Tayangan 'warga Iran berkumpul untuk melindungi pembangkit listrik' ini hasil rekaan AI

Menyusul ancaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa militer negaranya akan menghancurkan infrastruktur penting milik Iran, beredar sebuah video yang memperlihatkan kumpulan massa dan diklaim sebagai warga Iran yang berkumpul untuk melindungi sebuah pembangkit listrik dari serangan AS. Namun, klip tersebut pernah beredar pada Januari 2026 lalu, dan kreatornya mengatakan kepada AFP bahwa ia menggunakan AI untuk membuat tayangan itu.

"Warga Iran turun ke jalan dan pembangkit listrik untuk melawan musuh Amerika-Israel dan mencegah mereka menargetkan pusat-pusat energi," tulis teks yang ditempelkan pada video di postingan TikTok tertanggal 8 April 2026. 

Video itu memperlihatkan massa yang bergerak menyusuri sebuah jalan sambil memegang gawai dengan lampu senter yang menyala. 

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 21 April 2026, dengan tanda X dan label AI yang ditambahkan oleh AFP

Klaim yang sama juga menyebar di TikTok seiring pemberitaan dari media pemerintah Iran bahwa orang-orang membentuk rantai manusia untuk "mendukung pembangkit listrik" di kota Bushehr, yang merupakan lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Iran (tautan arsip).

Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika Tehran tidak membuka blokade Selat Hormuz. Ia kemudian menyetujui untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran selama dua minggu, sementara kedua negara berunding untuk mengakhiri perang di Timur Tengah (tautan arsip).

Namun, perundingan damai yang berlangsung di Pakistan pada 12 April gagal mencapai kesepakatan (tautan arsip). Wakil Presiden AS JD Vance menyalahkan Iran atas kegagalan perundingan dan mengatakan Tehran menolak menerima persyaratan yang diajukan Washington setelah bernegosiasi selama 21 jam.

Keesokan harinya, pasukan AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menegaskan kendali atas Selat Hormuz (tautan arsip). Trump juga menegaskan kembali ancaman untuk menghancurkan pembangkit listrik dan infrastruktur sipil milik Iran jika tidak tercapai kesepakatan permanen. 

Video tersebut juga beredar dengan klaim berbeda bahwa rakyat Iran turun ke jalan untuk merayakan "kemenangan atas agresi AS-Israel".

Namun, video tersebut hasil rekaan AI.

Pada Januari 2026, AFP pernah menyanggah postingan yang membagikan video tersebut dengan klaim rekaman asli demonstrasi anti-pemerintah di Iran yang dipicu oleh kemarahan atas kondisi ekonomi dan politik (tautan arsip di sini dan sini). 

Analisis mendalam terhadap video yang beredar menemukan sejumlah kesalahan visual yang sering menjadi ciri konten AI.

Javier Huertas-Tato -- seorang profesor di Universitas Politeknik Madrid dan anggota kelompok Natural Language Processing and Deep Learning di kampus tersebut -- mengatakan kepada AFP melalui surel tertanggal 12 Januari bahwa terdapat kejanggalan visual pada video tersebut (tautan arsip).

Misalnya, ada bayangan dan tangan yang muncul secara tiba-tiba pada video, serta visibilitas cahaya yang buruk terpantul di jendela.

Analisis menggunakan InVID-WeVerify, alat yang turut dikembangkan oleh AFP, juga menemukan kemungkinan video itu dibuat menggunakan AI.

Image
Tangkapan layar hasil analisis InVID-WeVerify dengan label AI yang ditambahkan oleh AFP

Beberapa versi video yang beredar menampilkan tanda air akun Instagram @elnaz555, yang dimiliki oleh seorang pekerja seni bernama Elnaz Mansouri yang menggunakan AI dalam karya-karyanya (tautan arsip di sini dan sini).

Pada 13 Januari, Mansouri mengatakan kepada AFP bahwa ia membuat video tersebut menggunakan AI.

Dalam sebuah unggahan di Instagram dan X, Mansouri menjelaskan bahwa rekaman itu ia buat menggunakan AI sebagai "refleksi" atas realitas yang terjadi setelah pemutusan akses internet di Iran (tautan arsip di sini dan sini).

Image
Tangkapan layar postingan Instagram Mansouri, diambil pada 14 April 2026, dengan label AI yang ditambahkan oleh AFP

AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami