Video ini menunjukkan konser paduan suara di Turki pada tahun 2011

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 14/04/2020 pukul 10:50
  • Waktu baca 4 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Rekaman video yang dikatakan memperlihatkan para musisi dari latar belakang agama yang berbeda melantunkan 99 nama Allah saat wabah virus corona di Selandia Baru telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook. Klaim itu salah; video itu telah beredar secara online tentang konser paduan suara yang diadakan di Turki pada tahun 2011. 

Video berdurasi tiga menit, 29 detik yang memperlihatkan konser paduan suara muncul di Facebook di sini pada tanggal 26 Maret 2020. Video tersebut telah ditonton lebih dari 13.000 kali dan dibagikan 850 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Pertama kali dalam Sejarah Dunia.

“Para Pemuzik dan Penyanyi dari kalangan Penganut Agama Islam, Kristian, Yahudi dan Budha hadhir bersama-sama di New Zealand mengalunkan ASMAUL HUSNA (99 Nama ALLAH) dalam Bahasa Arab khusus dalam menghadapi Wabah Covid 19.

“Terlalu banyak hikmah dibalik terjadinya Wabah Covid 19 sekarang ini.

“SAKSI kan hingga selesai Guys.”

Berikut tangkapa layar unggahan menyesatkan itu:

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Logo TRT Avaz, saluran TV Turki, bisa dilihat di kiri atas video. 

Sampai tanggal 13 April 2020, jumlah korban tewas akibat pandemi virus corona baru, atau COVID-19, telah mencapai lebih dari 111.000 orang dan sedangkan hampir 1,7 juta orang positif terinfeksi di seluruh dunia, menurut data WHO di sini

Video dengan klaim yang mirip telah ditonton lebih dari 20.000 kali dan dibagikan sedikitnya 2.800 kali setelah diunggah di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini

Video yang sama dengan klaim dalam bahasa Inggris bisa dilihat di sini, di sini dan di sini; serta dalam bahasa Malaysia di sini dan di sini

Pencarian kata kunci di Google menemukan versi lengkap video itu diunggah oleh TRT Avaz, kanal Perusahaan Radio dan TV Turki, di Dailymotion di sini. Diterjemahkan dari bahasa Turki ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “Paduan Suara Sultan Mehmet Sarajevo - 2011-05-29”.  

Adegan di video menyesatkan bisa dilihat mulai dari menit 4:55. 

Berikut perbandingan tangkapan layar adegan-adegan di video menyesatkan (kiri) dan video TRT (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar adegan-adegan di video menyesatkan (kiri) dan video TRT (kanan)

Konser di video tersebut diadakan di Museum Hagia Irene, atau Museum Hagia Eirene, di Istanbul pada tanggal 29 Mei 2011, seperti yang dilaporkan oleh media Turki Haberler di sini pada tanggal 31 Mei 2011. Judul laporan tersebut jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Paduan Suara Fatih Sultan Mehmet Merebut Hati Penonton”. 

Jurnalis AFP di biro Istanbul menerjemahkan dua paragraf pertama artikel tersebut sebagai: “Konser Paduan Suara Fatih Sultan Mehmet, yang terdiri dari anak-anak dari tiga etnis yang berbeda (Bosniak, Kroasia dan Serbia) yang tinggal di Bosnia dan Herzegovina, membuat para pendengar terpesona. Paduan suara tersebut, menyanyikan lagu-lagu religi dan lokal dengan instrumen yang berbeda, sontak membuat penonton berdiri dan bertepuk tangan. 

"Paduan Suara Fatih Sultan Mehmet, yang datang ke Istanbul sebagai tamu istimewa TRT Music, mempersembahkan pertunjukan di Aula Konser Sekolah Tinggi Ilmu Sosial di Yenibosna kemarin malam, setelah konser mereka di Museum Hagia Eirene pada tanggal 29 Mei. Paduan suara orang Bosnia, pemuda Kroasia dan Serbia menyanyikan lagu-lagu pujian dalam bahasa Turki, Malaysia, Bosnia, Urdu, dan bahasa Persia. Paduan suara, yang membuat penonton terpesona dengan nyanyian pujian yang mereka nyanyikan dan alat musik yang mereka mainkan, membuat para peserta terpukau. Di akhir konser, penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah kepada kelompok tersebut.”

Media Turki lainnya Yeni Asya dan Dunya Bulteni juga mempublikasikan laporan-laporan mereka tentang konser tersebut di sini dan di sini

Abdullah Gul, presiden Turki yang menjabat dari tahun 2007 hingga tahun 2014, juga menghadiri konser tersebut dan mempublikasikannya di blog pribadinya tertanggal 29 Mei 2011 di sini.

Diterjemahkan dari bahasa Turki ke bahasa Inggris, dua paragraf pertama blog itu berbunyi: “Presiden Abdullah Gul, yang mengunjungi Hagia Sophia bersama istrinya Hayrunnisa Gul, kemudian menyaksikan konser yang diadakan oleh TRT di Hagia Irene di acara peringatan Penaklukan Istanbul.

“Presiden dan Ny. Gul mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Paduan Suara Fatih Sultan Mehmet yang datang ke Turki sebagai tamu istimewa saluran Musik TRT di Hagia Irene.”

Berikut perbandingan tangkapan layar aula konser di video menyesatkan (kiri) dan foto Hagia Irene di situs web museum (R) dengan fitur-fitur penting dilingkari merah oleh AFP: 

Image
Perbandingan tangkapan layar aula konser di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Hagia Irene di situs web museum (kanan)

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami