Video ini menunjukkan pelanggan wanita yang ditangkap karena mengganggu ketertiban di sebuah supermarket di Australia

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Rekaman video yang memperlihatkan seorang wanita tengah diborgol oleh polisi telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok dengan klaim yang menyatakan dia ditangkap karena meludahi buah-buahan di sebuah supermarket di Australia padahal ia terinfeksi virus corona. Klaim itu salah: video itu telah beredar di berbagai laporan media tentang wanita yang ditangkap karena mengganggu ketertiban di sebuah supermarket di Sydney, Australia. 

Video berdurasi 22 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 14 April 2020 dan telah ditonton lebih dari 5.500 kali serta dibagikan lebih dari 360 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Wanita China di tangkap polisi Australia Karena meludahi buah2an di Supermarket Australia Ternyata dia positive virus corona...... Jahatnya ini orang...😏😏”

Teks berbahasa Inggris yang ditempel di video jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Menjijikan dia dinyatakan positif Covid-19 dan tertangkap meludahi buah-buahan”. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Video dengan klaim yang mirip juga di bagikan di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini

Video itu dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris bisa dilihat di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini; di TikTok di sini; dan di YouTube di sini.

Klaim dalam bahasa Malaysia di Facebook bisa dilihat di sini, di sini dan di sini

Klaim itu salah: rekaman video itu sebenarnya memperlihatkan seorang wanita yang ditangkap karena mengganggu ketertiban di sebuah supermarket di Sydney, Australia. 

Juru bicara polisi New South Wales memberitahu AFP via surel pada tanggal 24 Maret 2020 bahwa video tersebut berhubungan dengan peristiwa di Gordon, pinggiran kota di Sydney. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan polisi itu berbunyi: “Sekitar pukul 9:40 pagi (Kamis, 19 Maret 2020) polisi sedang berada di sebuah Supermarket Gordon ketika mereka diberitahu adanya gangguan antara seorang pelanggan dengan staf.

“Pelanggan tersebut berulang kali diminta untuk meninggalkan toko oleh staf dan polisi. Dia menolak, dan wanita berusia 54 tahun itu ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi Gordon. Dia diajak berbicara mengenai perilakunya di toko tersebut dan kemudian dibebaskan.” 

Media Australia, 7 News, menampilkan bagian awal video di sini yang diunggah di laman Facebook-nya pada tanggal 19 Maret 2020. Jurnalis 7 News melaporkan peristiwa tersebut terjadi di sebuah supermarket Australia, Woolworths, yang terletak di Gordon

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video 7 News (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video 7 News (kanan)

Di unggahan dalam bahasa Inggris dan bahasa Malaysia terdapat video lain yang memperlihatkan seorang wanita meludahi pisang yang diklaim terjadi di cabang Woolworths di Chullora, Sydney. Dikatakan bahwa wanita tersebut sama dengan wanita di video sebelumnya. 

Akan tetapi, mereka bukanlah wanita yang sama. 

Juru bicara Woolworths mengatakan kepada AFP pada tanggal 24 Maret 2020 bahwa wanita itu tidak meludahi pisang di cabang Woolworths di Chullora. 

“Kami bisa memastikan ini tidak terjadi di toko Chullora kami. Kami meminta pelanggan untuk waspada terhadap misinformasi di media sosial,” dia berkata. 

Artikel periksa fakta oleh AFP Australia mengenai kedua video tersebut bisa dibaca di sini

VIRUS CORONA