Video ini menunjukkan FBI menggrebek rumah tinggal seseorang, bukan sinagoge

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 22/04/2020 pukul 11:55
  • Diperbarui pada hari 02/09/2020 pukul 18:45
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: Sami ACEF, AFP Indonesia
Sebuah video telah ditonton puluhan ribuan kali di Twitter, Facebook dan YouTube dan diklaim menunjukkan penggerebekan sinagoge di Kota New York oleh anggota FBI karena digunakan untuk menimbun masker dan peralatan medis. Klaim tersebut menyesatkan: penggerebekan terjadi di sebuah rumah tinggal di Kota New York, bukan di sebuah sinagoge.

Video tersebut ditonton lebih dari 54.000 dan dibagikan lebih dari 1.500 kali sejak diunggah pada tanggal 7 April 2020 di Twitter.

Klip berdurasi dua menit dan 20 detik itu menunjukkan anggota FBI sedang memindahkan sejumlah kotak dari rumah ke dalam truk.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Cuitan yang menyertain video itu tertulis: “New York, Amerika Serikat
FBI menggrebek sebuah SINAGOG, tempat ibadah YAHUDI, dimana mereka menyembunyikan RIBUAN MASKER N95 yang diperlukan oleh Rumah Sakit dan Nakes, semuanya masker jenis N95”.

FBI adalah singkatan dari Federal Bureau of Investigation, lembaga keamanan dan intelijen Amerika Serikat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah merekomendasikan masyarakat umum memakai masker kain dan mengalokasikan masker bedah dan masker N95 untuk pekerja medis karena keterbatasan pasokan.

Hingga tanggal 21 April 2020, pandemi virus corona baru, atau COVID-19, telah merenggut lebih dari 41.000 korban jiwa dan menginfeksi lebih dari 776.000 orang di AS, menurut data CDC ini.

Video menyesatkan itu juga ditonton lebih dari 4.500 kali setelah dibagikan dengan klaim yang sama di sini, di sini, di sini, dan di sini di Facebook; juga di sini di YouTube.

Klip itu juga dibagikan dalam bahasa Inggris di sini dan di sini dengan klaim yang sama.

Video menyesatkan itu juga dibagikan dengan klaim yang sama dalam bahasa Prancis di sini, dimana tayangannya telah ditonton lebih dari 40.000 kali.

Namun klaim tersebut menyesatkan: penggerebekan terjadi di sebuah rumah di daerah Brooklyn, di Kota New York, bukan di sebuah sinagoge.

Pencarian gambar terbalik menemukan video yang sama sebelumnya diunggah di sini pada tanggal 1 April 2020 di saluran YouTube “LiveLeak Police Detective”.

Sebagian keterangan video jika diterjemahkan artinya: “FBI menggerebek apartemen yang menimbun masker 

“Seorang pria Brooklyn yang mengaku tertular virus corona batuk ke arah anggota FBI yang sedang berusaha memeriksanya karena menimbun perlengkapan medis, Kejaksaan Agung AS mengatakan pada Senin.

“Baruch Feldheim, 43, menghadapi tuduhan penyerangan dan membuat keterangan palsu kepada petugas pada hari Minggu di luar rumahnya di Borough Park, di mana dia diduga menjual dan menimbun masker N95 dalam jumlah besar, petugas FBI mengatakan.”

Video LiveLeak itu mirip dengan video ini yang diunggah pada tanggal 2 April 2020 di saluran YouTube televisi Kanada, CTV News.

Jika diterjemahkan judul dan keterangan video CTV itu artinya: “FBI menangkap pria yang disangka menimbun masker, menjualnya 700% lebih mahal.” 

Video CTV News itu juga mengidentifikasi tersangka sebagai Baruch Feldheim dan mengatakan dia ditangkap di rumahnya di Brooklyn, di Kota New York.

Berikut tangkapan layar yang membandingkan klip di unggahan menyesatkan (kiri) dan video CTV News (kanan), dengan fitur yang sama ditandai oleh AFP dengan lingkaran merah:

Image
Perbandingan antara klip di unggahan menyesatkan (kiri) dan video CTV News (kanan)

AFP telah mengidentifikasi lokasi penggerebekan itu, dan tempat itu bisa dilihat di Google Street View di sini.

Departemen Kehakiman AS telah menerbitkan pernyataan pers tentang kasus itu pada tanggal 30 Maret 2020, menyatakan bahwa Feldheim ditahan di “kediamannya”. 

Kasus itu juga dilaporkan oleh harian New York Post pada tanggal 30 Maret 2020 di sini dan ABC News, stasiun televisi Amerika, pada tanggal 31 Maret 2020 di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami