Video ini memperlihatkan perayaan di Dubai setelah otoritas setempat melonggarkan karantina wilayah

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Rekaman video yang menunjukkan parade di jalanan telah ditonton lebih dari 160.000 kali di Facebook, Instagram, TikTok dan YouTube dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihatkan orang-orang merayakan berakhirnya karantina wilayah atau lockdown di Arab Saudi. Klaim itu salah: video itu direkam di Dubai dan cocok dengan laporan media tentang warga yang melakukan perayaan setelah otoritas Dubai melonggarkan lockdown 24 jam di dua distrik di kota itu. 

Video itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 1 Mei 2020 dan telah ditonton lebih dari 3.000 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Alhamdulillah saudi mengumumkan berakhirnya masa lockdown artinya gerbang umroh dan haji akan dibuka kembali 🙏”. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Pemerintah Saudi mengumumkan pada tanggal 26 Mei 2020, pemberlakuan lockdown secara nasional akan dilonggarkan selama dua minggu sehingga mal dan toko retail bisa kembali beroperasi dan orang-orang bisa keluar rumah antara jam 9 pagi sampai jam 5 sore, AFP melaporkan di sini. Akan tetapi, karantina wilayah selama 24 jam tetap berlaku di beberapa daerah yang terdampak parah oleh pandemi virus corona baru termasuk Mekah dan Madinah.  

Di awal bulan Maret 2020, Arab Saudi telah menangguhkan umrah untuk sementara waktu dan meminta umat muslim untuk menunda persiapan haji tahunan ke Mekah dan Madinah karena pandemi COVID-19.

Menurut data WHO tertanggal 7 Mei 2020 ini, penyakit akibat virus corona baru atau COVID-19 telah merenggut nyawa lebih dari 200 orang di Arab Saudi dan menginfeksi lebih dari 33.000 orang. 

Video yang sama dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 158.000 kali setelah dibagikan di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; di Instagram di sini dan di sini; di TikTok di sini; dan di YouTube di sini dan di sini.

Rekaman video dengan klaim dalam bahasa Malaysia bisa dilihat di sini

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video yang sama dengan durasi lebih panjang diunggah di YouTube di sini pada tanggal 27 April 2020. 

Judul video dalam bahasa Arab tersebut jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Dubai merayakan jumlah nol kasus corona,” sedangkan keterangan videonya berbunyi: “Merayakan jumlah nol kasus corona, setelah membuka daerah Naif di Dubai.”

Kantor Media Dubai mencuitkan informasi mengenai pelonggaran lockdown di Twitter di sini pada tanggal 27 April 2020 dalam bahasa Inggris, yang jika diterjemahkan berbunyi: “Komite Tertinggi Krisis dan Manajemen Bencana Dubai melonggarkan pembatasan pergerakan di Al Ras dan Naif. Keputusan tersebut dibuat karena kedua wilayah tersebut mencatat nol kasus COVID-19 dalam dua hari terakhir. 

“Pembatasan pergerakan akan terus diberlakukan antara jam 10 malam dan 6 pagi seperti halnya di bagian emirat lainnya.”

Al Ras dan Naif adalah dua area yang terletak di kota Dubai.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

AFP menemukan video di unggahan menyesatkan direkam di 27th Street di Dubai. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan Google Street View (kanan), dengan kesamaan bangunan yang dapat diidentifikasi dilingkari warna merah oleh AFP:

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan Google Street View (kanan)

Video yang memperlihatkan adegan serupa dengan klip di unggahan menyesatkan juga diunggah oleh polisi Dubai di Twitter di sini pada tanggal 28 April 2020

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, cuitan itu berbunyi: “Warga di daerah Naif bersuka ria merayakan pelonggaran karantina wilayah 24 jam di sana setelah Naif mencatat nol kasus COVID-19. Mereka memuji upaya UEA dalam menahan penyebaran pandemi dan memberikan perlindungan tertinggi kepada semua lapisan masyarakat.”

Khaleej Timesurat kabar berbahasa Inggris yang berbasis di Dubai, juga menerbitkan laporan tentang perayaan di jalanan tersebut di sini pada tanggal 27 April 2020. 

VIRUS CORONA