
Video ini menunjukkan simulasi vaksinasi Covid-19 di NTT, bukan vaksinasi sebenarnya
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 21/01/2021 pukul 08:55
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Rekaman video berdurasi satu menit dan 30 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 17 Januari 2021 dan telah dibagikan lebih dari 500 kali.
Status unggahan itu berbunyi: “Kejadian d NTB selesai d suntik vaksin”.

Unggahan itu dibagikan di media sosial beberapa hari setelah Indonesia memulai vaksinasi massal Covid-19 dengan vaksin perdana diberikan kepada Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Januari 2021, seperti dilansir AFP di sini.
Video itu juga dibagikan dengan klaim yang mirip di Facebook di sini, di sini dan di sini.
Rekaman itu telah ditonton lebih dari 47,000 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di YouTube di sini dan di sini, serta di TikTok di sini dan di sini.
Akan tetapi, klaim itu salah.
Pencarian kata kunci di Google menemukan video berdurasi lebih panjang di unggah di Facebook di sini oleh Pos Kupang pada tanggal 13 Januari 2021.
Menurut keterangan videonya, rekaman video itu memperlihatkan seorang “pasien yang jatuh saat simulasi vaksin perdana Covid-19” di Provinsi NTT — bukan di NTB seperti yang diklaim di status unggahan menyesatkan.
“Simulasi digelar di halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT pada Rabu (13/1) pagi. Rencananya, pada kamis akan dilakukan vaksinasi perdana tingkat Provinsi NTT kepada 15 pejabat publik,” keterangan video Pos Kupang itu berbunyi.
Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan):

Media Indonesia juga menerbitkan laporan mengenai simulasi vaksinasi tersebut di sini pada tanggal 13 Januari 2021 dengan judul: “Pemprov NTT Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19”.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengonfirmasi kepada Tempo.co pada tanggal 18 Januari 2021 bahwa yang terlihat di video itu adalah simulasi, bukan vaksinasi yang sebenarnya.
“Ini kan simulasi pelaksanaan vaksin. Jadi simulasi menghadapi bagaimana kalau tiba-tiba ada kasus yang pingsan,” ujar Nadia.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami