Video ini telah disunting – para ilmuwan tidak menemukan pisang dapat mencegah infeksi virus corona

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah dibagikan berulang kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok dengan klaim yang menyatakan video itu menunjukkan laporan berita asli tentang peneliti Australia yang menemukan pisang dapat membantu mencegah infeksi virus corona baru. Klaim itu salah: video tersebut telah disunting dari laporan berita oleh saluran televisi Australia ABC dengan menyertakan rujukan tentang pisang; ilmuwan yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan kepada AFP bahwa klaim tersebut tidak benar. 

Rekaman video berdurasi 58 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 15 Maret 2020 dan telah ditonton lebih dari 3.400 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Hasil Penelitian! Pisang Membantu Mencegah COVID-19.”  

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 16 Oktober 2020

Tiga detik pertama dari video tersebut memperlihatkan permulaan sebuah laporan berita, dengan logo ABC News yang berbasis di Australia di kiri atas video. Pembaca berita yang bernama Kathryn Robinson dapat didengar berkata dalam bahasa Inggris: “Para ilmuwan dari University of Queensland yakin mereka dapat mengembangkan vaksin untuk virus corona yang mematikan.”

Video tersebut kemudian beralih ke visualisasi pisang dan virus. Teks berbahasa Inggris yang terlihat di detik ke-38 berbunyi: “Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Queensland di Australia telah membuktikan bahwa pisang, meningkatkan sistem imun Anda karena sumber super Vitamin B-6 dan membantu mencegah virus corona. Makan pisang sehari menjauhkan diri dari virus corona”.  

Video juga dibagikan dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini; dan di TikTok di sini

Video yang sama juga diunggah dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia, bahasa Tagalog dan bahasa Inggris.  

Juru bicara kepresidenan Filipina Salvador Panelo juga membuat klaim serupa tentang dugaan sifat anti-Covid-19 dari pisang dalam jumpa pers pada tanggal 16 Maret 2020 ini. Diterjemahkan dari bahasa Inggris dan bahasa Tagalog, Panelo berkata: “Saya telah membaca banyak hal tentang cara menghancurkan atau menahan, untuk membunuh virus ... Saya melihat di internet bahwa pisang adalah memberikan pertahanan yang baik”. 

Klaim itu salah.

Gabungan pencarian kata kunci dan gambar terbalik menggunakan keyframe yang diekstrak dari video di unggahan menyesatkan menemukan video yang lebih panjang ini di saluran YouTube ABC News tertanggal 23 Januari 2020.

Judul video berbahasa Inggris itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Perlombaan sedang berlangsung saat peneliti Australia berlomba-lomba untuk membuat vaksin virus corona.” 

Tiga detik pertama dari video di unggahan menyesatkan cocok dengan tiga detik pertama video ABC News tersebut. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video ABC News (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video ABC News (kanan)

Akan tetapi, video ABC News yang berdurasi tiga menit 39 detik itu tidak menyebutkan soal pisang.

Video tersebut menampilkan wawancara dengan ilmuwan University of Queensland Dr. Keith Chappell, yang membahas upaya universitas untuk mengembangkan vaksin melawan virus corona baru.

Menanggapi klaim yang dibuat di video di unggahan Facebook yang menyesatkan itu, Chappell mengatakan kepada AFP melalui email pada tanggal 16 Maret 2020: "Ini jelas TIDAK benar."

VIRUS CORONA