Video vaksin Covid kedaluwarsa yang dihancurkan di Nigeria beredar dengan narasi menyesatkan di media sosial

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook dan Twitter dengan klaim video itu menunjukkan Nigeria menghancurkan jutaan dosis vaksin Covid-19 di bulan Januari 2022 demi melindungi rakyat dari kematian akibat suntikan vaksin. Akan tetapi, video itu dibagikan dalam konteks yang menyesatkan. Rekaman video tersebut telah beredar sejak bulan Desember 2021 dalam laporan tentang Nigeria yang membuang lebih dari sejuta dosis vaksin AstraZeneca yang telah kedaluwarsa. Negara dengan jumlah populasi terbesar di benua Afrika itu berkomitmen untuk memvaksin lebih dari setengah penduduknya sampai akhir tahun 2022, namun program vaksinasi di sana sejauh ini masih berjalan lambat.

Rekaman video itu dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 28 Januari 2021 dan telah ditonton lebih dari 260 kali.

Video berdurasi 35 detik itu memperlihatkan truk yang mengeluarkan muatannya berupa kardus-kardus di tempat pembuangan sampah dan kemudian digiling oleh buldoser.

Status unggahan itu berbunyi: "Nigeria, Minggu 23-01-2022, menghancurkan jutaan Vaksin Covid19 demi melindungi rakyatnya dari kematian akibat Suntikan Vaksin Covid19. Terus knapa di NKRI justru wajib & dipaksakan??? Berarti Pemerintahnya yg sengaja ingin 'membunuh' rakyatnya sendiri?? Demi uang, dsb...
Repost......"

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 5 Februari 2022

Rekaman video yang sama telah ditonton lebih dari 46.000 kali setelah beredar dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini, serta di Twitter di sini.

Klip itu juga beredar dengan klaim dalam bahasa Korea dan bahasa Inggris.

Akan tetapi, video itu disebarkan dalam konteks yang menyesatkan.

Pencarian gambar terbalik menemukan video yang berdurasi lebih panjang yang diunggah oleh Voice of America, media AS, di YouTube di sini pada tanggal 23 Desember 2021.

Dua paragraf pertama keterangan video berbahasa Inggris itu, dengan kredit diberikan kepada kantor berita Associated Press (AP), mengatakan: "Pihak berwenang menghancurkan lebih dari 1 juta dosis vaksin COVID AstraZeneca yang kedaluwarsa di Nigeria, pada hari Rabu, tanggal 22 Desember.

"Dosis kedaluwarsa itu dihancurkan di tempat pembuangan sampah seminggu setelah negara itu mengumumkan tidak akan lagi menerima sumbangan vaksin dengan umur simpan pendek."

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli AP (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli AP (kanan)

Video AP itu juga dipublikasikan oleh Detik.com di sini di dalam laporan tertanggal 23 Desember 2021 yang berjudul: "Sejuta Vaksin Astrazeneca di Nigeria Digilas Buldoser Karena Kedaluwarsa."

Klip itu dicuitkan oleh Bloomberg, media Amerika, pada tanggal 25 Desember 2021.

Pada tanggal 22 Desember 2021, pihak berwenang di Nigeria mengatakan mereka membuang dan membakar lebih dari satu juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang telah melewati tanggal kedaluwarsa, AFP melaporkan.

Pada hari yang sama, AFP juga mengambil sejumlah foto penghancuran vaksin kedaluwarsa di tempat pembuangan sampah Gosa, di Abuja, ibukota Nigeria.

Faisal Shuaib, kepala Badan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Dasar Nasional (NPHCDA) Nigeria, mengatakan negara-negara maju menimbun vaksin dan menyumbangkannya "di saat akan segera kedaluwarsa".

Pada saat itu, Nigeria telah memvaksin penuh empat juta orang, atau kurang dari tiga persen dari populasi orang dewasa — masih sangat jauh dari target pemerintah sebanyak 112 juta orang pada akhir tahun 2022.

COVID-19 VAKSIN