
Foto-foto ini telah beredar di internet setidaknya sejak bulan Maret 2019, sebelum pandemi COVID-19
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 15/04/2020 pukul 10:05
- Diperbarui pada hari 02/09/2020 pukul 17:16
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: Masroor GILANI, Sami ACEF, François D'ASTIER, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Kedua foto itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 3 April 2020 dan telah dibagikan lebih dari 900 kali.
Foto pertama memperlihatkan uang berhamburan di tengah jalan sedangkan foto kedua menunjukkan uang berserakan di pinggir jalan.
Status unggahan tersebut berbunyi: “Warga italia membuang uang mereka dipinggiran jalan dan mreka blg bahwa uang itu udah gaada artinya lagi karena gabakal melindungi mereka dari kematian. ini salah satu pelajaran buat kehidupan kita.
Sudah sampai ke titik ini ya??”.
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan
Pandemi penyakit virus corona, atau COVID-19, telah menewaskan lebih dari 20.000 orang dan positif menginfeksi lebih dari 159.000 orang di Italia, menurut data WHO sampai dengan 15 April 2020 ini.
Foto-foto yang sama dengan klaim serupa juga muncul di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini di sini dan di sini, di mana foto itu telah dibagikan setidaknya 20.000 kali.
Foto-foto dengan klaim dalam bahasa Inggris di Singapura di sini; di India di sini; serta di Pakistan di sini, di sini dan di sini.
Klaim itu salah. Foto-foto tersebut telah beredar di internet setidaknya sejak bulan Maret 2019 tentang dua kejadian berbeda di Venezuela, yang dilanda krisis moneter.
–Foto pertama–
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto yang sama diunggah di Twitter di sini oleh Segovia Bastidas, wartawan Septima Jornada, yang merupakan situs berita di Venezuela, pada tanggal 12 Maret 2019.
#AHORA
Vandalizaron el Banco Bicentenario de la Av. 3 en Ciudad de #Mérida y esparcieron en la calle billetes del cono monetario viejo. Ya el estado cumple 4 días #SinLuz.@ReporteYa pic.twitter.com/OC6xnTgidX— Segovia Bastidas (@SegoviaBastidas) March 11, 2019
Cuitan dalam bahasa Spanyol itu mengatakan bahwa sebuah cabang bank Venezuela bernama Banco Bicentenario di kota Merida dijarah dan uang kertasnya disebarkan di jalanan.
Perampokan di Banco Bicentenario juga dilaporkan oleh media lokal dan internasional lainnya, termasuk situs web berita Descifra Guerra via Twitter di sini dan oleh Nellie Belen Izarza, jurnalis surat kabar PrensaLibre Maryland yang berbasis di AS, via Twitter di sini.
Berikut perbandingan tangkapan layar foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Bastidas (kanan):

Perbandingan tangkapan layar foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Bastidas (kanan)
–Foto kedua–
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto kedua diunggah di Twitter di sini pada tanggal 15 April 2019 oleh Steve Hanke, ekonom dari Universitas Johns Hopkins di AS.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, cuitan itu berbunyi: “Sampah memenuhi selokan jalan di #socialist #Venezuela. Memang ini adalah sampah: Venezuela #Bolivars.”
Trash fills the street gutters in #socialist #Venezuela. Indeed, this is trash: Venezuelan #Bolivars. pic.twitter.com/Fll6PGxOgM
— Prof. Steve Hanke (@steve_hanke) April 15, 2019
Setelah mengalami hiperinflasi yang berkepanjangan sejak akhir tahun 2016, Venezuela menerbitkan uang kertas baru pada bulan Agustus 2018. Presiden Nicolas Maduro memangkas lima angka nol dari mata uang bolivar sebagai upaya untuk menghentikan hiperinflasi yang meningkat di negara tersebut. Laporan AFP mengenai krisis mata uang Venezuela tertanggal 18 Agustus 2018 bisa dibaca di sini.
Berikut perbandingan tangkapan layar foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di akun Twitter Hanke (kanan):

Perbandingan tangkapan layar foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di akun Twitter Hanke (kanan)
Dilihat lebih dekat, uang yang berserakan di jalan adalah uang lama Venezuela yang tidak berlaku lagi di sana.
Foto AFP ini tertanggal 2 Januari 2008, menunjukkan foto close-up dari “bolivar fuerte” (VEF), mata uang Venezuela yang dirilis pada tahun 2008 dan dihapus pada tahun 2018.
Berikut perbandingan tangkapan layar foto AFP (kiri) dan foto di unggahan menyesatkan (kanan), dengan fitur yang penting ditandai dengan anak panah berwarna merah:

Perbandingan tangkapan layar foto AFP (kiri) dan foto di unggahan menyesatkan (kanan)
Klaim menyesatkan itu juga dibantah oleh Stefano Pontecorvo, mantan duta besar Italia untuk Pakistan, via Twitter di sini yang diunggah pada tanggal 31 Maret 2020.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, cuitan itu berbunyi: “Ini adalah BERITA PALSU. Itu adalah foto di Venezuela ketika mereka membuang uang kertas mata uang lama yang tidak lagi digunakan. Mari hentikan omong kosong ini. Orang Italia menggunakan uang mereka untuk membantu perjuangan melawan #coronavirus. Unggahan ini benar-benar bodoh. Dengan gelar PhD, periksa sumber Anda ….”
This is FAKE NEWS. It is a picture of Venezuela when they threw away the banknotes of old currency no longer in use. Let's stop this bs. Italians are using their money to help in the struggle against #coronavirus . This post is simply stupid. With a PhD check your sources.... https://t.co/4YHNJQ8hOa
— Stefano Pontecorvo (@pontecorvoste) March 31, 2020
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami