Seorang wanita menerima vaksin COVID-19 pada tanggal 15 Januari 2021 di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat. (AFP / Scott Eisen)

Video prop film dan vaksin flu digunakan untuk membuat klaim yang salah bahwa vaksinasi Covid-19 para pemimpin dunia hanyalah ‘sandiwara’

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton ribuan kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim video tersebut menunjukkan seorang pria menjelaskan bagaimana jarum suntik yang bisa ditarik masuk digunakan untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada para pemimpin dunia. Klaim itu salah: rekaman video jarum suntik yang bisa ditarik masuk itu diambil dari akun TikTok ahli pembuat prop film. Dua video lainnya yang digunakan di unggahan menyesatkan sebenarnya memperlihatkan tokoh masyarakat disuntik vaksin influenza di tahun 2019. 

Rekaman video berdurasi satu menit dan 45 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 21 Desember 2020 dan telah ditonton lebih dari 200 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “JARUM SUNTIK PALSU

“Kita yang biasa kena prank sama raja prank, semoga tidak di prank lagi dengan jarum suntik palsu covid ini”.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 25 Januari 2021

Rekaman video itu menggabungkan video seorang pria yang menjelaskan bagaimana jarum suntik yang bisa ditarik masuk dengan video orang-orang yang divaksin. Teks yang ditempel di video itu berbunyi: “Jarum palsu dipakai untuk menyuntik para pemimpin dunia (elit global)”.

Video itu telah ditonton lebih dari 6.800 kali setelah dibagikan dengan klaim mirip di Facebook di sini, di sini, dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; di YouTube di sini dan di sini; serta di TikTok di sini.

Video yang sama juga dibagikan dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia di sini dan di sini, dan dalam bahasa Inggris di sini

Prop pentas

Video pertama sebenarnya menunjukkan ahli pembuat prop Scott Reeder yang memperlihatkan bagaimana jarum suntik yang bisa ditarik masuk dan prop pentas lainnya di video ini, yang diunggah pada tanggal 2 September 2020 di akun TikToknya.

Dia juga mengunggah video yang sama di akun Instagramnya pada tanggal 15 September 2020. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Scott Reeder (@scottpropandroll)

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Reeder di TikTok (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Reeder di TikTok (kanan)

Vaksinasi di Kanada

Video Reeder lalu dipotong dan digantikan video kedua dengan teks yang berbunyi: “Suntikan palsu ini telah dilaku(k)an kepada beberapa pemimpin dunia untuk meyakinkan masy(a)rakat agar mau disuntik vaksin covid-19.”

Video tersebut diambil dari laporan ini yang diterbitkan pada tanggal 14 Desember 2020 oleh media Kanada, Global News, yang berjudul: “Ontario memulai peluncuran vaksinasi COVID-19.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Global News (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Global News (kanan)

Wanita berseragam merah muda dalam video tersebut diidentifikasi sebagai Cecile Lasco, pekerja pendukung dari The Rekai Centre, fasilitas perawatan jangka panjang. 

Ini adalah foto yang diambil dari sudut pandang lain saat dia divaksin. 

Acara yang sama juga diliput oleh media Kanada lainnya, misalnya CBC News di sini dan CityNews Toronto di sini.

Di video CityNews Toronto, dari detik ke-18, terlihat jarum suntik menembus kulit Lasco.

Menteri Kesehatan Ontario

Video kedua itu juga dipotong dan lalu menampilkan video ketiga yang memperlihatkan Christine Elliott, menteri kesehatan provinsi Ontario di Kanada. 

Teks dalam bahasa Inggris yang ditempelkan ke video jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Menteri Kesehatan Ontario Mempromosikan Vaksin Flu… Tetapi kenapa dia cekikikan … lol soalnya JARUMNYA PALSU.” 

Video sebenarnya direkam di tahun 2019 dan memperlihatkan Elliot menerima suntikan flu rutin, bukan vaksin Covid-19.

Ini adalah  laporan yang diunggah di laman Facebook saluran berita Kanada, CP 24, tertanggal 31 Oktober 2019.

Ada beberapa laporan tentang vaksinasi flu pada tahun 2019 di Ontario dan tentang Elliott yang diberi vaksin influenza, yang dia cuitkan sendiri di Twitter

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan unggahan Facebook CP24 (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan unggahan Facebook CP24 (kanan)

Pembawa acara Fox News

Video ketiga itu kemudian terpotong dan digantikan oleh adegan para pembawa acara dari Fox & Friends, acara berita pagi di jaringan Fox News yang berbasis di AS, mendapatkan vaksinasi. 

Teks dalam bahasa Inggris di adegan di video itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “Jangan merasa bersalah Canucks. Pembawa acara Fox news Brian Kilmeade terjebak dalam penipuan yang sama.”

Akan tetapi, video yang digunakan sebenarnya menunjukkan Kilmeade, rekan pembawa acara Fox & Friends, yang mendapatkan suntikan vaksin flu di tahun 2019.

Pencarian kata kunci di Google menemukan laporan video ini, berjudul “Para pembawa acara ‘Fox & Friends’ mendapatkan suntikan flu di Fox Square,” dari Fox News, tertanggal 16 September 2019.

Berikut perbandingan tangkapan layar video dari unggahan menyesatkan (kiri) dan video Fox News (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video dari unggahan menyesatkan (kiri) dan video Fox News (kanan)

AFP telah menerbitkan laporan periksa fakta serupa lainnya yang mengklaim jarum palsu digunakan untuk tahap vaksinasi Covid-19 para pemimpin dunia, misalnya di sini dan di sini.

VIRUS CORONA Vaksin