
Anggota parlemen Brazil itu marah karena rumah sakit baru untuk pasien COVID-19 belum beroperasi
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 03/07/2020 pukul 07:05
- Diperbarui pada hari 02/09/2020 pukul 16:40
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Segun OLAKOYENIKAN, AFP Nigeria, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Rekaman video berdurasi dua menit 29 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 17 Juni 2020 dan telah ditonton lebih dari 276.000 kali serta dibagikan hampir 5.000 kali.
Di video itu nampak beberapa pria berpakaian hitam memaksa masuk ke suatu tempat yang terlihat seperti lokasi proyek.
Status unggahan itu berbunyi: “Video ini terjadi di Brazil. Sebuah rumah sakit terkenal disana diserbu oleh sekumpulan penduduk yang turut disertai oleh seorang ADUN untuk mengetahui benarkah ada 5000 orang yang positif corona disitu dan angka kematiannya dalam tempo 2 hari mencapai lebih 200 orang.
“Mereka mendapati rumah sakit kosong dan tidak ada seperti visual yang disiarkan dalam media. Katanya ini juga realiti yang sama bagi beberapa rumah sakit yang telah disiarkan dalam media. Konon skenario ini dilakukan dengan permintaan dari WHO yang akan membayar 8000 euro bagi tiap kematian yang didaftarkan sebagai akibat virus corona dan 5000 euro bagi tiap pesakit dan 300 euro bagi tiap pemeriksaan. Inilah sebab mengapa angkanya melonjak tinggi.
“Kesimpulan: ada rahasia antar bangsa dalam perkara ini. Bagaimana dengan Indonesia?
“Haruskah tinggal diam mengikuti permainan tingkat tinggi ini. Silahkan anda simpulkan…”

Video itu juga muncul di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini dengan klaim serupa.
Video yang sama telah ditonton lebih dari tiga juta kali setelah diunggah dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris di Facebook di sini dan di sini, dan juga dalam bahasa Portugis di Facebook di sini dan di Twitter di sini.
Rumah sakit yang belum buka
Video itu sebenarnya memperlihatkan rumah sakit lapangan yang masih dalam tahap pembangunan dan belum menerima pasien pertama.
AFP Fact Check menjalankan pencarian gambar terbalik terhadap potongan gambar yang diperoleh dengan menggunakan InVID-WeVerify dan menemukan video yang lebih panjang berdurasi 54 menit 55 detik yang diunggah pada tanggal 27 Mei 2020, di saluran YouTube Filippe Poubel, seorang anggota parlemen yang mewakili distrik Rio de Janeiro. Diterjemahkan dari bahasa Portugis ke bahasa Indonesia, sebagian keterangan video itu berbunyi: “Anggota Parlemen Poubel dalam inspeksi rumah sakit lapangan”.
Klip itu identik dengan video Facebook Live ini yang diposting di laman Facebook resmi Poubel pada tanggal 27 Mei 2020.
Di menit ke-20:51, tulisan “Hospital De Campanha Sao Goncalo” terlihat di gerbang masuk lokasi konstruksi.
Berikut tangkapan layar video YouTube Poubel yang menunjukkan tulisan “Hospital De Campanha Sao Goncalo”, dilingkari warna merah oleh AFP:

Pencarian kata kunci menemukan beberapa artikel di media berbahasa Portugis, R7, tentang penundaan pembukaan rumah sakit itu dan inspeksi yang dilakukan oleh Poubel.
Sao Goncalo Campaign Hospital merupakan satu di antara tujuh rumah sakit lapangan yang akan dibangun oleh pemerintah Rio de Janeiro untuk menangani kasus-kasus virus corona yang meningkat di wilayah tersebut.
Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tanggal 18 Juni 2020 oleh kantor berita Agência Brasil, sebanyak 200 tempat tidur disiapkan untuk menerima pasien COVID-19 yang mendapatkan rujukan dari jaringan kesehatan masyarakat.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Poubel memulai videonya dengan mengatakan: “Saya sekarang tiba di rumah sakit Sao Goncalo yang seharusnya buka hari ini, tapi nyatanya belum. Kami akan melakukan inspeksi.”
Di detik ke-53, ia berkata: “Itu sebabnya mereka tidak ingin saya masuk -- ini seharusnya dibuka hari ini. Lihat ini, tidak ada yang siap.”
Sampai dengan 2 Juli 2020, lebih dari 10 juta orang telah terinfeksi virus corona baru di seluruh dunia dan kasus kematian melebihi 517.000, menurut data AFP di sini.
Brazil adalah negara paling terdampak kedua di dunia setelah Amerika Serikat dengan lebih dari 60.000 orang tewas karena COVID-19.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami