
Rekaman video diambil di Azerbaijan di bulan November 2019
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 09/04/2020 pukul 11:50
- Waktu baca 8 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video berdurasi dua menit 56 detik itu telah ditonton lebih dari 9.800 kali dan dibagikan lebih dari 620 kali sejak diunggah di Facebook tanggal 29 Maret 2020.
Berikut tangkapan layar unggahan video menyesatkan itu:

Status Facebook tersebut adalah: “Setelah 500 tahun yang lalu Azan dilarang di Spanyol (Andalusia), baru kemarin (28 Maret 2020) Adzan pertama kali di kumandangkan di negeri dimana Islam pernah berjaya, dan ini terjadi saat krisis Corona berlangsung secara Global.”
Sedangkan tulisan putih di bawah video tertulis: “Azan PERTAMA di SPANYOL Setelah 500 Tahun dilarang”.
Penyakit virus corona, atau COVID-19, yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019, telah menjadi pandemi global.
Spanyol, salah satu negara dengan kasus COVID-19 terbesar, mencatat lebih dari 140.000 kasus positif dan hampir 14.000 korban meninggal hingga tanggal 9 April 2020, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini.
Video yang sama telah ditonton lebih dari 23.000 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di sini, di sini, di sini dan di sini di Facebook; di sini dan di sini di YouTube; dan di sini di Twitter.
Klip video itu juga dibagikan dalam berbahasa Inggris dengan klaim yang mirip di sini dan di sini; dan dalam bahasa Malaysia di sini dan di sini.
Klaim tersebut salah: video itu diambil di Azerbaijan, bukan di Spanyol, dan tak ada larangan azan di Spanyol dalam beberapa waktu terakhir ini.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan tangkapan layar yang dibuat dengan aplikasi InVID-WeVerify dan pencarian dengan kata kunci menemukan video itu pertama kali diunggah di Instagram di sini pada tanggal 20 November 2019 oleh seorang bernama Kenan Musaev.
“Kota tempat kita mendengar lantunan suara azan.. Balakan!” tulis status Instagram berbahasa Azerbaijan itu, menurut terjemahan seorang jurnalis AFP di Turki.
Balakan, juga disebut Belakony, adalah kota di sebelah barat laut Azerbaijan.
Pemilik akun Instagram menulis di kolom komentar postingan Instagramnya pada tanggal 3 April 2020 bahwa dia mengabadikan video itu pada bulan November 2019 di kota Balakan dan video itu “tidak ada hubungannya dengan Spanyol”.
“Ini bukan Spanyol,” katanya, dan menambahkan bahwa orang yang berdiri di menara masjid di awal video adalah dirinya.
Berikut tangkapan layar komentar pemilik akun:

Setelah videonya menjadi viral, Musaev mengunggah video ini yang berasal dari salah satu TV Turki yang menayangkan video miliknya dengan konteks yang salah dan mengklarifikasi bahwa tayangan itu diambil di Azerbaijan, bukan Spanyol.
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, sebagian keterangan video dalam bahasa Azerbaijan itu tertulis: “Azerbaijan atau Spanyol? Sebenarnya, kami mengambil video ini dengan sahabatku @hikmet_askerov atas kecintaan kepada Allah. Sudah lama saya ingin mengambil video menara masjid Balakan… Ketika stasiun ATV di negara serumpun Turki menyiarkannya dan mengatakan itu bukan di Azerbaijan tapi di Spanyol, saya kaget tapi tidak sedih.”
AFP telah mengidentifikasi lokasi masjid di video itu dan bisa dilihat di sini dari Google Maps.
Berikut tangkapan layar sebuah foto yang diambil dekat masjid tersebut dari Google Maps:

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto yang ditemukan di Google Maps (kanan). AFP telah menandai bagian-bagian penting dengan lingkaran merah.

Klaim tentang larangan azan juga salah. Undang-undang dasar Spanyol – yang dibuat tahun 1978, setelah meninggalnya Jenderal Franco – dan UU Kebebasan Beragama tahun 1980 menjamin kebebasan beragama dan kebebasan beribadah kepada pengikut berbagai agama di negara itu, termasuk umat Islam.
Masjid Agung Granada, di kota Granada di Spanyol, mengunggah video ini di Facebook, yang menampilkan seorang pria melantunkan azan di masjid tersebut pada bulan Juli 2017.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami