Foto singa ini diambil di Afrika Selatan pada tahun 2016 – tak ada hubungannya dengan pandemi virus corona

Tangkapan layar unggahan yang memperlihatkan seekor singa di tengah jalan kota dengan klaim yang menyatakan Rusia telah mengerahkan ratusan singa dan harimau untuk memaksa warga tinggal di rumah selama “lockdown” virus corona telah dibagikan ribuan kali di Facebook dan Twitter. Klaim itu salah: foto di unggahan tersebut diambil di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tahun 2016; Rusia juga tidak memberlakukan lockdown dalam skala besar sampai saat ini. 

Tangkapan layar itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 22 Maret 2020. 

Status unggahan tersebut berbunyi: “Vladimir Putin Presiden Rusia melepaskan 800 ekor singa dan harimau lapar di kota Moskow untuk memaksa penduduk tetap tinggal di rumah...! Bagaimana Jakarta ?

“Klo diindonesia bnk yg berduit mungkin bisa stok makanan bnk tp bagaimana rakyat kecil?? Klo ga keluar ga dapet duit dong 😢”. 

Tangkapan layar di unggahan tersebut memperlihatkan foto seekor singa beserta klaim dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai:

“Russia:
Pengendalian:
Vladimir Putin telah menurunkan 800 Harimau dan singa di seluruh negara untuk mendorong warga untuk tetap di rumah.” 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Virus corona jenis baru, atau COVID-19, telah menewaskan hampir 30.000 orang dan menginfeksi hampir 635.000 orang di seluruh dunia, menurut data WHO ini tertanggal 29 Maret 2020. 

Tangkapan layar yang sama dengan klaim serupa juga dibagikan di unggahan lain di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini, di mana unggahan tersebut telah dicuitkan ulang 1.400 kali. 

Foto dengan klaim mirip dalam bahasa Inggris bisa dilihat di sini dan di sini; bahasa Malaysia di sini dan di sini; bahasa Cina di sini dan di sini; bahasa Portugis di sini dan di sini; bahasa Rusia di sini; dan bahasa Spanyol di sini dan di sini.

Klaim itu salah. Foto di tangkapan layar tersebut diambil di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tahun 2016; sampai saat ini, Rusia juga belum menetapkan lockdown dalam skala besar. 

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto singa itu diambil di Johannesburg pada tahun 2016. Foto tersebut dipublikasikan oleh Caters News Agency, media berbasis di Britania Raya, di sini pada tanggal 15 April 2016. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul artikel itu adalah: “Cakar di tengah lampu – singa terlihat berkeliaran di jalanan kota”. 

Sebagian artikel itu berbunyi: “Kucing besar itu terlihat tengah berkeliling di jalan-jalan kota Johannesburg, Afrika Selatan, dan meskipun itu adalah pemandangan yang membingungkan, penduduk setempat dengan cepat merasa tenang bahwa situasi sudah terkendali. Singa itu, yang bernama Columbus, sebenarnya membintangi produksi film lokal dan dipinjam dari taman singa terdekat, walaupun perusahaan film tersebut lalai memberitahu pihak berwenang.” 

Berikut tangkapan layar laporan Caters:

Tangkapan layar laporan

Presiden Vladimir Putin tidak memberlakukan lockdown di Rusia, namun ia menetapkan libur nasional dari tanggal 28 Maret sampai 5 April 2020 dalam upaya mendorong penduduk tinggal di rumah dan memperlambat penyebaran virus corona, berikut laporan The Guardian di sini dan The Moscow Times di sini