Unggahan menyesatkan mengklaim antibodi Covid-19 menyebabkan ASI berwarna kehijauan

Foto yang memperlihatkan dua kantong ASI, yang salah satunya berwarna kehijauan, telah disukai lebih dari seratus ribu kali dalam postingan Instagram dan Facebook yang mengklaim perubahan warna itu disebabkan karena tubuh sang ibu memproduksi antibodi setelah terinfeksi Covid-19. Namun, para pakar mengatakan ada banyak sebab mengapa ASI berubah warna, dan warna kehijauan itu tidak berarti sang ibu atau bayinya terkena Covid-19.

Gambar kolase yang berisi dua gambar foto kantong ASI diunggah di akun Instagram Indozone di sini pada tanggal 18 Februari 2022, di mana postingan itu telah disukai lebih dari 118.000 kali.

Dalam foto itu, kantong ASI berisi cairan berwarna putih bertuliskan "ASI biasa", sedangkan kantong ASI dengan cairan berwarna kehijaun bertuliskan "ASI positif Covid-19" dan "Covid+".

Tulisan pada gambar kolase itu berbunyi: "Positif Covid-19, ASI Wanita Ini Berubah jadi Hijau Neon” – Tenang saja. Hal ini tidak berbahaya sama sekali & justru menunjukkan keajaiban ASI menurut para pakar. Ibu yang positif Covid-19 memang menghasilkan antibody Covid-19 di dalam ASI untuk melindungi bayi."

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 20 April 2022

Keterangan postingan itu juga membagikan klaim itu yang konon adalah testimoni dua orang ibu, satu dari Meksiko dan satu lagi dari Amerika Serikat.

Foto yang sama juga menyebar dengan klaim mirip di Facebook di sini, di sini dan di sini.

Sejumlah media juga memuat laporan berita berisi klaim tersebut, misalnya ini, ini dan ini.

Klaim itu turut pula menyebar dalam bahasa Malaysia dan juga dalam bahasa Inggris, di mana salah satu foto itu diklaim menunjukkan foto ASI setelah bayi terkena Covid-19.

Namun, klaim itu menyesatkan.

Kathryn Gray, dokter ibu dan anak di Brigham and Women's Hospital di kota Boston, AS, mengatakan kepada AFP: "ASI dapat memiliki banyak warna berbeda setiap saat, tergantung apa yang Anda makan, dan tergantung apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan. Jadi, antibodi tidak menyebabkan ASI atau cairan lain berubah warna."

Pola diet, obat-obatan dan bahkan waktu-waktu tertentu dalam sehari dapat membuat warna ASI berubah, ungkap Gray, yang juga profesor di Sekolah Kedokteran Harvard.

Ditanya terkait foto di media sosial itu, dia mengatakan: "Saya menduga perubahan warna itu disebabkan salah satu faktor tadi," bukan karena Covid-19.

Pada umumnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait perubahan warna ASI ini, dengan pengecualian jika warna ASI berubah menjadi merah atau merah jambu yang disebabkan luka atau pendarahan pada puting payudara ibu, dan dalam kondisi seperti ini sang ibu harus merawat diri, bukan kuatir dengan ASI-nya, kata Gray.

Gina Boling, konsultan laktasi bersertifikasi internasional dari The Breastfeeding Center di kawasan Greater Washington, sepakat bahwa warna kehijauan seperti yang terlihat pada gambar di unggahan menyesatkan tidak berarti pertanda adanya antibodi Covid-19.

"ASI berwarna hijau karena banyak faktor, jadi saya tidak bisa asumsi bahwa jika seseorang ASI-nya berwarna hijau dia terjangkiti Covid-19," kata Boling.

Lori Feldman-Winter, profesor spesialis anak Amerika, mengatakan tidak ada bukti bahwa positif Covid-19 atau memiliki antibodi Covid-19 setelah vaksinasi atau terjangkiti virus akan membuat warna ASI menjadi kehijauan.

Para ilmuwan tau bahwa setelah "terkena penyakit Covid-19, dan yang lebih bagus lagi mendapat vaksin Covid-19, ada antibodi penetralisir dalam ASI yang berpotensi melindungi bayi dari jatuh sakit," katanya.

"Intinya, lakukan vaksinasi dan menyusui," pungkas Feldman-Winter.

AFP sebelum ini membongkar klaim salah bahwa vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech berbahaya bagi ibu menyusui.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami