Foto serupa telah diterbitkan oleh media India dalam laporan tahun 2017 tentang sebuah keluarga yang bunuh diri

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah foto telah dibagikan ribuan kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan foto tersebut menunjukkan keluarga yang meninggal setelah makan dengan menggunakan daun pisang yang terkontaminasi virus sebagai alas. Klaim itu salah: foto serupa telah beredar di laporan media India tentang sebuah keluarga yang dilaporkan bunuh diri di India pada tahun 2017. 

Dua foto muncul di Facebook di sini pada tanggal 25 Mei 2020. Foto pertama menunjukkan enam orang terbaring di atas lantai dan foto kedua memperlihatkan empat kelelawar yang bergantung di daun pisang. 

Status unggahan itu berbunyi: “Mohon ijin share info.. Satu keluarga di India meninggal, makan mengunakan daun pisang yg kena virus kelelawar, becarefull sekarang lagi trend makan ramai2 lauk dan nasi taruh di atas daun pisang, ...ada baiknya sebelum digunakan daun pisang terlebih dahulu di cuci dengan air bersih lalu di bakar di atas api untuk membunuh bakteri yang ada..
Just info”. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 6 Juli 2020

Virus corona jenis baru, yang menyebabkan pandemi COVID-19, kemungkinan berasal dari kelelawar, menurut sebuah studi oleh ahli mikrobiologi Hong Kong. Kelelawar juga dikenal sebagai inang reservoir beberapa virus lain yang dapat menginfeksi manusia, seperti virus rabies, virus Nipah dan virus Hendra, menurut artikel jurnal medis yang diterbitkan di situs web Perpustakaan Kedokteran Nasional AS ini.

Kedua foto itu telah dibagikan lebih dari 6.500 kali dengan klaim serupa di Facebook sejak tahun 2018 di sini, di sini, di sini dan di sini.

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti oleh pencarian kata kunci menemukan foto yang mirip diterbitkan di laporan ini oleh Deccan Herald, surat kabar berbahasa Inggris di India. 

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, judul laporan tertanggal 18 September 2017 itu adalah: “Enam anggota keluarga tewas akibat bunuh diri terencana.”  

Dua paragraf pertama dari laporan itu berbunyi: “Enam anggota keluarga termasuk dua wanita dan dua anak-anak bunuh diri di Mamillagadda di kota Suryapet di Telangana dengan cara menenggak pestisida.

“Menurut polisi Suryapet, keluarga itu menempuh langkah ekstrem setelah rentenir mulai mengganggu mereka akibat uang yang dipinjamkan kepada putra sulung, Suresh. Suresh yang menjalankan bisnis perangkat keras komputer namun gagal menghilang seminggu yang lalu karena tidak mampu membayar kembali pinjaman yang besar.”

Mamillagadda adalah sebuah distrik di kota Suryapet, negara bagian Telangana di India bagian selatan. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Deccan Herald (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Deccan Herald (kanan)

The Hindu juga menerbitkan foto serupa, yang diambil dari sudut yang berbeda, di artikel tertanggal 19 September 2017 ini, yang berjudul: “Enam keluarga melakukan bunuh diri.”

Sementara itu, foto kedua adalah hasil cetak berjudul “Peters Tent-making Bats roosting Costa Rica” atau “Kelelawar Uroderma bilobatum bertengger Costa Rica”, yang dijual di sini di posterazzi.com, situs web berbasis di AS yang menjual poster dan hasil cetak secara online. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara gambar kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan hasil cetak di posterazzi.com (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara gambar kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan hasil cetak di posterazzi.com (kanan)
VIRUS CORONA