Adegan film dibagikan dengan klaim salah tentang 'tentara Ukraina membunuh warga sipil di Chechnya'

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton ribuan kali setelah diunggah di media sosial dengan klaim video itu menunjukkan tentara Ukraina membunuh warga muslim Chechnya saat Ukraina menyerang Chechnya. Namun, klaim tersebut salah. Tayangan video itu berasal dari adegan pembuka film Prancis berjudul "The Search", yang memperlihatkan keluarga Chechnya ditembak mati tentara Rusia. Film tahun 2014 itu berlatar belakang perang Rusia-Chechnya pada tahun 1999. Sejak runtuhnya Uni Soviet di tahun 1991, Rusia — bukan Ukraina — yang berperang di Chechnya.

Video itu telah ditonton lebih dari 11.000 kali setelah diunggah di Facebook di sini pada tanggal 10 Maret 2022.

Klip video berdurasi satu menit 52 detik itu memperlihatkan seorang tentara menembak sepasang pria dan wanita setengah baya setelah terjadi adu mulut di antara mereka.

Keterangan video di unggahan tersebut adalah: "Walaupun video kejadian ini sudah lama namun bisa dijadikan sebagai peringatan.. inilah yang dilakukan oleh tentera Ukraina, ketika mereka memasuki tanah Chechnya dan membunuh seorang lelaki tua yang sedang membaca surat Al-Fatihah bersama isterinya tanpa belas kasihan, dan hari ini ayat itu terbalik, chechnya masuk bersama tentera Rusia, dan yg sekarang terjadi di Ukraina mungkin Jawaban atas do'a2 orang chechnya yg terzholimi dan bukti gambaran nyata atas perbuatan bejat ukraina dahulu kepada chechnya.

"Bagaimana jika kejadian dahulu berlaku terhadap orang Ukraina saat ini..??? Wallahu a'lam."

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 25 Maret 2022

Chechnya adalah sebuah republik yang terletak di bagian barat daya Rusia.

Video yang sama telah ditonton lebih dari 6.800 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini.

Klip itu juga muncul dengan klaim dalam bahasa Urdu, bahasa Inggris dan bahasa Malaysia.

Unggahan-unggahan itu beredar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan invasi ke Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022.

Serangan Rusia itu telah membunuh lebih daripada 1,000 warga sipil di Ukraina dan menyebabkan jutaan orang mengungsi, menurut data terkini dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Cukup banyak warganet yang melihat video itu percaya dengan klaim yang dikatakan dalam unggahan.

Salah satu komentar di Facebook berbunyi: "Skrg kt harus dukung Rusia dn chehen...biarlah Ukraina dpt balasan dr kekejamannya di masa lalu..."

Komentar lainnya berbunyi: "SEKARANG KALIAN MENDAPAT BALASANNYA...SEMOGA HANCUR LEBUR NEGERI MU..."

Berikut tangkapan layar komentar pada unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar komentar pada unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 25 Maret 2022

Namun, klaim tersebut salah.

Pencarian dengan kata kunci tertentu menemukan bahwa video itu merupakan salah satu adegan dalam film tahun 2014 yang berjudul The Search, karya sutradara Prancis Michel Hazanavicius.

Terjemahan sinopsis film tersebut adalah: "Seorang wanita Prancis yang bekerja untuk sebuah lembaga swadaya masyarakat menjalin hubungan khusus dengan seorang anak lelaki terlantar di Chechnya yang dilanda perang pada tahun 1999."

Adegan yang memperlihatkan aksi pembunuhan seperti pada unggahan menyesatkan itu bisa dilihat pada menit ke 3:47 di film tersebut yang telah diunggah di YouTube di sini.

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan adegan asli dari film (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan adegan asli dari film (kanan)

Film The Search tayang perdana di Festival Film Cannes 2014.

Dalam wawancara ini, yang disertakan dalam kit film untuk Cannes, sutradara Hazanavicius menjelaskan adegan pembuka film yang memperlihatkan tentara Rusia menembak keluarga Chechnya.

"Video kotor dan kasar, kamera genggam, format yang belum menjadi format film, semua ini bagi saya adalah representasi visual yang paling tepat. Saya yang memegang kamera, untuk pengambilan sekuens selama lima menit," kata Hazanavicius.

Dalam ulasan film The Search, media Inggris The Guardian menulis: "Tidak ada keraguan tentang kekuatan adegan pembuka. Tentara Rusia yang mabuk dan kejam mengejek dan meneror warga sipil Chechnya dan mengeksekusi pasangan tepat di depan putri mereka Raissa (Zukhra Duishvili)."

Perang Chechnya

Sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia — bukan Ukraina — berperang di Chechnya.

Pasukan Rusia pertama kali menginvasi Chechnya untuk memerangi kelompok separatis pada tahun 1994 dan menarik diri pada bulan Januari 1997, beberapa bulan sebelum penandatanganan perjanjian damai antara Presiden Rusia Boris Yeltsin dan pemimpin Chechnya Aslan Maskhadov.

Pada saat Putin menjadi perdana menteri pada tahun 1999, ia melancarkan serangan militer terhadap kelompok separatis di wilayah berpenduduk mayoritas muslim tersebut.

Human Rights Watch mengatakan antara 3.000 hingga 5.000 orang telah hilang di Chechnya sejak awal perang Chechnya kedua pada tahun 1999, dengan sepengetahuan pihak berwajib Rusia, seperti dilansir AFP.

Setidaknya 25.000 orang tewas dalam perang Chechnya yang kedua, menurut organisasi hak asasi manusia Amnesty International dan Minority Rights Group International.

Konflik Ukraina