Seorang wanita yang mengenakan masker berjalan melewati papan iklan di sebuah mal di Jakarta pada tanggal 8 November 2020. (AFP / Adek Berry)

Benang hitam pada masker adalah serat tekstil yang tidak berbahaya, kata para ilmuwan

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Berbagai unggahan di media sosial yang menunjukkan video masker dalam ukuran yang telah diperbesar telah dibagikan di media sosial dengan klaim yang menyatakan benang berwarna hitam di masker tersebut adalah “cacing” atau “ulat”. Klaim itu salah: para ilmuwan memberitahu AFP bahwa benang tersebut adalah serat kain yang tidak berbahaya.

Salah satu video diunggah di Facebook di sini pada tanggal 7 April 2021 dan telah ditonton lebih dari 1.000 kali. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 13 April 2021

Video tersebut memperlihatkan seseorang meletakan masker di atas mangkuk yang berisi air panas sebelum mengambil gambar dari jarak dekat benang berwarna hitam yang sangat halus yang terlihat di masker itu. 

Pria di video itu terdengar berbicara dalam bahasa Turki. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dia berkata: “Kemari! Cepat! Lihat bagaimana benda itu bergerak! Aku bersumpah, itu bergerak. Jangan pakai masker, teman-teman. Yang ini juga tumbuh. Tuhan yang tahu seberapa banyak jumlah mereka di sebuah masker.”  

Status unggahan itu berbunyi: “MENGERIKAN..
Orang2 turki telah menjumpai sejenis cacing atau ulat yang sangat halus di masker2 yang diimport dari Cina”. 

Sedangkan teks berbahasa Arab yang terlihat di awal video berbunyi: “Orang Turki menemukan cacing yang sangat halus berkembang biak di beberapa masker yang diimpor dari Tiongkok.” 

Rekaman video yang sama dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 12.000 kali di Facebook di sini, di sini, di sini, di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; serta di YouTube di sini dan di sini.

Video lainnya juga beredar dengan klaim mirip dalam bahasa Malaysia, bahasa Inggris, bahasa Serbia, bahasa Jerman, bahasa Yunani, bahasa Ceko dan bahasa Bulgaria

Namun, klaim itu salah. 

Serat kain yang tidak berbahaya

Jana Nebesarova, asisten profesor di laboratorium mikroskop elektron di Biological Center of the Czech Academy of Sciences, mengatakan kepada AFP pada tanggal 31 Maret 2021: “Kemungkinan besar itu adalah potongan kain. Udara itu penuh dengan pecahan kain yang mengambang bebas bersama dengan serbuk sari, jamur, bagian sel mati dari kulit kita, bagian mikroskopis dari bumi, dll.

“Masker atau tes usap (untuk uji Covid-19) dapat berisi benang yang bisa masuk selama proses pembuatan atau selama penanganannya sebelum akan digunakan. Namun, mereka tidak berbahaya bagi orang yang sehat; ini adalah benda yang kita hirup setiap hari dan epitel bersilia, yang melapisi sistem pernafasan kita, tahu bagaimana menangani partikel mikroskopis asing ini dengan sangat baik.”

Christian Scharlach, juru bicara produsen masker D/Maske di Jerman, mengatakan kepada AFP melalui surel pada tanggal 7 April 2021 bahwa “masker-masker itu bermuatan elektrostatik”, yang memungkinkan mereka untuk menjebak virus kecil serta impuritas seperti serat saat pengemasan.

Marina Jovanovic, ahli ilmu biologi dan rekan penelitian di Institute of General and Physical Chemistry di Belgrade, mempertanyakan kondisi “eksperimen” yang ditampilkan dalam video menyesatkan.

“Saat Anda memakai masker, saat Anda menyentuhnya, Anda membawa berbagai fragmen ... segala macam impuritas,” katanya kepada AFP pada tanggal 6 April 2021. “Apa yang kami lihat di masker itu adalah fragmen, bukan parasit atau makhluk hidup apapun.”

Jeffrey Marlow, asisten profesor biologi di Boston University, mengatakan kepada AFP bahwa dia melakukan eksperimen yang menemukan “untaian” pada masker yang masih baru.

“Ketika saya mengeluarkan masker baru dari tas dan melihatnya di bawah mikroskop tegak Nikon pada [perbesaran] 80x, saya melihat jaringan untaian yang jelas dan tembus cahaya. Kira-kira sekali atau dua kali setiap sentimeter persegi, ada untaian yang lebih gelap yang pendek dan sering menggulung. Selama sekitar 10 menit pengamatan saya di lab, tidak ada satupun untaian di masker yang bergerak,” katanya melalui surel pada tanggal 5 April 2021.

 

Pergerakan kecil

Para ilmuwan mengatakan serat kain di masker dapat bergerak karena listrik statis atau karena “serat aerosol” ini sangat ringan sehingga dapat dibawa oleh arus udara yang biasanya tidak dirasakan oleh manusia.

“Saat Anda mencoba menangkap sebuah benda di kolam, benda itu menjauh dari Anda karena Anda menciptakan gelombang dengan tangan Anda. Demikian pula, saat Anda mendekati benang dengan ujung pinset, Anda menciptakan gelombang di tetesan air dan benang itu bergerak. Namun, itu sama sekali tidak membuktikan bahwa partikel tersebut hidup atau mampu bergerak sendiri,” kata Nebesarova.

COVID-19