Video ini telah beredar di laporan tentang unjuk rasa anti pemerintah di Azerbaijan pada tahun 2019

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang diunggah di berbagai postingan media sosial pada bulan Maret dan April 2020 diklaim menunjukkan polisi Italia sedang menangkap para lansia karena tidak mematuhi larangan keluar rumah saat pandemi COVID-19. Klaim tersebut salah: video itu pernah dimuat dalam berita tentang unjuk rasa anti pemerintah pada bulan Oktober 2019.

Video berdurasi 1 menit itu di sini di Facebook pada tanggal 4 April 2020 dan telah ditonton lebih dari 20 kali.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status Facebook menyesatkan itu tertulis: 
“Di Itali operasi tangkap orang2 tua berusia 65 tahun ke atas
Tanpa peduli, kasar, dimasukkan ke mobil box.
Karena sdh ada larangan keluar rumah, tapi keluyuran …”

Klip video itu telah ditonton lebih dari 100 kali setelah dibagikan di sini, di sini dan di sini dengan klaim yang serupa.

Video itu juga dibagikan di sini dengan klaim kejadiannya di Spanyol dan telah ditonton lebih dari 420 kali.

Sejak pertama kali diidentifikasi di Tiongkok di bulan Desember 2019, penyakit virus corona baru, atau COVID-19, telah positif menginfeksi lebih dari 1.3 juta orang di berbagai negara dan membunuh lebih dari 79.000 orang, menurut laporan WHO tanggal 9 April 2020 ini

Menurut data WHO yang sama, Italia mencatat lebih dari 135.000 kasus positif dan lebih dari 17.000 kasus kematian, sedangkan Spanyol mencatat lebih dari 140.000 kasus positif dan hampir 14.000 kasus kematian. 

Italia telah memberlakukan karantina wilayah sejak awal Maret 2020 sampai setidaknya pertengahan April 2020, demikian laporan AFP ini dan ini.

AFP juga melaporkan bahwa Spanyol, yang mengikuti langkah Italia dengan menetapkan karantina wilayah di pertengahan bulan Maret 2020, telah memperpanjang kebijakan tersebut sampai tanggal 25 April 2020.

Video yang sama dibagikan dengan klaim kejadiannya di Spanyol dalam bahasa Inggris di sini dan dalam Hindi di sini. Klip tersebut dengan klaim tentang operasi polisi di Amerika Serikat saat karantina wilayah dibagikan di sini

Semua klaim tersebut salah: video itu sebelumnya dimuat di sejumlah berita tentang unjuk rasa anti pemerintah di Baku, ibukota Azerbaijan.

Pencarian dengan kata kunci menemukan video aslinya diunggah pada tanggal 21 Oktober 2019 di sini di saluran YouTube jaringan berita Azerbaijan, Meydan TV, yang berbasis di Berlin.

Judul video berbahasa Azerbaijan itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “Gambar-gambar kekerasan dan penghinaan polisi kepada demonstran”.

Keterangan video dalam bahasa Indonesia artinya: “Pihak berwenang dan petugas YAP mengklaim bahwa polisi tidak menggunakan kekerasan dalam aksi unjuk rasa tanggal 19 Oktober. Kami telah mengumpulkan gambar-gambar kekerasan selama unjuk rasa itu untuk Anda. Ikuti, nilai sendiri. Bagikan agar sampai kepada lembaga berwenang, mungkin mereka bakal mengambil tindakan.”

YAP adalah nama partai penguasa di Azerbaijan.

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Meydan TV (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Meydan TV (kanan)

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan)

Sejumlah pengunjuk rasa di Azerbaijan ditangkap setelah serangkaian aksi demonstrasi di akhir tahun 2019. Aksi demonstrasi tersebut dilakukan terkait sejumlah isu termasuk isu pengangguran dan kebebasan politik. Human Rights Watch mengeluarkan pernyataan untuk mengutuk kekerasan polisi selama unjuk rasa itu.

VIRUS CORONA