Foto 'warga India ditangkap kepolisian Bahrain' ini hasil rekaan AI
- Diterbitkan pada hari 26/03/2026 pukul 11:25
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Devesh MISHRA, AFP India
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Bahrain telah menangkap setidaknya 12 orang yang diduga menyebarkan "berita salah" terkait serangan Iran ke negara tersebut. Namun, foto pria terborgol yang diklaim oleh sejumlah postingan sebagai warga negara India yang membocorkan informasi sensitif kepada Israel menunjukkan tanda-tanda rekaan AI. Otoritas Bahrain telah merilis kewarganegaraan dari enam orang yang ditangkap, dan tidak ada satu pun dari mereka yang berkebangsaan India.
"Intelijen Bahrain menangkap insinyur telekomunikasi India karena menyalurkan data sensitif ke Mossad Israel", tulis keterangan postingan Facebook tertanggal 10 Maret 2026 tersebut.
Postingan tersebut menyebut bahwa insinyur bernama Nitin Mohan itu ditahan karena "menyalurkan data geospasial sensitif, foto, dan rekaman video pengintaian lokasi strategis" kepada badan intelijen Israel, Mossad.
Gambar pada postingan memperlihatkan seorang pria yang berdiri dengan tangan terborgol di depan sebuah tembok dengan logo dan nama Kementerian Dalam Negeri Bahrain.
Gambar tersebut juga beredar di postingan lain di Facebook.
Negara-negara Teluk, termasuk Bahrain, telah menjadi target serangan balasan Iran atas gempuran AS dan Israel pada 28 Februari 2026 yang memicu perang besar di Timur Tengah (tautan arsip).
Di dalam postingan X tanggal 8 Maret, Kementerian Dalam Negeri Bahrain memperingatkan bahwa orang yang mengambil foto "fasilitas dan objek vital" lalu memublikasikannya di media sosial "untuk digunakan dalam agresi Iran adalah kaki tangan dalam agresi tersebut dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku" (tautan arsip).
Keesokan harinya, kementerian tersebut menyatakan telah menangkap enam warga Asia setelah mereka "merekam, memublikasikan, dan mengunggah ulang video terkait dampak kejamnya agresi Iran" (tautan arsip). Dari keenam orang tersebut, lima berasal dari Pakistan dan satu dari Bangladesh.
Pada 15 Maret, kementerian yang sama kembali mengumumkan penahanan enam orang lainnya atas dugaan mengunggah dan menyebarkan video misinformasi tentang serangan Iran ke Bangladesh, tetapi tidak mengungkap asal negara pelaku (tautan arsip). Namun, jurnalis AFP di Libanon mengatakan bahwa terduga pelaku mempunyai nama yang berasal dari bahasa Arab (tautan arsip).
Di dalam siaran pers Kepolisian Bahrain, tidak ada penyebutan "Nitin Mohan dari India". Di samping itu, foto tahanan yang ditampilkan menggunakan latar belakang putih polos—berbeda dengan gambar-gambar yang beredar.
Kementerian Luar Negeri India juga telah membantah klaim yang beredar tersebut dalam postingan X tertanggal 10 Maret (tautan arsip).
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan gambar-gambar serupa dari terduga pelaku pernah dipublikasikan di laporan media Bahrain terkait dengan narkotika, dengan latar belakang berwarna biru dan tulisan "Direktorat Anti Korupsi" (tautan arsip di sini, sini, dan sini).
Analisis Hive Moderation menemukan bahwa gambar tersebut sangat mungkin dibuat dengan AI.
AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami