Video kericuhan di bioskop Israel diberi narasi salah terkait perang di Timur Tengah

Israel telah menutup wilayah udaranya sejak perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari 2026 lalu, menyusul serangan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Namun, sebuah video yang beredar dengan klaim kekacauan terjadi di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, tidaklah benar. Rekaman tersebut merupakan video lama di sebuah bioskop di Yerusalem di mana orang-orang menyerang petugas bioskop yang menolak membuka kembali stan makanan. 

"Warga panik di Bandara Ben Gurion saat mencoba meninggalkan Israel," tulis teks dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook pada 12 Maret 2026. 

Dalam unggahan yang telah disukai lebih dari 3.800 kali tersebut, terlihat sejumlah orang melemparkan barang ke arah petugas yang berjaga di belakang sebuah konter. Keterangan video menyebutkan bahwa kekacauan terjadi saat ratusan penumpang tidak diizinkan menaiki pesawat karena perubahan kuota kapasitas.

Image
Tangkapan layar dari postingan salah dari Facebook yang diambil pada 23 Maret 2026, dengan tanda silang merah ditambahkan oleh AFP

Pasukan Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone yang menyasar Israel dan sejumlah negara Teluk yang menampung fasilitas penting AS setelah gempuran koalisi AS-Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi republik Islam tersebut (tautan arsip). 

Israel kemudian menutup wilayah udaranya menyusul serangan balasan itu (tautan arsip). Sementara itu, sejumlah maskapai internasional mengumumkan mereka menunda beberapa penerbangan ke wilayah Timur Tengah, termasuk Israel (tautan arsip). 

Sejumlah maskapai Israel telah melanjutkan kembali beberapa penerbangan dengan pengawasan keamanan yang ketat. Kementerian Perhubungan Israel juga mengumumkan pada 16 Maret bahwa pihaknya berniat meningkatkan jumlah penumpang yang diizinkan bepergian dari Ben Gurion, tergantung pada panduan keamanan. 

Namun, penerbangan kembali mengalami gangguan setelah pihak militer Israel mengatakan pada 18 Maret bahwa beberapa "serpihan" rudal telah mengenai bandara internasional Ben Gurion menyusul serangan Iran, tanpa menjelaskan kapan insiden tersebut terjadi. Salah satu maskapai Israel, El Al, lalu mengumumkan pihaknya akan menunda sejumlah penerbangan ke puluhan destinasi selama satu minggu. 

Walaupun unggahan serupa juga telah tersebar luas di TikTok dan Facebook, rekaman yang beredar tersebut tidak berkaitan dengan perang yang berlangsung di Timur Tengah.

Pencarian gambar terbalik dengan menggunakan potongan gambar dari postingan yang beredar mendapati video serupa yang diambil dari sudut pandang yang berbeda dibagikan di platform X pada 20 Juli 2025. Keterangan dalam video tersebut menjelaskan bahwa terjadi keributan di sebuah bioskop di Yerusalem (tautan arsip).

Kantor berita Al Araby TV juga mempublikasikan sebuah laporan video pada hari yang sama, dengan menambahkan bahwa video tersebut diambil di Cinema City di Yerusalem, di mana tiga petugas bioskop terluka akibat keributan tersebut (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar dari postingan salah (kiri) dan potongan video yang diunggah Al Araby TV (kanan)

Sebuah foto interior dari Cinema City yang dibagikan di Google Maps pada tahun 2023 menunjukkan banyak elemen sama tampak di video dalam postingan salah yang beredar, termasuk tangga yang berada di belakang, atap yang berwarna kuning dan juga konter bioskop (tautan arsip). 

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah dan foto dari Google Maps, dengan beberapa bagian sama yang ditandai oleh AFP

Kantor berita Israel Israel National News dan The Times of Israel melaporkan keributan yang terjadi di bioskop tersebut, dengan menyebutkan bahwa puluhan remaja menyerang petugas bioskop dalam sebuah aksi "kerusuhan anti-Arab" karena petugas menolak untuk membuka kembali gerai makanan dan minuman setelah jam tutup (tautan arsip di sini dan sini).

AFP sebelumnya telah menyanggah gelombang misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami