Gambar ini adalah ilustrasi seniman Italia tentang kendaraan futuristik, bukan prediksi kehidupan di tahun 2022

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 26/08/2020 pukul 11:45
  • Waktu baca 4 menit
  • Oleh: AFP Meksiko, AFP Indonesia
Sebuah ilustrasi yang menampilkan orang mengendarai kendaraan berkapasitas tunggal telah dibagikan ribuan kali di berbagai postingan Facebook, Twitter dan Instagram dengan klaim gambar itu dibuat oleh seniman Italia di tahun 1962 untuk menunjukkan bayangannya tentang kehidupan di tahun 2022. Klaim itu salah: gambar itu ada ilustrasi seniman Italia tentang kendaraan futuristik yang ia bayangkan bisa memperbaiki lalu lintas di kota-kota besar. 

 

Ilustrasi yang memperlihatkan orang-orang mengendarai kendaraan berbentuk tabung dengan kapasitas satu orang muncul di Facebook di sini pada tanggal 5 Agustus 2020 dan telah dibagikan lebih dari 370 kali sebelum dihapus. 

Image

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 24 Agustus 2020 

Sebagian status unggahan itu berbunyi: “La Vida en 2022

“Walter Molino adalah seorang seniman komik dan ilustrator Italia yang lahir pada 5 November 1915, di Reggio Emilia, Italia. Dan meninggal pada 8 Desember 1997, di Milan, Italia. Salah satu karyanya yang terbit pada tahun 1962 berjudul ‘La Vida en 2022’ atau ‘Kehidupan di tahun 2022’ belakangan menjadi perhatian khusus warganet.

“Dalam lukisan yang menceritakan kehidupan di tahun 2022 itu memperlihatkan orang-orang berjalan menggunakan sebuah mesin yang ditutupi oleh pelindung kaca. Seolah-olah manusia pada tahun itu tidak boleh menghirup udara luar dengan bebas tanpa sebuah pelindung, seperti yang kita alami saat pandemi ini.”

Sedangkan teks yang ditempelkan di ilustrasi itu berbunyi: “Sebuah lukisa karya Walter Molino pada tahun 1962 yang berjudul ‘La Vida en 2022’ atau ‘Kehidupan di tahun 2022’ mendadak jadi perhatian publik. Lukisan ini digadang-gadang akan memprediksikan masa depan dunia di tahun 2022 mendatang.”

Walter Molino adalah seniman dari Italia yang dianggap sebagai salah satu ilustrator dan kartunis terbaik di abad ke-20 di negara tersebut. 

Gambar itu juga dibagikan di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; serta di Instagram di sini, dengan klaim yang mirip.

Gambar yang sama dengan klaim dalam bahasa Inggris bisa dilihat di sini dan di sini, bahasa Spanyol di sini dan di sini, bahasa Italia di sini, dan bahasa Portugis di sini

Namun, klaim itu salah. 

Visi yang futuristik

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan artikel blog yang diterbitkan pada tahun 2014 di sini, yang menjelaskan bahwa gambar tersebut adalah ilustrasi “la singoletta”, moda transportasi berkapasitas satu orang seperti yang dibayangkan oleh Molino pada tahun 1962.

Ilustrasi itu muncul di sampul belakang surat kabar mingguan Italia Domenica del Corriere pada tanggal 16 Desember 1962.

Berikut tangkapan layar sampul belakang surat kabar Domenica del Corriere:

Image

Tangkapan layar sampul belakang La Domenica del Corriere 

Di kanan bawah gambar, terdapat teks dalam bahasa Italia, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai: “Akankah kota menjadi seperti ini? Inilah cara mengatasi masalah lalu lintas di kota, atau malah terselesaikan dengan tuntas. Alih-alih mobil besar seperti sekarang, kami memiliki singolettas, mobil kecil dengan satu tempat duduk yang mengokupasi lahan secara minimal. Walter Molino membayangkan tampilan jalan di sini jika solusi baru diadopsi dalam skala besar.”  

AFP menghubung lewat email departemen arsip Corriere della Sera, harian Italia yang memiliki Domenica del Corriere. Francesca Tramma, kepala bagian kearsipan, menjelaskan “gambar itu ada di sampul belakang” surat kabar mingguan yang beredar dari tahun 1899 hingga 1989 tersebut.

Tramma membantah ilustrasi itu menyinggung tahun 2022, dan mengatakan “gambar itu membayangkan masa depan, mereplikasi jalan yang sama di New York yang dapat dilihat di sampul depan Domenica del Corriere, di mana seorang pria menjadi gila dalam kemacetan lalu lintas.” 

Sampul depan surat kabar mingguan itu menunjukkan seorang pria menginjak atap sebuah mobil, dengan teks dalam bahasa Italia yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “Mimpi buruk kemacetan lalu lintas. Di sebuah jalan di Kota New York, petugas pos George A. Compton, yang tidak dapat bergerak karena mobilnya terjebak di kemacetan lalu lintas, setelah menunggu dalam kondisi jengkel kemudian mengamuk. Dia keluar dari mobil dan melepaskan sepatunya dan mulai menaiki atap mobil-mobil yang tidak bisa bergerak, melompat dengan mudahnya dari satu mobil ke mobil lainnya.” 

Artikel blog tertanggal 4 Juni 2020, dengan judul “La Singoletta tahun 1962: Bagaimana dia dibuat dan siapa yang membayangkannya”, di sini, mengunggah sebuah foto artikel tentang kendaraan futuristik dari edisi mingguan yang terbit pada tanggal 16 Desember 1962 itu. 

Diterjemahkan dari bahasa Italia ke bahasa Indonesia, artikel tahun 1962 itu berjudul: “Untuk mengatasi masalah lalu lintas, kami mengusulkan ‘singoletta’.”  

Ketika sampul belakang surat kabar tahun 1962 itu menjadi viral dengan interpretasi yang menyesatkan, surat kabar Corriere della Sera menerbitkan artikel ini pada tanggal 18 Mei 2020 dalam bahasa Italia.

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, sebagian artikel itu berbunyi: “Singolettas, yang bergerak dalam lalu lintas, seperti yang diilustrasikan oleh Walter Molino, tampak 'profetik'. Di saat krisis akibat virus corona, mereka menjadi pengingat pentingnya mendesain ulang transportasi di perkotaan, dari aturan baru untuk angkutan umum hingga jalur sepeda.” 

Kesimpulannya, gambar orang yang mengendarai kendaraan yang berkapasitas satu orang yang menjadi viral sesuai dengan sampul belakang majalah Italia Domenica del Corriere tertanggal 16 Desember 1962. Akan tetapi, ilustrasi itu tidak menyebutkan tentang tahun 2022, dan juga bukan merupakan sebuah prediksi tetapi lebih menunjukkan proposal futuristik untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami