Video ini menunjukkan konfrontasi antara polisi dan TNI dengan warga Aceh, bukan tentara Tiongkok

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 21/07/2022 pukul 05:53
  • Diperbarui pada hari 21/07/2022 pukul 18:42
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
    

Sebuah video telah ditonton belasan ribu kali di berbagai unggahan media sosial dengan klaim video itu menunjukkan tentara Tiongkok melawan Polri dan TNI. Klaim itu salah. Video tersebut telah beredar dalam laporan berita tentang konfrontasi antara aparat keamanan dan warga setempat ketika polisi Aceh mencoba menangkap tersangka pelaku penambangan ilegal di Provinsi Aceh.

Video berdurasi 49 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 30 Juni 2022.

Rekaman video itu tampaknya menunjukkan pertengkaran di antara sekelompok besar orang, beberapa di antaranya memakai seragam polisi dan militer.

Status unggahan itu berbunyi: "Tentara Cina sdh mulai beraksi, Sdh berani melawan tentara kita. Krn dia sdh membawa senjata perorangan.. Mulai beraksi.dr kelompok kecil. Alasannya pengamanan aset aset nya.. Kebon sawit dan lain².. itu alasannya tp sebenarnya ingin menunjukkan bahwa tentara Cina sdh menguasai.wilayah.. 

"TNI & Polri tdk bisa berbuat apa², hanya menjadi penonton dinegerinya sendiri, memilukan."

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 19 Juli 2022

Rekaman video itu telah ditonton lebih dari 17.800 kali setelah muncul dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini, serta di YouTube di sini

Namun, klaim itu salah.

Bukan tentara Tiongkok

Pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan video itu diterbitkan dalam laporan berita Detikcom di sini pada tanggal 29 Juni 2022.

Judul laporan itu berbunyi: "Polisi Dihadang Warga saat Hendak Tangkap Pelaku Penambang Ilegal."

Menurut laporan itu, video tersebut menunjukkan petugas polisi setempat dihadang oleh warga saat mereka hendak menangkap terduga pelaku penambangan ilegal di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Rekaman video itu juga diunggah di sini di kanal YouTube Detikcom pada hari berikutnya. 

Video dalam laporan itu dikreditkan kepada seorang pengguna Twitter yang mengunggah klip itu di sini pada tanggal 29 Juni 2022.

Cuitan itu berbunyi: "Kabarnya ini di Aceh.... entah dorong2annya soal apa. Sama2 megang laras panjang. Ngeri juga."

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Twitter (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kanan) dan video di Twitter (kanan)

Alfath Asmunda, kontributor AFP di Aceh, melaporkan kejadian tersebut di sini untuk situs berita Merdeka.com. Laporan tersebut menyertakan tangkapan layar dari video.

"Itu bukan tentara Cina," katanya kepada AFP saat dihubungi pada tanggal 15 Juli 2022.

Dia mengatakan video tersebut menunjukkan konfrontasi yang terjadi antara anggota polisi dan TNI dengan anggota masyarakat setempat di Kecamatan Geumpang di Kabupaten Pidie.

Polda Aceh merilis pernyataan resmi tentang insiden itu di sini pada tanggal 1 Juli 2022.

Pertengkaran antara aparat keamanan dan warga di Aceh itu juga dilaporkan oleh media lain, seperti Kompas.com, Kumparan danTribunnews.

AFP Periksa Fakta telah membongkar berbagai hoaks anti-Tiongkok yang beredar di Indonesia, misalnya di sini, di sini dan di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami