Para jamaah muslim mengelilingi Ka'bah di kota suci Mekah sambil mengenakan masker dan di lingkaran yang telah ditentukan sebelumnya sebagai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 pada hari terakhir ibadah haji yang jatuh pada tanggal 2 Agustus 2020. (AFP / Str)

Malaysia hanya mendapat tambahan kuota haji setelah situasi pandemi ‘pulih sepenuhnya’

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah tangkapan layar laporan berita bahwa Arab Saudi telah memberikan Malaysia tambahan kuota haji telah dibagikan berulang kali oleh pengguna media sosial Indonesia di Facebook, Instagram dan Twitter dengan klaim Malaysia tetap bisa melaksanakan ibadah haji selama pandemi sementara Indonesia membatalkannya. Klaim itu menyesatkan. Menurut perdana menteri Malaysia, tambahan kuota negara tersebut hanya berlaku setelah pandemi Covid-19 terkendali. Tahun ini, Arab Saudi membatasi kuota haji hanya untuk penduduk kerajaan yang sudah divaksinasi. 

Unggahan tersebut membagikan tangkapan layar laporan kantor berita Antara di Facebook di sini pada tanggal 4 Juni 2021. 

Judul laporan berita Antara tertanggal 11 Maret 2021 itu adalah: “Saudi tambah 10.000 kuota haji Malaysia.” 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 22 Juni 2021

Status unggahan itu berbunyi: “Bijimane Ini Qut ?!

“Koq Saudi Tambah 10.000 Kuota Haji Malaysia, Padahal Malaysia Masih Darurat Corona.”

“Qut” merujuk pada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Ibadah haji tahun 2021 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 17 Juli sampai 22 Juli. 

Indonesia mengumumkan pada tanggal 3 Juni 2021 bahwa pemerintah membatalkan ibadah haji selama dua tahun berturut-turut dikarenakan pandemi Covid-19. 

Sampai tanggal 24 Juni 2021, lebih dari 2 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia sedangkan di Malaysia jumlahnya mencapai lebih dari 716.000.

Tangkapan layar laporan berita serupa dari Antara juga dibagikan dengan klaim mirip di Facebook di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; serta di Instagram di sini

Klaim itu menyesatkan. 

Pencarian kata kunci menemukan laporan kantor berita Antara tertanggal 11 Maret 2021 yang terlihat di tangkapan layar itu di sini

Laporan itu juga diterbitkan Antara di sini pada tanggal 10 Maret 2021. 

Laporan tersebut mengutip Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang mengatakan kuota tambahan akan diberlakukan “apabila keadaan (COVID-19) pulih sepenuhnya”. 

Bernama, kantor berita nasional Malaysia, melaporkan konferensi pers di mana Muhyiddin menjelaskan tambahan kuota haji saat kunjungannya ke Riyadh pada tanggal 10 Maret 2021, di sini

Muhyiddin berkata: “Keputusannya agak amat baik, ialah persetujuan bila situasi sudah pulih sepenuhnya, maka permohonan Malaysia untuk mendapat kuota tambahan itu diloloskan, tambahan hampir 10.000.” 

Untuk tahun 2021, Arab Saudi hanya menyediakan 60.000 kuota haji bagi penduduk kerajaan, baik asing maupun warganegara, yang telah divaksinasi, AFP melaporkan di sini

Kementerian Haji Kerajaan Saudi mengunggah pernyataan tertulis di Twitter pada tanggal 13 Juni 2021 yang berbunyi: “Jumlah total jamaah haji untuk tahun 1442 H adalah sebanyak (60.000) jamaah, yaitu bagi para ekspatriat dari semua kebangsaan dan warga negara Arab Saudi."

Sebagai perbandingan, ibadah haji tahun 2020 dibatasi untuk 10.000 orang yang tinggal di kerajaan Arab Saudi, AFP melaporkan di sini

COVID-19