
Rekaman pesta kembang api di Aljazair diberi narasi salah terkait serangan Iran ke Israel
- Diterbitkan pada hari 24/10/2024 pukul 11:54
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Bangladesh
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video tersebut dibagikan di SnackVideo pada tanggal 2 Oktober 2024. Sebuah teks dalam video berbunyi: "Breaking News: Ratusan roket yang diluncurkan Iran ke Israel terlihat begitu merah di langitnya Israel."
Video terdiri atas dua potongan klip. Klip pertama memperlihatkan suasana jalanan di malam hari dipenuhi cahaya suar berwarna merah. Klip kedua menunjukkan suasana yang mirip di sebuah dermaga di samping jalan raya.
"Roket yang Iran luncurkan mampu menembus airondom Israel," demikian bunyi teks lain yang ditempelkan pada video.

Klaim salah tersebut muncul setelah Iran melancarkan serangan ke Israel pada tanggal 1 Oktober. Tehran menyebut serangan ini sebagai balasan atas tewasnya pimpinan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran (tautan arsip).
Sebelumnya, milisi Hamas -- kelompok yang juga didukung Iran -- melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu perang di Gaza.
Serangan itu menyebabkan setidaknya 1.206 korban tewas, mayoritas warga sipil, menurut angka yang dilaporkan otoritas Israel yang dihimpun AFP. Angka ini termasuk sandera yang tewas selagi dalam masa penahanan.
Serangan balasan Israel kemudian menewaskan lebih dari 42.438 orang di Gaza, yang juga sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas. PBB menyebut angka ini dapat dipercaya.
Dari 251 orang yang diculik pada hari serangan Hamas, sebanyak 97 orang masih berada di Gaza, sedangkan 34 orang telah meninggal dunia menurut militer Israel.
Video dengan klaim serupa juga menyebar di TikTok di sini, sini, sini.
Namun faktanya, video tersebut diambil saat perayaan ulang tahun klub sepak bola Aljazair MC Alger di ibu kota negara, Aljir.
Perayaan kembang api
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa klip pertama di video yang beredar berasal dari postingan TikTok pada tanggal 8 Agustus 2023, atau lebih dari setahun sebelum serangan Iran ke Israel pada bulan Oktober (tautan arsip). Keterangan postingan TikTok ini berisi tanda pagar yang berkaitan dengan klub sepak bola MC Alger seperti "mouloudia_1921" dan "MouloudiaAlger".

Sedangkan klip kedua merupakan bagian dari video yang diposting sebuah akun YouTube Aljazair (tautan arsip). Video ini diunggah pada tanggal 24 Agustus 2024, atau lebih dari setahun sebelum serangan Iran ke Israel. Keterangan unggahan menyebut rekaman merupakan pertunjukkan kembang api dalam rangka merayakan ulang tahun ke-103 klub MC Alger.
"Langit malam diterangi pertunjukan kembang api yang memesona, merayakan lebih dari satu abad sejarah dan pencapaian klub," tulis keterangan pada video tersebut. "Para penggemar berkumpul untuk menyaksikan tontonan tersebut, dengan warna-warna cerah dan ledakan yang tersinkronisasi menciptakan suasana yang meriah."
Berikut perbandingan tangkapan layar antara video yang beredar dengan klaim salah (kiri) dengan video asli di YouTube (kanan):

Klub MC Alger juga mempublikasikan sejumlah klip yang menunjukan kemeriahan yang sama di laman Facebook mereka pada 8 Agustus untuk menandai peringatan ulang tahun klub mereka (tautan arsip).
Sedangkan pencarian kata kunci tertentu juga menemukan video serupa di sini dan sini dimuat dalam laporan media massa terkait perayaan hari ulang tahun klub Aljazair tersebut (tautan arsip di sini dan sini).
Rekaman di video yang salah juga sesuai dengan tampilan Google Street View yang memperlihatkan jalan di dekat dermaga feri di ibukota Aljir (tautan arsip) -- menandakan rekaman diambil di kota tersebut -- bukan Israel.
AFP sebelumnya telah membantah misinformasi lain yang menyalahgunakan rekaman perayaan ulang tahun klub tersebut di sini dan sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami