Rekaman peserta misa di Timor Leste dibagikan secara salah sebagai pengungsi Israel

Setelah perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada 12 April 2026 gagal mencapai kesepakatan, sebuah video yang menampilkan orang-orang memadati sebuah jalan disebarkan dengan konteks salah sebagai massa yang mengungsi dari Israel. Padahal, video tersebut menunjukkan prosesi misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Timor Leste pada September 2024.

"Eksodus ratusan ribu pemukim dari Israel mencerminkan keadaan panik yang nyata setelah runtuhnya negosiasi AS-Iran. Semua orang berada dalam ketegangan, dan pemerintah Israel lumpuh karena takut akan konfrontasi besar yang tidak dapat mereka hadapi," tulis keterangan video di postingan Facebook tertanggal 14 April. 

Video tersebut menayangkan ribuan orang berjalan kaki di sebuah jalan raya bersama iring-iringan kendaraan yang bergerak dengan pelan. 

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 14 April, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan tersebut beredar setelah pembicaraan damai antara AS dan Iran pada 12 April gagal mencapai kesepakatan tentang bagaimana mengakhiri perang yang berkecamuk di Timur Tengah (tautan arsip). Hal ini menyebabkan gencatan senjata selama dua minggu di wilayah itu  kembali berada di posisi yang rentan. 

Pejabat AS mengatakan bahwa perundingan itu gagal karena Iran menolak berkomitmen untuk mengakhiri program nuklirnya, sementara pejabat Iran menyalahkan AS atas kegagalan pembicaraan tanpa merinci poin-poin yang menjadi hambatan.

Namun, pihak AS mengatakan pada 15 April bahwa mereka sedang mendiskusikan kemungkinan diadakannya pembicaraan damai kedua dan optimis akan mencapai kesepakatan dengan Iran (tautan arsip).

Sebelumnya, Tehran mengancam akan menutup jalur perdagangan di Laut Merah kecuali Washington mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan mereka. 

Video dengan klaim pengungsi Israel tersebut juga beredar di Instagram, Threads dan TikTok dan dalam bahasa Inggris, Arab, dan Bengali.

Namun, video itu merupakan rekaman lama yang tidak berkaitan dengan perang di Timur Tengah.

AFP pernah menyanggah postingan misinformasi yang menggunakan video yang sama di tahun 2024 dan 2025.  

Pencarian gambar terbalik di Google dengan menggunakan potongan klip yang beredar menemukan video dengan kualitas lebih baik diunggah di TikTok pada 11 September 2024 (tautan arsip).

Keterangan postingan TikTok tersebut menggunakan sejumlah tagar, seperti #timor #katolikroma dan #pausfransiskus. Hal ini mengindikasikan bahwa rekaman diambil saat kunjungan mendiang Paus Fransiskus ke Timor Leste pada 9 September 2024 (tautan arsip).

Paus Fransiskus meninggal akibat stroke pada April 2025 (tautan arsip).

Pengguna TikTok yang mengunggah rekaman tersebut -- seorang fotografer bernama Rey Marques yang berbasis di Timor Leste -- sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa ia tidak tahu siapa yang merekam video itu, tetapi lokasi pengambilan rekaman berada di dekat Pemakaman Umum Raikotu.

Image
Perbandingan antara video di postingan salah (kiri) dan video TikTok tahun 2024 (kanan)

Lukisan Fransiskus dengan latar biru juga terlihat dalam video TikTok, sama dengan lukisan yang terlihat pada foto AFP yang diambil saat kunjungan Paus ke Timor Leste. 

"Umat Katolik berjalan melewati sebuah mural Paus Fransiskus untuk menghadiri misa kudus yang dipimpin Paus Fransiskus di sebelah Taman Esplanade of Tasitolu di Dili pada 10 September 2024," demikian keterangan foto AFP tersebut.

Image
Perbandingan antara video di unggahan TikTok tahun 2024 (kiri) dan foto mural yang diambil AFP (kanan)

Di dalam video TikTok itu juga terlihat jelas bendera Timor Leste di lampu lalu lintas, serta sebuah poster sang paus. 

Menurut Vatikan, yang mengutip informasi dari otoritas lokal di Dili, misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Timor Leste pada 10 September 2024 dihadiri lebih dari 600.000 orang -- atau hampir separuh populasi negara itu (tautan arsip). 

Mural Paus Fransiskus dan bangunan-bangunan di jalan raya di kota Dili itu bisa dilihat dalam tampilan di Google Street View (tautan arsip).

Image
Perbandingan antara video di unggahan TikTok tahun 2024 (kiri) dan tampilan Google Street View dari lokasi prosesi misa di Timor Leste (kanan)

AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami