Video ini menunjukkan salat Idul Fitri di Tiongkok di bulan Juni 2019 – beberapa bulan sebelum wabah virus corona

Sebuah video telah ditonton jutaan kali di sejumlah unggahan Facebook, Twitter dan YouTube dan diklaim menunjukkan warga Tiongkok non-Muslim beramai-ramai ikut salat Jumat agar tidak terkena virus corona. Klaim itu salah: video itu sesungguhnya menunjukkan salat Idul Fitri di Yiwu, kota di bagian timur Tiongkok yang banyak menarik pedagang Muslim dari mancanegara, pada bulan Juni 2019, beberapa bulan sebelum munculnya wabah virus corona jenis baru di negara itu.

Video ini telah ditonton lebih dari 250.000 kali dan dibagikan lebih dari 5.600 kali sejak diunggah di Facebook pada tanggal 8 Februari 2020.

Tayangan video berdurasi 4 menit 32 detik itu menunjukkan orang-orang menunaikan salat di depan sebuah masjid. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Judul video di unggahan Facebook itu adalah: “VIRAL!!! Warga China Non Muslim Beramai Ramai Ikutan Shalat Jumat, Agar Tak Terkena Virus Corona”.

Sedangkan keterangan video tertulis: “Mereka takut terkena corono, mereka ikut shalat meskipun tidak tahu caraya. Semoga jadi asbab hidayah ya ALLAH”.

Wabah virus corona jenis baru, secara resmi disebut COVID-19, telah menewaskan hampir 1.800 orang dan menginfeksi lebih dari 70.000 orang di Tiongkok sejak muncul di kota Wuhan di akhir tahun 2019, AFP melaporkan di sini pada tanggal 17 Februari 2020. 

Video yang sama telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali setelah diunggah dengan klaim yang mirip di Facebook di sini dan di sini, di Twitter di sini, dan di YouTube di sini dan di sini

Klaim tersebut salah. Video itu sesungguhnya menunjukkan salat Idul Fitri di Yiwu, kota di bagian timur Tiongkok yang menarik banyak pedagang Muslim dari mancanegara, pada bulan Juni 2019 – sekitar setengah tahun sebelum wabah virus corona jenis baru mulai mewabah di negara itu.

Pencarian gambar terbalik menggunakan salah satu keyframe video menyesatkan dan pencarian kata kunci di Google menemukan tayangan yang sama dengan versi lebih panjang di video Facebook Live bertanggal 5 Juni 2019 ini.

Video berdurasi 36 menit 7 detik itu diunggah di laman Facebook seseorang bernama Mak Mohamed.

Berikut tangkapan layar video Facebook yang asli:

Tangkapan layar video Facebook yang asli

Keterangan video itu tertulis dalam bahasa Inggris yang artinya: “Salat Id di Tiongkok, Yiwu, Provinsi Zhejiang”.

Yiwu adalah kota yang terletak di Provinsi Zhejiang, di bagian timur Tiongkok.

Kota Yiwu dikenal sebagai pusat perdagangan yang menarik pedagang dan pebisnis Muslim dari mancanegara, seperti dilansir The Guardian di sini dan stasiun televisi Australia SBS di sini.

Kata “Id” di keterangan video merujuk pada Idul Fitri, di mana umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa Ramadan dan ditandai dengan ibadah salat pagi pada hari raya pertama.

Kantor berita pemerintah Tiongkok Xinhua News Agency melaporkan di sini bahwa umat Islam di Tiongkok merayakan Idul Fitri pada tanggal 5 Juni 2019, sama dengan tanggal video Facebook Live itu. 

Mohamed terlihat berbicara kepada kamera di awal video tersebut.

Seorang jurnalis AFP penutur bahasa Malayalam di biro Delhi telah menganalisis tayangan video itu.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kalimat yang diucapkan Mohamed adalah: “Saya sedang berada di lokasi salat Id di masjid ini di kota Yiwu, Tiongkok. Saya membuat video siaran langsung ini karena saya masih saja mendengar orang-orang meragukan kebebasan beragama – apakah Muslim, umat Kristiani, umat Hindu dibolehkan melaksanakan kepercayaan mereka di Tiongkok. Di sini, jalanan ditutup, polisi disiagakan dan orang-orang diperbolehkan melaksanakan ibadah bahkan di jalan raya. Belum pernah melihat pemandangan seperti ini bahkan di negara-negara Muslim. Saya tidak akan banyak menjelaskan namun ini untuk mengoreksi kesalahpahaman yang dipercaya banyak orang (tentang Tiongkok).”

Pemerintah Tiongkok telah dituduh menyekap etnis Uyghur dan etnis minoritas Muslim lainnya di ratusan kamp penahanan di Xinjiang, di bagian barat Tiongkok, dan menekan mereka untuk menghentikan ibadah agama mereka, termasuk salat, seperti dilaporkan oleh AFP di sini dan di sini

Tayangan di unggahan menyesatkan itu dimulai pada menit ke 2:27 pada video asli.

Berikut tangkapan layar perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan):

Perbandingan antara tayangan di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan)

Tampilan street view Masjid Yiwu itu bisa dilihat di Baidu Maps di sini, beserta pemandangan di sekitarnya.

Berikut perbandingan antara masjid di video menyesatkan (kiri) dan Masjid Yiwu di Baidu Maps (kanan). AFP telah memberi lingkaran merah pada bagian-bagian yang sama.

Perbandingan antara masjid di video menyesatkan (kiri) dan Masjid Yiwu di Baidu Maps (kanan)