
Video ini telah disunting – para ilmuwan tidak menemukan pisang dapat mencegah infeksi virus corona
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 16/10/2020 pukul 12:30
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Filipina, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Rekaman video berdurasi 58 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 15 Maret 2020 dan telah ditonton lebih dari 3.400 kali.
Status unggahan itu berbunyi: “Hasil Penelitian! Pisang Membantu Mencegah COVID-19.”

Tiga detik pertama dari video tersebut memperlihatkan permulaan sebuah laporan berita, dengan logo ABC News yang berbasis di Australia di kiri atas video. Pembaca berita yang bernama Kathryn Robinson dapat didengar berkata dalam bahasa Inggris: “Para ilmuwan dari University of Queensland yakin mereka dapat mengembangkan vaksin untuk virus corona yang mematikan.”
Video tersebut kemudian beralih ke visualisasi pisang dan virus. Teks berbahasa Inggris yang terlihat di detik ke-38 berbunyi: “Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Queensland di Australia telah membuktikan bahwa pisang, meningkatkan sistem imun Anda karena sumber super Vitamin B-6 dan membantu mencegah virus corona. Makan pisang sehari menjauhkan diri dari virus corona”.
Video juga dibagikan dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini; dan di TikTok di sini.
Video yang sama juga diunggah dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia, bahasa Tagalog dan bahasa Inggris.
Juru bicara kepresidenan Filipina Salvador Panelo juga membuat klaim serupa tentang dugaan sifat anti-Covid-19 dari pisang dalam jumpa pers pada tanggal 16 Maret 2020 ini. Diterjemahkan dari bahasa Inggris dan bahasa Tagalog, Panelo berkata: “Saya telah membaca banyak hal tentang cara menghancurkan atau menahan, untuk membunuh virus ... Saya melihat di internet bahwa pisang adalah memberikan pertahanan yang baik”.
Klaim itu salah.
Gabungan pencarian kata kunci dan gambar terbalik menggunakan keyframe yang diekstrak dari video di unggahan menyesatkan menemukan video yang lebih panjang ini di saluran YouTube ABC News tertanggal 23 Januari 2020.
Judul video berbahasa Inggris itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Perlombaan sedang berlangsung saat peneliti Australia berlomba-lomba untuk membuat vaksin virus corona.”
Tiga detik pertama dari video di unggahan menyesatkan cocok dengan tiga detik pertama video ABC News tersebut.
Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video ABC News (kanan):

Akan tetapi, video ABC News yang berdurasi tiga menit 39 detik itu tidak menyebutkan soal pisang.
Video tersebut menampilkan wawancara dengan ilmuwan University of Queensland Dr. Keith Chappell, yang membahas upaya universitas untuk mengembangkan vaksin melawan virus corona baru.
Menanggapi klaim yang dibuat di video di unggahan Facebook yang menyesatkan itu, Chappell mengatakan kepada AFP melalui email pada tanggal 16 Maret 2020: "Ini jelas TIDAK benar."
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami