Video ini telah beredar secara online tentang lelucon yang terjadi di Brazil pada tahun 2019

Sebuah video yang memperlihatkan drone menembakkan kembang api ke sebuah bangunan telah ditonton ratusan ribu kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan peristiwa tersebut terjadi di Kuala Lumpur saat karantina secara nasional akibat virus corona. Klaim itu salah: suara di video telah dimanipulasi; video tersebut sebenarnya menunjukkan lelucon yang dilakukan oleh seorang influencer asal Brazil di bulan Juli 2019. 

Video berdurasi 39 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 22 Maret 2020 dan telah ditonton lebih dari 250.000 kali serta dibagikan lebih dari 4.300 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Di Kuala Lumpur yang keluar dari rumah ditembaki Kembang Api melalui Drone.

“Kayaknya Orang Kita Indonesia harus di bom pakek Nuklir dulu ni baru mempan.”  

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Suara pria berbicara dalam bahasa Malaysia bisa didengar di video itu. Dia berkata: “Duduk dalam rumah, jangan keluar!” 

Hampir seluruh bisnis ditutup dan warga dilarang untuk melakukan perjalanan keluar negeri setelah Malaysia telah menetapkan masa karantina secara nasional dari tanggal 18 Maret sampai 14 April 2020 dalam upaya mengerem lonjakan jumlah kasus positif virus corona. 

Hingga 26 Maret 2020, virus corona baru, atau COVID-19, telah menewaskan 23 orang dan menginfeksi lebih dari 2.030 orang, menurut Kementerian Kesehatan Malaysia di sini.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan pada tanggal 26 Maret 2020, di sini, jumlah korban meninggal akibat virus corona baru mencapai 78 orang dan hampir 900 orang dinyatakan positif. 

Video itu juga muncul di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini dengan klaim serupa; di Twitter di sini, di sini dan di sini; dan di YouTube di sini

Klaim itu salah: suara di video tersebut telah dimanipulasi; video aslinya memperlihatkan lelucon yang terjadi di Brazil pada bulan Juli 2019 – beberapa bulan sebelum virus corona baru atau COVID 19 terdeteksi pertama kali di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019. 

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video asli diunggah di Instagram di sini pada tanggal 14 Juli 2019 oleh Lucas Albert, yang memiliki lebih dari 2,5 juta pengikut. 

Diterjemahkan dari bahasa Portugis ke bahasa Indonesia, keterangan video itu berbunyi: “Teman-temanku mengadakan acara barbekyu di jalan dan tidak mengundangku, lihat apa yang aku lakukan pada mereka hahaha Trolled mereka tiba-tiba. Minggu depan ada ‘guerra dos bruxos ???’”

“Guerra dos bruxos” adalah tradisi kembang api di Brazil yang juga dikenal dengan nama “Guerra de Espadas”. 

Video di Instagram Albert memiliki suara musik yang berbeda dan tidak terdengar siapapun berbicara dalam bahasa Malaysia. 

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Albert di Instagram (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Albert di Instagram (kanan)

BBC mewawancarai Albert mengenai video tersebut dan mempublikasikannya di laporan tertanggal 19 Juli 2019 ini. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul laporan itu adalah: “Drone kembang api ‘berita yang salah’ kata bintang Instagram Lucas Albert”.

“Albert, yang memiliki dua juta pengikut di Instagram, mengatakan kepada BBC video itu tidak benar dan menjelaskan dia merencanakan aksi tersebut dengan teman-temannya.

“‘Banyak orang mengenal saya,’ katanya, ‘dan tahu bahwa saya suka menyunting semua video yang saya unggah.’”

Albert juga mengunggah klasifikasinya di akun Twitter-nya di sini dan di Instagram Story. 

Cuitan berbahasa Portugis itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Mereka mengambil video saya sedang trolling teman-teman saya, melemparkannya ke situs web surat kabar sensasional yang mengatakan itu adalah tetangga yang marah dengan suara bising di Sao Paulo yang kemudian menembakkan bom haha Bung, sejauh mana berita sesat ini bisa tersebar?” 

Instagram story Albert juga dimasukkan di video ini oleh surat kabar Brasil, Jornal de Brasilia, pada tanggal 15 Juli 2019. 

Sebelumnya, di tahun 2019, AFP telah memverifikasi dan membantah klaim yang berbeda dalam bahasa Inggris di sini dan dalam bahasa Portugis di sini dengan video yang sama. 

KOREKSI: Laporan ini diperbarui pada tanggal 7 April 2020 untuk mengubah ejaan Brasil 
menjadi Brazil di beberapa paragraf.