
Video ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump menghadiri acara doa lintas agama di gereja pada tahun 2017
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 17/04/2020 pukul 07:45
- Diperbarui pada hari 02/09/2020 pukul 17:10
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu telah ditonton lebih dari 10.000 kali dan dibagikan lebih dari 600 kali sejak diposting di Facebook tanggal 9 April 2020.
Video berdurasi tiga menit delapan detik itu menunjukkan Presiden Amerika Donald Trump, yang duduk di sebelah Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden Mike Pence dan istrinya Karen Pence.
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Status Facebook yang menyertai video itu tertulis: “Maha suci allah..
Gedung putih meminta imam/Ulama untuk berdo,a agar di jauhkan dari wabah corona.
Dari sini, Sebetulnya hati mereka mengakui bahwa: Islam adalah agama yang benar.
Dan Smoga Allah memberi hidayah Islam bagi mreka...”
Sedangkan tulisan putih di bawah video tertulis: “SubhanAllah
Pertama kali dalam sejarah Presiden dan Senat AS membuka sidang dengan ALQUR’AN.”
Video yang sama, yang telah ditonton lebih dari 100.000 kali setelah diunggah di sini di Facebook dan di sini di YouTube dengan klaim tentang pembacaan Alquran dalam sidang Senat AS, mendapat komentar tentang pandemi COVID-19.
Klip tersebut juga telah ditonton lebih dari 270.000 kali setelah dibagikan di Facebook di sini, di sini dan di sini dengan klaim dan komentar yang serupa dalam bahasa Arab.
Klip yang sama dibagikan di sini pada tanggal 25 Maret 2020 dengan klaim dalam bahasa Inggris bahwa Trump dan Pence sedang mendengarkan pembacaan ayat Alquran dalam sebuah sidang Senat AS saat wabah COVID-19.
Sampai dengan 16 April 2020, penyakit akibat coronavirus baru, atau COVID-19, telah merenggut lebih dari 26.000 nyawa di AS dan menginfeksi lebih dari 632.000 orang, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS di sini.
Semua klaim tersebut salah; video itu menunjukkan acara doa lintas agama yang dihadiri Trump di gereja di Washington, DC, sehari selepas pelantikan dirinya sebagai presiden AS pada bulan Januari 2017.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan tangkapan layar yang dibuat dengan perangkat InVID-WeVerify dan pencarian dengan kata kunci menemukan video ini, diunggah di akun Facebook ABC News pada tanggal 21 Januari 2017.
Terjemahan judul video berdurasi hampir 1 jam 21 menit itu adalah: “Trump, Pence Menghadiri Acara Doa Nasional.”
Keterangan diterjemahkan artinya: “Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence menghadiri Acara Doa Nasional di Katedral Nasional Washington – tradisi pelantikan yang dimulai sejak era George Washington.”
Pembacaan Alquran di video asli dimulai pada menit ke 36:04.
Berikut tangkapan layar klip di unggahan menyesatkan (kiri) dan video ABC News (kanan):

Trump dilantik sebagai presiden AS ke-45 pada tanggal 20 Januari 2017, sehari sebelum acara doa itu.
C-Span, kanal berita acara pemerintah AS, juga melaporkan acara doa tersebut pada tanggal 21 Januari 2017 di sini dan mengatakan: “Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence dan keluarga mereka menghadiri Acara Doa Nasional Pelantikan Presiden ke-58 di Katedral Nasional di Washington, D.C. Tradisi acara doa lintas agama diselenggarakan di pagi hari setelah pelantikan presiden dengan mempersembahkan doa-doa dan bacaan dari pemimpin banyak agama, disertai pertunjukan musik. Acara ini menandai akhir dari rangkaian jadwal pelantikan presiden.”
Katedral Nasional Washington menandai acara tanggal 21 Januari 2017 itu di websitenya di sini, sementara jadwal lengkap acara itu bisa dibaca di sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami