
Video ini hanya menunjukkan satu bangsal di RS di Brasil, sedangkan ada puluhan pasien Covid-19 dirawat di bagian lain RS itu
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 06/05/2021 pukul 13:30
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Brasil, AFP Indonesia, AFP Selandia Baru dan Kepulauan-Kepulauan Pasifik
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 22 April 2021.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 6 Mei 2021
Video itu menunjukkan seorang tenaga kesehatan berjalan di sekeliling sebuah ruang rawat bagian rumah sakit. Lalu, petugas itu terlihat menyibak tirai untuk memperlihatkan ranjang-ranjang pasien yang kosong. Di saat bersamaan, beberapa rekan kerjanya menyanyikan lagu rohani berbahasa Portugis yang berjudul “Porque El Vive” (Sebab Dia Hidup).
Keterangan unggahan itu berbunyi: “Tim medical brazil memperlihatkan kebenaran ttg tempat tidur kosong di unit kopet19 untuk menunjukkan kebohongan berita TV.”
Berdasarkan data Johns Hopkins University, lebih dari 14.8 juta kasus Covid-19 telah tercatat di Brasil sejak wabah itu mulai di negara tersebut pada bulan Maret 2020.
Sudah ada lebih dari 410.000 orang meninggal dunia karena Covid-19 di Brasil. Selain itu, pandemi juga turut memperburuk tingkat kemiskinan di negara tersebut.
Video itu telah ditonton hampir 880 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di Twitter di sini.
Video itu juga muncul dengan klaim mirip dalam berbagai bahasa lainnya, seperti bahasa Malaysia, bahasa Inggris, bahasa Portugis, bahasa Spanyol, bahasa Polandia dan bahasa Rumania.
Akan tetapi, klaim itu menyesatkan.
Bangsal rumah sakit
Pada detik ke-15 video, terlihat sebuah stiker kecil di komputer yang sepertinya menunjukkan logo asuransi kesehatan asal Brasil Unimed.

Perbandingan antara stiker Unimed di video (kiri) dan lambang Unimed di situs webnya (kanan)
Menanggapi permohonan konfirmasi dari AFP, Unimed menyebutkan bahwa video itu direkam di RS Alberto Urquiza milik mereka. RS itu berlokasi di kota pesisir Joao Pessoa, ibukota negara bagian Paraiba, di bagian timur laut Brasil.
Video itu direkam di salah satu ruangan perawatan intensif, sewaktu tugas jaga malam pada tanggal 30 dan 31 Maret 2021, ketika yang disebut sebagai “skenario yang saat itu memang terlihat menguntungkan”, ujar seorang juru bicara perusahaan.
“Setelah kenaikan angka kasus Covid-19, ada sebuah penurunan [dalam jumlah kasus]. Hal itu membuat ruang ICU kosong tanpa pasien,” juru bicara itu berkata pada AFP.
“Penyalahgunaan video ini untuk konteks di luar yang sebenarnya adalah sebuah kesalahan.”
Menurut Unimed, perekaman itu dapat terjadi hanya karena RS itu menerapkan sebuah “rencana cadangan”, di mana jumlah ranjang pasien di sebuah ruang ICU dapat ditambah atau dikurangi, bergantung pada jumlah pasien yang ada.
Saat video itu direkam, ada 77 pasien Covid-19 di ruangan-ruangan ICU lain di RS itu, dan 75 pasien di hari berikutnya, ujar Unimed kepada AFP. Pada tanggal 27 April 2021, ada 39 pasien ICU Covid-19 di RS tersebut.
Kasus Covid-19 Brasil
Bertentangan dengan klaim di media sosial, ranjang-ranjang ICU untuk pasien Covid-19 di Joao Pessoa dan sekitarnya hampir penuh saat video itu direkam.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Departemen Kesehatan Paraíba (SES) pada tanggal 30 Maret 2021, 93 persen ranjang ICU orang dewasa untuk pasien Covid-19 di ibukota itu telah terisi, sedangkan angka di negara bagian itu mencapai 88 persen.
Keesokan harinya, pada tanggal 31 Maret 2021, angka itu mencapai 86 persen di Joao Pessoa dan sekitarnya terisi dan 85 persen di negara bagian Paraiba.
Data termutakhir yang dikeluarkan oleh SES pada tanggal 5 Mei 2021 menunjukkan kemajuan, dengan penggunaan ranjang ICU untuk orang dewasa di ibukota menurun hingga 48 persen dan di negara bagian angka tersebut mencapai 57 persen.
Akan tetapi, secara umum situasi di Brasil di bulan April masih mengkhawatirkan. AFP melaporkan krisis tersebut di sini dan di sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami