Video ini menunjukkan demo di Hamburg dan telah beredar online sejak bulan Januari 2020

Rekaman video yang diklaim menunjukkan orang-orang di Italia meneriakkan “Allahu Akbar” dan meminta “pertolongan dari Allah” saat pandemi virus corona telah ditonton lebih dari sejuta kali di Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok. Klaim itu salah: video itu direkam di Hamburg, Jerman, dan cocok dengan laporan tentang unjuk rasa di kota tersebut pada bulan Januari 2020 untuk menentang penindasan muslim Uighur di Tiongkok.  

Rekaman video berdurasi 22 detik itu muncul di Twitter di sini pada tanggal 7 April 2020 dan telah ditonton sedikitnya 3.600 kali dan dicuitkan ulang lebih dari 150 kali. 

Terdengar video itu orang-orang meneriakkan kalimat syahadat dan bertakbir “Allahu Akbar”. 

Cuitan tersebut berbunyi: “Itali bertakbir.. 
Allahu Akbar
Allahu Akbar 
Allahu Akbar 
Yaa Allah please help us..”

Teks berbahasa Inggris yang ditempelkan ke video jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “ORANG-ORANG ITALIA MULAI MEMINTA PERTOLONGAN DARI ALLAH

“YA ALLAH TOLONG BANTU KAMI”.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Italia melaporkan kasus pertama penyakit virus corona baru, atau COVID-19, di akhir bulan Januari 2020. Jumlah kematian akibat dari pandemi COVID-19 di negara itu melebihi 24.000 orang dan hampir 184.000 orang terinfeksi virus tersebut, berdasarkan data WHO ini tertanggal 22 April 2020. 

Video yang sama juga telah dibagikan dengan klaim yang mirip di YouTube di sini dan di Facebook di sini, di mana klip itu telah ditonton lebih dari 9.400 kali.

Video itu diunggah di di TikTok di sini dengan klaim yang serupa dalam bahasa Inggris dan telah ditonton lebih dari 1.7 juta kali.  

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video yang sama diunggah di YouTube di sini pada tanggal 14 Januari 2020. 

Diterjemahkan dari bahasa Jerman ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “11.01.2020 demonstrasi Uighur di Hamburg”. 

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

NDR, radio dan stasiun TV berbasis di Hamburg, mempublikasikan laporan ini mengenai aksi protes tersebut pada tanggal 11 Januari 2020. Diterjemahkan dari bahasa Jerman ke bahasa Inggris, judul laporan itu berbunyi: “Aksi protes menentang penindasan orang Uighur”. 

Dua paragraf pertama laporan itu berbunyi: “Sekitar 2,000 orang di Hamburg-St.Georg melakukan aksi protes menentang penindasan etnis Uighur di Tiongkok. Menurut polisi, aksi tersebut berjalan damai.” 

“Badan intelijen memperingatkan kaum Islamis
Badan Intelijen Hamburg (Badan Perlindungan Konstitusi) telah memperingatkan pada hari Jumat bahwa demonstrasi diorganisir oleh kelompok Islamis. Organisasi terlarang Hizb-ut-Tahrir, menurut badan intelijen tersebut, tersembunyi di balik penyelenggara ‘Generasi Islam’. Organisasi itu berusaha mendapatkan pengikut baru dengan mengangkat topik-topik populer, non-ekstremis, kata badan intelijen.”

Berdasarkan laporan tersebut, para demonstran memulai aksi mereka di Steindamm lalu berjalan ke Gerhart-Hauptmann-Platz

Media Jerman lainnya seperti Suddeutsche Zeitung dan Welt juga mempublikasikan laporan mereka terkait aksi tersebut. 

Foto-foto demonstrasi bisa dilihat di Getty Images di sini

Berikut perbandingan tangkapan layar antara adegan-adegan di video di YouTube (kiri) dan Google Street View (kanan), dengan karakteristik bangunan yang sama dilingkari warna merah oleh AFP:

Perbandingan tangkapan layar antara adegan-adegan di video di YouTube (kiri) dan Google Street View (kanan)