadinya wabah virus corona jenis baru di Tiongkok. Kemlu telah membantah klaim tersebut dan menyebutnya “hoaks”.

9 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini.

18. Video ini telah dimuat di berbagai media tentang orang-orang yang mengantri masker di Singapura

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai unggahan media sosial dan diklaim menunjukkan orang-orang mengantri untuk membeli makanan halal di Singapura setelah wabah penyakit virus corona jenis baru. Video itu telah dibagikan dengan konteks yang menyesatkan: klip video itu sebelumnya telah dimuat di berbagai laporan media tentang orang-orang yang mengantri masker di Singapura setelah terjadinya wabah virus corona jenis baru.

2 Maret 2020

Baca selengkapnya di sini

17. Video ini sebelumnya telah dimuat dalam berita tentang pasangan lansia yang terkena penyakit berbeda

Sebuah video yang menunjukkan pasangan lansia terbaring lemah di ruangan rumah sakit sambil berpegangan tangan telah ditonton ratusan ribu kali di sejumlah laporan media dan postingan di berbagai media sosial dan diklaim pasangan itu terpapar virus corona. Klaim tersebut sesat: video tersebut sebelumnya telah dimuat dalam berbagai berita tentang pasangan lansia dari Tiongkok yang menderita penyakit yang tidak ada hubungannya dengan virus corona.

27 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

16. Peta ini memperlihatkan prediksi berdasarkan data yang diperoleh di masa lalu, bukan pembacaan satelit waktu nyata

Sebuah peta telah dibagikan di berbagai unggahan di Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan peta itu menunjukkan peningkatan kadar sulfur dioksida di Wuhan, kota di Tiongkok yang merupakan pusat wabah virus corona baru. Unggahan-unggahan yang diterbitkan dalam berbagai bahasa tersebut mengklaim tingginya kadar sulfur dioksida bisa menjadi bukti adanya kremasi massal di dalam dan sekitar kota. Klaim itu salah: NASA, yang datanya digunakan untuk membuat peta itu, mengatakan kepada AFP bahwa peta itu dibuat berdasarkan angka perkiraan emisi sulfur dioksida buatan manusia dan gas gunung berapi, bukan rekaman satelit waktu nyata. 

26 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

15. Video ini menunjukkan acara pindah agama Islam di Arab Saudi di bulan Mei 2019 – beberapa bulan sebelum wabah virus corona muncul

Sebuah video telah ditonton puluhan ribuan kali di Facebook, Twitter dan YouTube dan diklaim menunjukkan orang-orang Tiongkok masuk Islam karena percaya epidemi virus corona jenis baru tidak menimpa umat Islam. Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan acara pindah agama Islam di Saudi Arabia di bulan Mei 2019, sekitar setengah tahun sebelum virus corona baru mulai mewabah di kota Wuhan, Tiongkok, di akhir tahun 2019.

21 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

14. WHO mengatakan belum ada ‘obat khusus’ untuk virus corona jenis baru

Unggahan yang berisi tujuh foto telah dibagikan ratusan kali di Facebook dengan klaim bahwa petugas medis dari Israel telah menyembuhkan pasien virus corona baru di Tiongkok dengan vaksin baru. Klaim itu salah: sampai saat ini belum ada vaksin untuk penyakit virus corona jenis baru – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkata belum ada “obat khusus” untuk “mencegah atau mengobati” penyakit tersebut tapi kini sedang “membantu mengoordinasi usaha dengan berbagai mitra untuk mengembangkan obat”. Selain itu, tak satupun foto mendukung klaim tersebut. 

20 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

13. Cerita pasangan Australia memesan anggur menggunakan drone di tengah-tengah karantina virus corona di kapal pesiar hanyalah ‘prank’

Sejumlah berita dan unggahan media sosial di bulan Februari 2020 mengklaim sepasang suami-istri asal Australia yang sedang menjalani karantina di kapal pesiar di perairan Jepang telah memesan anggur menggunakan drone. Klaim tersebut salah: pasangan dari Australia itu mengatakan pada sebuah stasiun radio Australia bahwa unggahan di media sosial mereka tentang pengiriman anggur menggunakan drone hanyalah “prank”.

19 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

12. Video ini menunjukkan kebakaran di bangunan perumahan di Chongqing, kota lain di Tiongkok

Sebuah video yang memperlihatkan gedung yang terbakar telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai unggahan Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan klip itu menunjukkan hotel yang terbakar di Wuhan, kota di Tiongkok yang merupakan pusat wabah virus corona baru. Klaim itu salah: petugas pemadam kebakaran Wuhan dan Chongqing memberikan klarifikasi video tersebut sebenarnya memperlihatkan kebakaran di blok perumahan di kota Chongqing, yang tidak ada hubungannya dengan virus corona baru; citra tampilan jalan di Baidu Maps menunjukkan bangunan yang sama seperti yang terlihat di video tersebut.

19 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

11. Video ini menunjukkan kawanan burung gagak di kota Tiongkok bernama Xining – sekitar 1.600 km dari Wuhan

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali di sejumlah unggahan Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube di bulan Februari 2020 dan diklaim menunjukkan kawanan burung gagak di kota Wuhan di Tiongkok setelah mewabahnya virus corona jenis baru. Video itu telah dibagikan dengan konteks yang menyesatkan: tayangan tersebut sesungguhnya menunjukkan kawanan burung gagak di kota Xining, terletak lebih dari 1.600 km dari barat laut Wuhan.

18 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

10. Video ini menunjukkan salat Idul Fitri di Tiongkok di bulan Juni 2019 – beberapa bulan sebelum wabah virus corona

Sebuah video telah ditonton jutaan kali di sejumlah unggahan Facebook, Twitter dan YouTube dan diklaim menunjukkan warga Tiongkok non-Muslim beramai-ramai ikut salat Jumat agar tidak terkena virus corona. Klaim itu salah: video itu sesungguhnya menunjukkan salat Idul Fitri di Yiwu, kota di bagian timur Tiongkok yang banyak menarik pedagang Muslim dari mancanegara, pada bulan Juni 2019, beberapa bulan sebelum munculnya wabah virus corona jenis baru di negara itu.

17 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

9. Video ini menunjukkan bantuan kemanusiaan yang dikirimkan dari Kenya ke Tiongkok setelah virus corona baru mewabah

Sebuah video telah ditonton puluhan ribuan kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan sebuah pesawat di Melbourne, Australia, membawa pasokan medis yang dikumpulkan oleh diaspora Tiongkok untuk dikirim ke Guangzhou, Tiongkok. Video ini telah dibagikan dalam konteks yang menyesatkan; klip itu sebenarnya menunjukkan sebuah pesawat di Nairobi, Kenya, yang membawa bantuan untuk Guangzhou. 

17 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

8. Berita hoaks mengklaim Tiongkok meminta persetujuan pengadilan untuk membunuh 20.000 pasien virus corona

Berita hoaks yang mengklaim Tiongkok sedang meminta restu Mahkamah Agung untuk membunuh lebih dari 20.000 pasien virus corona untuk membatasi penyebaran penyakit mematikan itu telah dibagikan ratusan kali di Facebook, Twitter dan Reddit. Klaim tersebut salah: artikel itu dimuat di situs web yang seringkali membuat laporan hoaks, dan Tiongkok belum membuat pengumuman apapun terkait hal itu.

13 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

7. Video ini menunjukkan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi masjid di negaranya pada tahun 2016

Sebuah video telah ditonton ribuan kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihatkan presiden Tiongkok mengunjungi masjid dan meminta umat Islam untuk mendoakan negara yang tengah menghadapi wabah virus corona baru itu. Klaim itu salah: video ini telah beredar di berbagai laporan media sejak tahun 2016 tentang Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi sebuah masjid di bagian barat laut negara tersebut.

12 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

6. Ini adalah video kegiatan orientasi siswa sebuah SMA di Afrika Selatan

Sebuah video yang menunjukkan sejumlah orang tergeletak di tanah telah ditonton jutaan kali di berbagai unggahan media sosial dengan klaim bahwa orang-orang tersebut adalah korban virus corona di Tiongkok. Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan kegiatan orientasi siswa salah satu SMA di Afrika Selatan.

12 Februari 2020

 Baca selengkapnya di sini

5. Foto ini menunjukkan dokter Mesir yang pertama kali mengidentifikasikan virus corona MERS namun dia tidak menemukan vaksin

Foto dokter asal Mesir telah dimuat di sebuah laporan berita dengan judul yang mengatakan dia telah menemukan vaksin virus corona. Laporan itu diterbitkan setelah virus corona yang baru mewabah di kota Wuhan, Cina, menjangkiti lebih dari 28.000 orang di awal bulan Februari. Klaim tersebut menyesatkan: dokter Mesir itu adalah orang pertama yang mengidentifikasi virus corona MERS (Sindrom Pernapasan Timur Tengah) dan dia tidak menemukan vaksin.

6 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

4. Foto ini telah dimuat dalam berita tentang tim medis Jepang yang ke Cina di tahun 2008

Sebuah foto yang memperlihatkan anggota tim kesehatan telah dibagikan ribuan kali di berbagai unggahan media sosial dan diklaim orang-orang di foto itu adalah tim medis Jepang yang dikerahkan ke Wuhan, kota tempat dimulainya wabah virus corona jenis baru di Cina. Klaim tersebut salah: foto tersebut sesungguhnya menunjukkan anggota tim medis Jepang yang berangkat ke kota Chengdu di Cina setelah terjadinya gempa di tahun 2008. Kedutaan Besar Jepang di Filipina juga mengatakan kepada AFP bahwa laporan yang menyebut tim medis Jepang dikirim ke Wuhan “tidak benar”.

6 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini

3. Jokowi ditawari tikus bakar saat kampanye Pilpres 2014 – tetapi ia menolaknya

Sebuah foto yang menunjukkan Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo memegang dua tusuk tikus bakar telah dibagikan ratusan kali di Facebook dimaksudkan untuk memperlihatkan dia memakan tikus tersebut. Foto itu digunakan dalam konteks yang menyesatkan: Jokowi ditawari tikus bakar saat dia mengunjungi pasar tradisional di Provinsi Sulawesi Utara ketika kampanye pilpres pada tahun 2014 tetapi dia menolaknya. 

4 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

2. Ini adalah foto tahun 2014 yang memperlihatkan proyek seni untuk mengenang korban kamp konsentrasi Nazi Katzbach di Frankfurt

Sebuah foto yang menunjukkan orang-orang yang terbaring di tengah jalan telah dibagikan ratusan kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan mereka adalah korban tewas akibat virus corona baru di Tiongkok. Klaim itu salah: foto itu telah digunakan dalam konteks yang menyesatkan karena sebenarnya menunjukkan orang-orang yang berpartisipasi dalam proyek seni tahun 2014 untuk mengingat para korban kamp konsentrasi Nazi Katzbach di Frankfurt, Jerman.

3 Februari 2020

Baca selengkapnya di sini.

1. Video ini menunjukkan Pasar Langowan di Indonesia -- bukan pasar di Wuhan, Tiongkok, di mana virus corona yang baru diduga berasal

A video has been watched tens of thousands of times on Facebook with claims that the clip shows the market in Wuhan, China, where the new corona virus is thought to originate. The claim is wrong: the video shows a market selling wild animals in Indonesia, specifically the Langowan Market in the province of North Sulawesi. 

January 29, 2020

Read more here